{"id":5137,"date":"2017-10-03T21:45:57","date_gmt":"2017-10-03T19:45:57","guid":{"rendered":"https:\/\/ppiswedia.com\/masakini\/?p=5137"},"modified":"2023-12-13T11:45:30","modified_gmt":"2023-12-13T10:45:30","slug":"belajar-hidup-tanpa-uang-di-swedia","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/ppiswedia.org\/masakini\/belajar-hidup-tanpa-uang-di-swedia\/","title":{"rendered":"Belajar Hidup Tanpa Uang di Swedia"},"content":{"rendered":"<p><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"aligncenter size-large wp-image-5146\" src=\"https:\/\/ppiswedia.org\/masakini\/wp-content\/uploads\/2017\/10\/Cashierless-ini-khusus-untuk-pelanggan-yang-menggunakan-pembayaran-cashless-1024x768.jpg\" alt=\"\" width=\"720\" height=\"540\" srcset=\"https:\/\/ppiswedia.org\/masakini\/wp-content\/uploads\/2017\/10\/Cashierless-ini-khusus-untuk-pelanggan-yang-menggunakan-pembayaran-cashless-1024x768.jpg 1024w, https:\/\/ppiswedia.org\/masakini\/wp-content\/uploads\/2017\/10\/Cashierless-ini-khusus-untuk-pelanggan-yang-menggunakan-pembayaran-cashless-300x225.jpg 300w, https:\/\/ppiswedia.org\/masakini\/wp-content\/uploads\/2017\/10\/Cashierless-ini-khusus-untuk-pelanggan-yang-menggunakan-pembayaran-cashless-768x576.jpg 768w\" sizes=\"(max-width: 720px) 100vw, 720px\" \/><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Bagi pelajar Indonesia yang menempuh pendidikan di Swedia mungkin istilah \u201c<\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">cashless<\/span><\/i> <i><span style=\"font-weight: 400;\">society<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">\u201d udah nggak asing lagi. Kalau rajin baca berita dari negara kita, hal ini menjadi salah satu wacana yang tak henti-hentinya menjadi pembahasan hangat di media-media tanah air. Pemerintah Indonesia saat ini juga sedang gencar-gencarnya mengkampanyekan Gerakan Nasional Non Tunai (GNNT), atau bisa dikenal juga dengan \u201c<\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">cashless<\/span><\/i> <i><span style=\"font-weight: 400;\">society<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">\u201d. Isu hangat tersebut berkisar dari biaya <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">top-up<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> kartu <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">e-money<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">, pembebasan biaya penggunaan kartu kredit hingga pemberlakuan pembayaran non-tunai di hampir semua jalan tol di Indonesia.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Uang merupakan salah satu sistem pembayaran yang terus berevolusi mulai dari bentuk koin dan uang kertas, cek\/giro, kartu kredit\/ATM, <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">e-money<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">, <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">e-wallet<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> hingga <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">virtual currency<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> seperti <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">bitcoin<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">. Dengan perkembangan jaman yang sangat cepat, sistem pembayaran \u201c<\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">cashless<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">\u201d memiliki banyak keuntungan, seperti lebih praktis karena nggak perlu repot bawa uang tunai untuk bertransaksi. Selain itu, biaya transaksi secara <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">cashless<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> juga tidak mahal dan bisa memudahkan kita dalam memantau histori transaksi.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Berdasarkan <\/span><a href=\"https:\/\/www.citibank.com\/icg\/sa\/digital_symposium\/digital_money_index\/\"><i><span style=\"font-weight: 400;\">Digital Money Index 2017<\/span><\/i><\/a><span style=\"font-weight: 400;\">, kesiapan <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">cashless<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> atau <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">digital money <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">suatu negara ditentukan oleh faktor-faktor antara lain dukungan pemerintah dan pasar, infrastruktur teknologi dan finansial, kemudahan penggunaan <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">digital money<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> dan juga kecenderungan masyarakatnya untuk beradaptasi. Dalam indeks ini, Swedia merupakan negara di kawasan Nordic dengan peringkat tertinggi di antara Denmark, Norwegia dan Finlandia dalam hal kesiapan dan pelaksanaan <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">digital money<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> serta menjadi peringkat keenam di dunia. Saat ini masyarakat Swedia sudah cukup terbiasa menggunakan sistem non-tunai di hampir seluruh transaksi, mulai dari belanja di supermarket sampai beli es krim di kedai pinggir jalan.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Sebagaimana dilansir media online <\/span><a href=\"https:\/\/www.theguardian.com\/business\/2016\/jun\/04\/sweden-cashless-society-cards-phone-apps-leading-europe\"><i><span style=\"font-weight: 400;\">The Guardian<\/span><\/i><\/a><span style=\"font-weight: 400;\">, bank sentral Swedia, <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">The Riksbank,<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> mengungkapkan bahwa nilai transaksi tunai di Swedia pada tahun 2015 tidaklah lebih dari 2% jika dihitung dari total keseluruhan transaksi di negara tersebut. Hingga tahun 2020, transaksi tunai di Swedia pun ditargetkan hanya mencapai 0,5% dari total transaksi. Pusat perbelanjaan maupun pertokoan di Swedia juga hanya menunjukan nilai transaksi tunai kurang dari 20%, dimana angka ini cukup jauh di bawah rata-rata transaksi tunai secara global, yaitu 75%. Hal yang lebih mengejutkan lagi, ternyata sebanyak 900 dari 1600 bank di Swedia sudah tidak menyimpan uang tunai maupun melayani setoran uang tunai. <\/span><\/p>\n<p><b>Hidup tanpa uang tunai <\/b><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Sebagai pelajar yang merantau untuk belajar ke luar negeri, khususnya Swedia, hidup tanpa uang tunai merupakan proses penyesuaian terhadap nilai-nilai budaya setempat. Di masa awal hidup di Swedia saya sempat cukup lama menyimpan uang tunai dalam bentuk Swedish Krona (SEK) di dalam dompet. Namun, dengan banyaknya transaksi yang dilakukan secara <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">cashless<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> di berbagai tempat, saya pun memutuskan untuk tidak lagi menyimpan uang tunai dalam jumlah yang terlalu banyak. Biasanya saya menyimpan sekitar 50-100 SEK saja untuk beberapa toko yang masih membutuhkan uang tunai walau nyatanya bisa tidak terpakai sampai berhari-hari karena jarang dibutuhkan. Hidup di negara yang serba <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">cashless,<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> kuncinya adalah memiliki rekening bank. Mulai dari belanja di supermarket, isi ulang atau membeli kartu transportasi, bayar taksi, isi ulang pulsa, makan di kantin kampus, semua dilakukan dengan kartu debit\/kredit bank baik Visa maupun Mastercard dengan sistem PIN yang kurang lebih hampir sama dengan di Indonesia.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Salah satu hal yang membuat <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">cashless<\/span><\/i> <i><span style=\"font-weight: 400;\">system <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">di Swedia berbeda dengan Indonesia adalah penggunaan aplikasi di <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">handphone<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> sebagai sistem pembayaran. Konsepnya sama seperti aplikasi transportasi daring yang sedang\u00a0sangat digemari masyarakat\u00a0Indonesia saat ini (Go-Jek atau GrabBike), namun bedanya kita menggunakan aplikasi tersebut untuk transportasi umum seperti bus atau kereta. <\/span><span style=\"font-weight: 400;\">Memanfaatkan sistem <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">online banking<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> dan mendaftarkannya pada aplikasi, tiket dapat langsung dibeli dalam bentuk <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">QR code <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">yang nantinya bisa di-<\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">scan<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> pada <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">QR reader<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> di dalam bus atau kereta. Bahkan untuk kereta jarak jauh milik Swedia yang bernama SJ, kita tidak perlu repot untuk mencetak tiket karena <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">QR code <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">bisa ditunjukkan selama pemeriksaan tiket. <\/span><\/p>\n<figure id=\"attachment_5141\" aria-describedby=\"caption-attachment-5141\" style=\"width: 502px\" class=\"wp-caption aligncenter\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"wp-image-5141\" src=\"https:\/\/ppiswedia.org\/masakini\/wp-content\/uploads\/2017\/10\/Mesin-self-printing-dengan-scan-barcode-untuk-pembayaran-non-tunai-di-bioskop-Swedia--792x1024.jpg\" alt=\"\" width=\"502\" height=\"649\" srcset=\"https:\/\/ppiswedia.org\/masakini\/wp-content\/uploads\/2017\/10\/Mesin-self-printing-dengan-scan-barcode-untuk-pembayaran-non-tunai-di-bioskop-Swedia--792x1024.jpg 792w, https:\/\/ppiswedia.org\/masakini\/wp-content\/uploads\/2017\/10\/Mesin-self-printing-dengan-scan-barcode-untuk-pembayaran-non-tunai-di-bioskop-Swedia--232x300.jpg 232w, https:\/\/ppiswedia.org\/masakini\/wp-content\/uploads\/2017\/10\/Mesin-self-printing-dengan-scan-barcode-untuk-pembayaran-non-tunai-di-bioskop-Swedia--768x993.jpg 768w, https:\/\/ppiswedia.org\/masakini\/wp-content\/uploads\/2017\/10\/Mesin-self-printing-dengan-scan-barcode-untuk-pembayaran-non-tunai-di-bioskop-Swedia-.jpg 1507w\" sizes=\"(max-width: 502px) 100vw, 502px\" \/><figcaption id=\"caption-attachment-5141\" class=\"wp-caption-text\">Mesin cetak tiket mandiri di bioskop SF Bio<\/figcaption><\/figure>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Hal yang sama berlaku untuk nonton film di bioskop, cukup beli lewat aplikasi <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">SF Bio<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> dan kita tinggal mencetaknya sendiri di mesin yang ada di bioskop. Berbelanja di supermarket pun bisa dilakukan secara mandiri dengan <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">self-scanning<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> di <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">cashier-less store<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">. Hampir semua supermarket di Swedia memiliki <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">cashier-less store<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> seperti ICA, WILLY\u2019s, COOP sampai IKEA dimana mayoritas hanya menyediakan <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">cashless payment<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> menggunakan kartu debit\/kredit.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"aligncenter size-large wp-image-5140\" src=\"https:\/\/ppiswedia.org\/masakini\/wp-content\/uploads\/2017\/10\/Mesin-Cashier-Less-di-ICA-Supermarket-1024x768.jpg\" alt=\"\" width=\"720\" height=\"540\" srcset=\"https:\/\/ppiswedia.org\/masakini\/wp-content\/uploads\/2017\/10\/Mesin-Cashier-Less-di-ICA-Supermarket-1024x768.jpg 1024w, https:\/\/ppiswedia.org\/masakini\/wp-content\/uploads\/2017\/10\/Mesin-Cashier-Less-di-ICA-Supermarket-300x225.jpg 300w, https:\/\/ppiswedia.org\/masakini\/wp-content\/uploads\/2017\/10\/Mesin-Cashier-Less-di-ICA-Supermarket-768x576.jpg 768w\" sizes=\"(max-width: 720px) 100vw, 720px\" \/><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"aligncenter size-large wp-image-5143\" src=\"https:\/\/ppiswedia.org\/masakini\/wp-content\/uploads\/2017\/10\/Sekitar-8-mesin-cashierless-disediakan-untuk-pembayaran-non-tunai--1024x768.jpg\" alt=\"\" width=\"720\" height=\"540\" srcset=\"https:\/\/ppiswedia.org\/masakini\/wp-content\/uploads\/2017\/10\/Sekitar-8-mesin-cashierless-disediakan-untuk-pembayaran-non-tunai--1024x768.jpg 1024w, https:\/\/ppiswedia.org\/masakini\/wp-content\/uploads\/2017\/10\/Sekitar-8-mesin-cashierless-disediakan-untuk-pembayaran-non-tunai--300x225.jpg 300w, https:\/\/ppiswedia.org\/masakini\/wp-content\/uploads\/2017\/10\/Sekitar-8-mesin-cashierless-disediakan-untuk-pembayaran-non-tunai--768x576.jpg 768w\" sizes=\"(max-width: 720px) 100vw, 720px\" \/><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"aligncenter size-large wp-image-5145\" src=\"https:\/\/ppiswedia.org\/masakini\/wp-content\/uploads\/2017\/10\/Cashierless-dis-Willys-Supermarket-768x1024.jpg\" alt=\"\" width=\"720\" height=\"960\" srcset=\"https:\/\/ppiswedia.org\/masakini\/wp-content\/uploads\/2017\/10\/Cashierless-dis-Willys-Supermarket-768x1024.jpg 768w, https:\/\/ppiswedia.org\/masakini\/wp-content\/uploads\/2017\/10\/Cashierless-dis-Willys-Supermarket-225x300.jpg 225w, https:\/\/ppiswedia.org\/masakini\/wp-content\/uploads\/2017\/10\/Cashierless-dis-Willys-Supermarket.jpg 1600w\" sizes=\"(max-width: 720px) 100vw, 720px\" \/><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Bank-bank di Swedia tidak memiliki sistem transaksi dengan <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">e-money<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> seperti di Indonesia, namun Swedia punya aplikasi <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">mobile payment<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> untuk transaksi antar nomor <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">handphone<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> yang bernama SWISH. Konsepnya cukup sederhana, yaitu transfer ke sesama nomor telepon (<\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">person to person payment<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">) secara <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">real-time<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> dan terkonfirmasi. Saat ini SWISH menjadi <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">mobile payment<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> yang paling populer di Swedia, dapat digunakan untuk berbagai macam pembayaran di beberapa toko, restoran, kedai kopi, <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">street food<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> sampai ongkos potong rambut. SWISH juga menjadi sangat praktis digunakan untuk <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">shared expense<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> seperti patungan makan di luar bersama teman-teman karena kamu bisa transfer dengan nominal-nominal ganjil seperti 63 SEK atau 47 SEK, sesuai dengan harga yang harus dibagi per orangnya. Oh iya, transaksi tersebut juga bebas biaya lho!<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Kalo teman-teman penasaran dan bertanya-tanya tentang keamanan transaksi non-tunai di Swedia, jawabannya adalah sangat aman. Di Swedia semua transaksi pembayaran membutuhkan verifikasi dengan token digital maupun dalam bentuk aplikasi bernama <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">BankID<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">. <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">BankID<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> memiliki konsep yang mirip dengan token, bedanya <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">BankID<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> tersedia dalam bentuk aplikasi saja. Semua transaksi <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">mobile banking<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> dan SWISH membutuhkan verifikasi melalui <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">BankID<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">. <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">One app to verify all transactions<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">! Verifikasi bisa dilakukan menggunakan PIN atau melalui <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">fingerprint scan<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> untuk pengguna beberapa <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">smartphone<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Setahun di Swedia membuat saya merasakan banyaknya kemudahan sistem non-tunai (<\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">cashless<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">). Awalnya memang gak biasa, namun ketika sudah merasakan manfaatnya, ternyata <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">cashless transaction <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">sangatlah memudahkan hidup saya<\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">.<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> Semua transaksi dapat tercatat dengan mudah sehingga saya tau pengeluaran setiap waktunya. Harapan saya semoga ketika kembali ke tanah air, sistem non-tunai sudah mulai disosialisasikan dengan baik sebagaimana banyaknya negara-negara maju dimana \u2018cashless is king.\u2019 \ud83d\ude42 <\/span><\/p>\n<pre>Ditulis oleh:\nMarlodieka - Helsingborg\nMaster of Science in Strategic Communication\nLund University - Campus Helsingborg<\/pre>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Bagi pelajar Indonesia yang menempuh pendidikan di Swedia mungkin istilah \u201ccashless society\u201d udah nggak asing lagi. Kalau rajin baca berita dari negara kita, hal ini menjadi salah satu wacana yang&#8230;<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":5146,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_exactmetrics_skip_tracking":false,"_exactmetrics_sitenote_active":false,"_exactmetrics_sitenote_note":"","_exactmetrics_sitenote_category":0,"footnotes":""},"categories":[11,13],"tags":[],"class_list":["post-5137","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-tentang-swedia","category-tips"],"views":1206,"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/ppiswedia.org\/masakini\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/5137"}],"collection":[{"href":"https:\/\/ppiswedia.org\/masakini\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/ppiswedia.org\/masakini\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/ppiswedia.org\/masakini\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/ppiswedia.org\/masakini\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=5137"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/ppiswedia.org\/masakini\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/5137\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":8269,"href":"https:\/\/ppiswedia.org\/masakini\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/5137\/revisions\/8269"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/ppiswedia.org\/masakini\/wp-json\/wp\/v2\/media\/5146"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/ppiswedia.org\/masakini\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=5137"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/ppiswedia.org\/masakini\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=5137"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/ppiswedia.org\/masakini\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=5137"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}