{"id":4635,"date":"2017-04-24T10:24:31","date_gmt":"2017-04-24T08:24:31","guid":{"rendered":"https:\/\/ppiswedia.com\/masakini\/?p=4635"},"modified":"2023-12-13T18:29:26","modified_gmt":"2023-12-13T17:29:26","slug":"fika-swedish-sweet-secret-to-success","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/ppiswedia.org\/masakini\/fika-swedish-sweet-secret-to-success\/","title":{"rendered":"Fika &#8211; Swedish sweet secret to success?"},"content":{"rendered":"<p>Oleh Yasmin Nabila<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Swedia \u2013 sebuah negara yang terletak di belahan bumi bagian utara. Sering diasosiasikan sebagai negara Skandinavia yang dingin dan menjadi sasaran pemburu <em>northern lights<\/em>. Swedia juga terkenal seantero dunia karena grup musik ABBA dan produk\u00a0IKEA mereka.<em>\u00a0<\/em><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Ngomong-ngomong IKEA, siapa sih\u00a0yang nggak tau IKEA? Waktu pertama kali buka di Indonesia tahun 2014, IKEA langsung <em>hits<\/em> di sosial media. Semua orang penasaran buat nyobain\u00a0<em>swedish meatballs<\/em> IKEA yang terkenal enak (dan murah) itu. IKEA juga punya daya tarik tersendiri berupa konsep unik yang khas; bangunan dengan tata letak yang\u00a0dirancang sedemikian rupa supaya para pengunjung bisa benar-benar menjelajah ke seluruh bagian toko, tidak seperti toko pada umumnya di mana pengunjung bisa bebas melihat ke bagian tertentu saja.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Di bagian ruang pameran, pengunjung dipersilakan untuk \u2019uji coba\u2019 perabotan yang ingin dibeli mulai dari tempat tidur, sofa, kursi dan lain sebagainya. Barang pilihan pun harus diambil secara mandiri di <em>self-service warehouse<\/em> yang artinya pengunjung juga harus merakitnya sendiri di rumah.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Selain IKEA, masih ada deretan inovasi Swedia yang juga mendunia seperti Skype, Spotify, H&amp;M, Ericsson, dan Cheap Monday. Bahkan di tahun 2016, <em>European Innovation Scoreboard<\/em> menobatkan Swedia\u00a0sebagai <em>innovation leader<\/em>, diikuti oleh negara tetangga seperti Denmark dan Finlandia serta Jerman dan Belanda. Berdasarkan penelitian tersebut, Swedia menunjukkan performa terbaik di segala aspek yang diuji, merefleksikan suatu negara dengan keseimbangan yang stabil di bidang penelitian dan inovasi. Kondisi kerangka keuangan\u00a0Swedia pun dianggap siap untuk mendukung berbagai aktivitas riset dan pembangunan\u00a0dengan baik.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Saat memutuskan melanjutkan studi magister di Swedia, fokus akan inovasi pun menjadi faktor yang makin memantapkan pilihan saya pada program <em>Food Technology and Nutrition<\/em> di Lund University<em>\u00a0<\/em>(LU). Beberapa merek\u00a0seperti Tetra Pak, Oatly dan Proviva merupakan wujud keberhasilan nyata dari dikembangkannya penelitian akademik di LU menjadi\u00a0<em>entrepreneurial enterprises<\/em>. Adanya <em>link<\/em> yang kuat dengan industri-industri lokal di Swedia juga memberikan para mahasiswa suatu kemudahan untuk\u00a0berinteraksi langsung dengan para profesional di bidangnya melalui pengajar undangan, kunjungan studi, juga\u00a0berbagai proyek penelitian.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Hingga pada suatu waktu, sebuah pertanyaan dan analisis yang <em>super random<\/em> muncul dalam benak saya: <i>so,\u00a0<\/i>how<em> come Swedes have such creative minds<\/em>? <em>Is it&#8230; (silent moment of intense thinking)&#8230; the coffee they drink everyday?<\/em><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Pemandangan anak muda yang sedang ngopi-ngopi cantik di kafe sekitaran kota menjadi salah satu hal yang menarik bagi saya di masa-masa awal tinggal di negara ini. Swedia memang punya budaya <i>Fika<\/i>\u00a0yang bisa diartikan sebagai\u00a0aktivitas\u00a0<em>coffee break.<\/em><em>\u00a0T<\/em><em>hough actually&#8230; fika is way, way more than that.<\/em>\u00a0Fika menjadi &#8220;alasan&#8221; bagi orang-orang Swedia untuk rileks<em>\u00a0and catch up<\/em> bareng teman atau keluarga, suatu interaksi sosial yang sudah menjadi bagian dari gaya hidup mereka. Saya pun, sebagai mahasiswa yang sudah tinggal lebih dari setengah tahun di sini, tak luput dari godaan aroma kopi dan legitnya<em> cinnamon bun<\/em>. Entah sudah kali keberapa saya ber-Fika ria dari kafe ini ke kafe itu, baik untuk sekadar\u00a0<em>hang out<\/em> bersama teman atau dengan tujuan lain seperti mengerjakan tugas. Fenomena Fika ini\u00a0terasa juga\u00a0pengaruhnya\u00a0pada intensitas ngopi saya, di mana satu-dua bulan pertama saya masih minum kopi instan yang dibawa dari Indonesia, sekarang dengan senang hati pun sanggup minum kopi pahit tanpa gula.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Kembali lagi ke pertanyaan tadi, jika mengutip kalimat yang\u00a0ditulis Maria Konnikova di\u00a0<a href=\"http:\/\/www.newyorker.com\/tech\/elements\/how-caffeine-can-cramp-creativity\">The New Yorker<\/a>,\u00a0gagasan kreatif dan solusi inovatif\u00a0seringkali muncul\u00a0ketika kita <strong>berhenti memikirkan problematika tertentu<\/strong> dan <strong>membiarkan pikiran kita beralih ke hal lain yang tak ada kaitannya<\/strong>. <em>Let your mind wanders, she said again.\u00a0<\/em>Bayangkan saja seorang seniman yang membutuhkan inspirasinya untuk mulai bekerja, inspirasi yang kadang membutuhkan kadar imajinasi tinggi. Padahal, jika melihat mekanismenya pada kopi, kafein bekerja sedemikian rupa dalam membuat tubuh kita terasa lebih segar, fokus, dan <a href=\"https:\/\/www.ncbi.nlm.nih.gov\/pubmed\/20182035\">mampu berkonsentrasi penuh<\/a>. <em>Yah, sulit dong untuk membiarkan diri hanyut dalam imajinasi? \u00a0<\/em><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Namun, proses kreatif ada hubungannya juga lho dengan ritual\u00a0kita sehari-hari.\u00a0Karena ritual &#8211; dalam hal ini meminum kopi &#8211; <a href=\"https:\/\/www.fastcompany.com\/3035281\/hit-the-ground-running\/the-importance-of-ritual-to-the-creative-process\">ternyata bisa memicu kreativitasmu<\/a>! Sebagai contoh, seorang penulis yang punya ritual minum kopi sebelum mulai menulis punya tendensi untuk lebih termotivasi dalam menuangkan isi pikirannya dalam halaman demi halaman.\u00a0Ritual Fika di Swedia dilakukan selain memang karena budaya, juga karena tingkat produktivitas sebagai hal yang dipertimbangkan. Banyak perusahaan di Swedia yang menerapkan konsep\u00a0<em><a href=\"http:\/\/www.bbc.com\/capital\/story\/20160112-in-sweden-you-have-to-stop-work-to-chat\">mandatory fika breaks<\/a>\u00a0<\/em>di tempat kerja, yang walaupun hanya 10 menit namun\u00a0dapat menjadi sarana sesama karyawan untuk ngobrol santai sambil berbagi ide. Hal ini dibuktikan dengan Swedia yang meraih peringkat 11 sebagai negara paling produktif dari 34 negara lainnya di <a href=\"http:\/\/stats.oecd.org\/Index.aspx?DataSetCode=PDB_LV\">tahun 2014<\/a>.\u00a0Mayoritas universitas di Swedia juga memiliki aturan\u00a0<em>15 minutes break<\/em> di sela-sela jam pelajaran, di mana waktu tersebut dimanfaatkan para mahasiswa untuk membeli kopi atau sekadar\u00a0mengistirahatkan pikiran sejenak.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Nah, sebenarnya gimana sih pengaruh kafein dalam kopi itu sendiri dalam membantu otak kita untuk berpikir? Apalagi tadi juga dibahas soal ritual minum kopi seorang penulis yang berpengaruh dengan kreativitas.\u00a0<a href=\"http:\/\/www.ncbi.nlm.nih.gov\/pubmed\/21824504\">Dalam sebuah penelitian<\/a> di University of East London tahun 2011, sekelompok psikolog ingin menguji efek kafein pada kemampuan pemecahan masalah dan respons emosional melalui <em>double-blind study<\/em>, di mana 88\u00a0peminum kopi diberi cangkir kopi berkafein dan tanpa kafein (decaf) secara acak. Setelah diminta menyelesaikan sebuah permainan\u00a0berupa memilah setumpuk kartu,\u00a0subjek yang meminum kafein namun diberitahu bahwa apa yang mereka minum adalah kopi decaf menunjukkan tidak adanya peningkatan kecepatan selama pengujian berlangsung. Sebaliknya, subjek yang meminum kopi decaf namun percaya\u00a0bahwa kopinya mengandung kafein terbukti lebih unggul karena mampu memilah kartu lebih cepat.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Kesimpulannya, sehebat apa pun kafein dalam kopimu, tak ada yang bisa menandingi hebatnya pikiran seorang manusia yang selalu dilatih untuk berpikir sekreatif mungkin. Sesekali, cobalah lakukan sesuatu yang spontan, jalan-jalan ke suatu tempat, coba hal baru, gunakan imajinasimu! Karena tentu saja para inovator di Swedia pun tidak serta-merta menciptakan <em>brand-brand<\/em> keren mereka hanya dengan meneguk segelas kopi.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><em>Allow your mind to wander every now and then for every cup of coffee you take<\/em> \ud83d\ude42<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Oleh Yasmin Nabila Swedia \u2013 sebuah negara yang terletak di belahan bumi bagian utara. Sering diasosiasikan sebagai negara Skandinavia yang dingin dan menjadi sasaran pemburu northern lights. Swedia juga terkenal&#8230;<\/p>\n","protected":false},"author":9,"featured_media":0,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_exactmetrics_skip_tracking":false,"_exactmetrics_sitenote_active":false,"_exactmetrics_sitenote_note":"","_exactmetrics_sitenote_category":0,"footnotes":""},"categories":[11,13],"tags":[48,72,126],"class_list":["post-4635","post","type-post","status-publish","format-standard","hentry","category-tentang-swedia","category-tips","tag-fika","tag-kultur","tag-swedish-innovation"],"views":519,"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/ppiswedia.org\/masakini\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/4635"}],"collection":[{"href":"https:\/\/ppiswedia.org\/masakini\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/ppiswedia.org\/masakini\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/ppiswedia.org\/masakini\/wp-json\/wp\/v2\/users\/9"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/ppiswedia.org\/masakini\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=4635"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/ppiswedia.org\/masakini\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/4635\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":8292,"href":"https:\/\/ppiswedia.org\/masakini\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/4635\/revisions\/8292"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/ppiswedia.org\/masakini\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=4635"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/ppiswedia.org\/masakini\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=4635"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/ppiswedia.org\/masakini\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=4635"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}