{"id":4605,"date":"2017-04-24T11:13:43","date_gmt":"2017-04-24T09:13:43","guid":{"rendered":"https:\/\/ppiswedia.com\/masakini\/?p=4605"},"modified":"2017-04-24T11:13:43","modified_gmt":"2017-04-24T09:13:43","slug":"mencoba-dan-ketagihan-bermain-bandy-di-uppsala","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/ppiswedia.org\/masakini\/mencoba-dan-ketagihan-bermain-bandy-di-uppsala\/","title":{"rendered":"Mencoba dan Ketagihan Bermain Bandy di Uppsala"},"content":{"rendered":"<p>Oleh Fida Amalia Fathimah<\/p>\n<p>Musim dingin di Swedia bukan alasan untuk tidak berolahraga! Secara umum masyarakat Swedia adalah orang-orang yang memerhatikan kesehatan, mulai dari selalu memasak di rumah\u2014untuk menghindari\u00a0makanan cepat saji\u2014menggunakan bahan segar dan organik, sampai dengan budaya rutin melakukan aktivitas fisik di <em>gym<\/em> atau di luar ruangan, tidak peduli meski di tengah suhu di bawah 0<sup>o<\/sup> Celsius! Bukan pemandangan aneh melihat orang-orang Swedia lari pagi, berpakaian dengan bahan <em>lycra<\/em>, dengan latar belakang salju tebal. Ini menakjubkan bukan hanya untuk mahasiswa Indonesia, tetapi juga untuk mahasiswa internasional dari negara-negara lain di luar Skandinavia. <em>Memangnya mereka tidak takut terpeleset? Memangnya mereka tidak takut sakit?\u00a0<\/em><\/p>\n<p>Tentu saja ini kebiasaan yang baik, dan semangat di baliknya perlu diteladani. Untuk kami mahasiswa dari negara tropis, olahraga di musim dingin mungkin cukup di lingkungan yang \u201crelatif\u201d terkendali. Kenapa \u201crelatif\u201d? Karena kali ini saya akan membahas \u201c<em>bandy<\/em>\u201d yang dimainkan di atas <em>ice rink<\/em>, yang memunculkan risiko-risiko tertentu untuk jatuh atau bertabrakan dengan sesama pemain, terutama untuk orang-orang yang baru belajar <em>ice skating<\/em>.<\/p>\n<p>\u201c<em>Bandy<\/em>\u201d adalah olahraga musim dingin yang populer di Swedia, Finlandia, Norwegia dan beberapa negara subtropis lainnya. Olahraga ini mirip <em>hockey<\/em> atau <em>lacrosse<\/em> karena untuk memainkannya kita menggunakan tongkat dengan tujuan membuat gol di gawang lawan. Berbeda dari <em>hockey<\/em>, dalam <em>bandy<\/em> kita bisa melambungkan bola; dan berbeda dari <em>lacrosse<\/em>, kita tidak menggunakan tongkat berjaring. <em>Bandy<\/em> dimainkan di arena es, pemainnya memakai sepatu<em> skating<\/em> untuk <em>hockey<\/em>, yang mana berbeda dari sepatu untuk <em>figure skating<\/em>. Di luar musim <em>ice skating<\/em>, <em>bandy<\/em> dimainkan di lapangan dalam ruangan dan akan\u00a0menjadi jenis olahraga yang berbeda yang disebut \u201c<em>innebandy<\/em>\u201d atau \u201c<em>floorball<\/em>\u201d.<\/p>\n<p>Syarat pertama untuk memainkan <em>bandy<\/em> adalah\u2026 bisa meluncur di arena es! Tahun lalu International Student of Uppsala University menawarkan <em>bandy crash<\/em> (oh ya, <em>crash <\/em>ini selalu terjadi) <em>course<\/em> untuk mahasiswa internasional. <em>Crash course<\/em> ini terdiri dari empat sesi dan satu pertandingan final. Pesertanya berasal dari berbagai negara dan tidak hanya satu-dua orang yang harus berusaha keras untuk setidaknya mampu menjaga keseimbangan dan meluncur. Untuk saya sendiri, sesi pertama <em>crash course<\/em> itu adalah kali pertama menginjakkan kaki di arena es\u00a0sehingga saya digabungkan dengan sesama pemula.<\/p>\n<figure id=\"attachment_4609\" aria-describedby=\"caption-attachment-4609\" style=\"width: 300px\" class=\"wp-caption aligncenter\"><a href=\"https:\/\/ppiswedia.com\/beta\/wp-content\/uploads\/2017\/04\/2017-04-03-10.51.22-1.jpg\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"size-medium wp-image-4609\" src=\"https:\/\/ppiswedia.org\/masakini\/wp-content\/uploads\/2017\/04\/2017-04-03-10.51.22-1-300x225.jpg\" alt=\"\" width=\"300\" height=\"225\" srcset=\"https:\/\/ppiswedia.org\/masakini\/wp-content\/uploads\/2017\/04\/2017-04-03-10.51.22-1-300x225.jpg 300w, https:\/\/ppiswedia.org\/masakini\/wp-content\/uploads\/2017\/04\/2017-04-03-10.51.22-1-768x576.jpg 768w, https:\/\/ppiswedia.org\/masakini\/wp-content\/uploads\/2017\/04\/2017-04-03-10.51.22-1-1024x768.jpg 1024w, https:\/\/ppiswedia.org\/masakini\/wp-content\/uploads\/2017\/04\/2017-04-03-10.51.22-1.jpg 2048w\" sizes=\"(max-width: 300px) 100vw, 300px\" \/><\/a><figcaption id=\"caption-attachment-4609\" class=\"wp-caption-text\">Detik-detik sebelum mencetak gol<\/figcaption><\/figure>\n<p>Untuk mahasiswa-mahasiswa yang sudah pernah meluncur sebelumnya, mereka belajar teknik-teknik meluncur dan aturan bermain <em>bandy<\/em>. Penyelenggara acara ini juga menyediakan sepatu luncur, helm, tongkat, bola, dan patok untuk kami berlatih. Dan karena ini Uppsala, kami bisa menggunakan arena es\u00a0di Studenternas yang gratis terbuka untuk umum selama musim dingin.<\/p>\n<p>Sesi pertama dan kedua penuh perjuangan bagi saya, karena untuk meluncur saja belum bisa. Walaupun secara konsep saya mengerti saya harus meluncur dan bukannya melangkah di atas es, tidak mudah untuk menerapkan pemikiran itu kepada tubuh saya! Pada sesi ketiga akhirnya saya bisa meluncur berkat instruktur yang dengan sabar menggunakan teknik-teknik pengajaran, dan rasa malu yang akhirnya hilang setelah berkali-kali terpeleset dan jatuh\u00a0(pada sesi pertama saya bahkan jatuh lebih dari dua puluh\u00a0kali dalam waktu satu jam dan akhirnya saya berhenti menghitung).<\/p>\n<figure id=\"attachment_4607\" aria-describedby=\"caption-attachment-4607\" style=\"width: 169px\" class=\"wp-caption aligncenter\"><a href=\"https:\/\/ppiswedia.com\/beta\/wp-content\/uploads\/2017\/04\/2017-04-03-10.50.05-1.jpg\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"wp-image-4607 size-medium\" src=\"https:\/\/ppiswedia.org\/masakini\/wp-content\/uploads\/2017\/04\/2017-04-03-10.50.05-1-169x300.jpg\" alt=\"\" width=\"169\" height=\"300\" srcset=\"https:\/\/ppiswedia.org\/masakini\/wp-content\/uploads\/2017\/04\/2017-04-03-10.50.05-1-169x300.jpg 169w, https:\/\/ppiswedia.org\/masakini\/wp-content\/uploads\/2017\/04\/2017-04-03-10.50.05-1-576x1024.jpg 576w, https:\/\/ppiswedia.org\/masakini\/wp-content\/uploads\/2017\/04\/2017-04-03-10.50.05-1.jpg 720w\" sizes=\"(max-width: 169px) 100vw, 169px\" \/><\/a><figcaption id=\"caption-attachment-4607\" class=\"wp-caption-text\">Foto ini diambil pada sesi pertama, saya berpegangan ke teman karena hampir jatuh!<\/figcaption><\/figure>\n<p>Hal lain yang juga cukup membantu adalah karena saya mencoba <em>l\u00e5ngf\u00e4rdsskridsko<\/em> (<em>ice skating<\/em> jarak jauh) yang menggunakan sepatu luncur\u00a0dengan bilah pisau yang lebih panjang. Sepatu itu membantu saya untuk mengerti sensasi meluncur dan melupakan mencoba untuk berjalan di atas es. Selain itu arena ini berada di \u00a0luar ruangan\u00a0dan digunakan untuk olahraga pertandingan bukan untuk\u00a0<em>figure skating<\/em> sehingga tidak dilengkapi dengan <em>ramp<\/em> di pinggir. Mau tidak mau kami terpaksa meluncur\u00a0tanpa mengandalkan pegangan. Mungkin ini bisa menimbulkan perenungan-perenungan tertentu, semisal bagaimana kadang kita harus mengalami sebelum benar-benar mengerti, juga tentang bagaimana kita terpaksa menghadapi risiko dan ketakutan tanpa bisa bersandar pada sesuatu. Namun <em>post<\/em> ini bukan tentang itu, jadi mungkin lain kali saja ya.<\/p>\n<figure id=\"attachment_4606\" aria-describedby=\"caption-attachment-4606\" style=\"width: 300px\" class=\"wp-caption aligncenter\"><a href=\"https:\/\/ppiswedia.com\/beta\/wp-content\/uploads\/2017\/04\/16665569_1551238891570849_7048342548816999946_o.jpg\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"wp-image-4606 size-medium\" src=\"https:\/\/ppiswedia.org\/masakini\/wp-content\/uploads\/2017\/04\/16665569_1551238891570849_7048342548816999946_o-300x225.jpg\" alt=\"\" width=\"300\" height=\"225\" srcset=\"https:\/\/ppiswedia.org\/masakini\/wp-content\/uploads\/2017\/04\/16665569_1551238891570849_7048342548816999946_o-300x225.jpg 300w, https:\/\/ppiswedia.org\/masakini\/wp-content\/uploads\/2017\/04\/16665569_1551238891570849_7048342548816999946_o-768x576.jpg 768w, https:\/\/ppiswedia.org\/masakini\/wp-content\/uploads\/2017\/04\/16665569_1551238891570849_7048342548816999946_o-1024x768.jpg 1024w, https:\/\/ppiswedia.org\/masakini\/wp-content\/uploads\/2017\/04\/16665569_1551238891570849_7048342548816999946_o.jpg 1280w\" sizes=\"(max-width: 300px) 100vw, 300px\" \/><\/a><figcaption id=\"caption-attachment-4606\" class=\"wp-caption-text\">Go Team!<\/figcaption><\/figure>\n<p>Setelah empat\u00a0sesi plus pertandingan final, mayoritas dari kami peserta <em>crash course<\/em> ketagihan bermain <em>bandy<\/em>. Akhirnya instruktur <em>crash course<\/em> menawarkan untuk memesan arena untuk kami gunakan setiap jumat sore selama sisa musim <em>ice skating<\/em>. Tentu kami antusias menerima tawaran tersebut dan selama beberapa jumat ke depannya kami bertemu setiap sore untuk bermain <em>bandy<\/em> sampai akhirnya <em>ice rink<\/em>\u00a0ditutup pada 15 Maret, ketika cuaca sudah terlalu hangat untuk membuka <em>outdoor rink.<\/em><\/p>\n<p>Musim semi telah tiba!<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Oleh Fida Amalia Fathimah Musim dingin di Swedia bukan alasan untuk tidak berolahraga! Secara umum masyarakat Swedia adalah orang-orang yang memerhatikan kesehatan, mulai dari selalu memasak di rumah\u2014untuk menghindari\u00a0makanan cepat&#8230;<\/p>\n","protected":false},"author":4,"featured_media":4609,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_exactmetrics_skip_tracking":false,"_exactmetrics_sitenote_active":false,"_exactmetrics_sitenote_note":"","_exactmetrics_sitenote_category":0,"footnotes":""},"categories":[7,11,14],"tags":[30,41,59,72,83,97,124,125],"class_list":["post-4605","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-mahasiswa","category-tentang-swedia","category-uppsala","tag-bandy","tag-culture","tag-ice-skating","tag-kultur","tag-musim-dingin-swedia","tag-olahraga","tag-sweden","tag-swedia"],"views":379,"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/ppiswedia.org\/masakini\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/4605"}],"collection":[{"href":"https:\/\/ppiswedia.org\/masakini\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/ppiswedia.org\/masakini\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/ppiswedia.org\/masakini\/wp-json\/wp\/v2\/users\/4"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/ppiswedia.org\/masakini\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=4605"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/ppiswedia.org\/masakini\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/4605\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/ppiswedia.org\/masakini\/wp-json\/wp\/v2\/media\/4609"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/ppiswedia.org\/masakini\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=4605"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/ppiswedia.org\/masakini\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=4605"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/ppiswedia.org\/masakini\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=4605"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}