{"id":5173,"date":"2017-10-08T20:45:09","date_gmt":"2017-10-08T18:45:09","guid":{"rendered":"https:\/\/ppiswedia.com\/masakini\/?p=5173"},"modified":"2017-10-08T20:45:09","modified_gmt":"2017-10-08T18:45:09","slug":"bersua-ikea-di-tempat-ia-bermula","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/ppiswedia.org\/masakini\/bersua-ikea-di-tempat-ia-bermula\/","title":{"rendered":"Bersua IKEA di Tempat Ia Bermula"},"content":{"rendered":"<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Berkesempatan tinggal di Malm\u00f6, Swedia, bersama suami yang sedang menyelesaikan studi, tentunya menjadi kesempatan emas untuk lebih mengenal beberapa nama besar yang identik. Mulai dari H&amp;M, Volvo, Scania, Spotify, Electrolux, Thule, Fjall Raven, Hasselblad, Cheap Monday, Absolut Vodka, Koenigsegg, hingga IKEA.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Pada penghujung musim panas lalu, kami memutuskan untuk mengunjungi Museum IKEA yang berlokasi di kota kecil \u00c4lmhult. Dari Malm\u00f6, kota tempat tinggal kami, jaraknya sekitar 130 km dan seharusnya bisa ditempuh dalam 90 menit. Namun perjalanan menjadi sangat panjang dan dipenuhi dengan kebingungan. Ternyata kereta yang seharusnya dapat membawa penumpang ke tempat tujuan sedang tidak beroperasi karena ada perbaikan rel, sehingga kami harus berpindah moda, kereta-bus-kereta. #phew<\/span><\/p>\n<figure id=\"attachment_5183\" aria-describedby=\"caption-attachment-5183\" style=\"width: 720px\" class=\"wp-caption aligncenter\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"wp-image-5183 size-large\" src=\"https:\/\/ppiswedia.org\/masakini\/wp-content\/uploads\/2017\/10\/DSF6188-1024x683.jpg\" alt=\"\" width=\"720\" height=\"480\" srcset=\"https:\/\/ppiswedia.org\/masakini\/wp-content\/uploads\/2017\/10\/DSF6188-1024x683.jpg 1024w, https:\/\/ppiswedia.org\/masakini\/wp-content\/uploads\/2017\/10\/DSF6188-300x200.jpg 300w, https:\/\/ppiswedia.org\/masakini\/wp-content\/uploads\/2017\/10\/DSF6188-768x512.jpg 768w\" sizes=\"(max-width: 720px) 100vw, 720px\" \/><figcaption id=\"caption-attachment-5183\" class=\"wp-caption-text\">Kereta menjadi moda transportasi yang utama. Hajat hidup ratusan ribu orang terganggu jika ada masalah<\/figcaption><\/figure>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Jadilah kami berangkat bermodal nekat dan <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">ngoboi<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">. Saya (<\/span><a href=\"http:\/\/www.taniailyas.com\/\"><span style=\"font-weight: 400;\">Tania Ilyas<\/span><\/a><span style=\"font-weight: 400;\">) dan suami sepakat buat nyantai aja, kalo ga kekejar ikut\u00a0<\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">tour guide\u00a0<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">yang\u00a0<\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">fre<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">e yasudah kita bisa ke sana lihat-lihat sendiri. Sama seperti ada <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">free guided tour<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> di kota-kota besar Eropa, di museum pun biasanya ada <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">free guided tour. <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">Jadi jika mau lebih hemat, kita bisa cek jadwal ini sebelum berkunjung. Pastikan juga apakah perlu registrasi sebelumnya.\u00a0<\/span><span style=\"font-weight: 400;\">Kami berangkat dari Stasiun Triangeln sekitar pukul 08.40. Sampai stasiun terlambat 5 menit untuk bisa naik kereta yang langsung menuju kota tetangga, Lund, tapi ternyata bisa juga naik kereta p<\/span><span style=\"font-weight: 400;\">\u0227<\/span><span style=\"font-weight: 400;\">gat<\/span><span style=\"font-weight: 400;\">\u0227<\/span><span style=\"font-weight: 400;\">g. Perjalanan sekitar 20 menit, sampai di Lund kami lanjut naik bus jurusan H\u00e4sselholm. Nah, perjalanan\u00a0<\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">by bus<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">\u00a0ini yang memakan waktu cukup lama sekitar 1,5 jam-2 jam, namun saya kurang tahu pasnya karena ketiduran di bus sepanjang perjalanan. Alhamdulillah Alya, putri kami, juga tidur dengan lelap.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Selama musim panas, perusahaan jasa transportasi Swedia, Sk<\/span><span style=\"font-weight: 400;\">\u0227<\/span><span style=\"font-weight: 400;\">netrafiken, memberikan promo kartu (tiket langganan) bus dan kereta terusan yang bisa berlaku di seantero Provinsi Sk<\/span><span style=\"font-weight: 400;\">\u0227<\/span><span style=\"font-weight: 400;\">ne, namanya Jojosommar. Namun karena \u00c4lmhult sudah masuk provinsi lain yaitu Sm<\/span><span style=\"font-weight: 400;\">\u0227<\/span><span style=\"font-weight: 400;\">land, sesampainya di H\u00e4sselholm sekitar pukul 11.00, kami langsung masuk stasiun dan beli tiket untuk Osby-\u00c4lmhult.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Jika diingat kembali, perjalanan ini menjadi seru karena tidak terencana, apalagi saat itu aplikasi perjalanan sedang tidak berfungsi optimal karena ada perbaikan rel. Ditambah ketidaktahuan soal harus beli tiket tambahan, hingga mencari kursi kosong di bus yang selalu penuh pengungsi kereta hehe.\u00a0<\/span><span style=\"font-weight: 400;\">Stasiun \u00c4lmhult ternyata dekat sekali dengan Museum IKEA, hanya jalan kaki sekitar 100 meter. Dari jauh sudah terlihat IKEA Hotel, jika belok ke kanan terlihatlah papan ke IKEA Museum. Museum ini adalah tempat dimana\u00a0<\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">first store<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">\u00a0IKEA didirikan, dan \u00c4lmhult sendiri adalah\u00a0<\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">hometown\u00a0<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">dari\u00a0<\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">founder<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">\u00a0IKEA, Ingvar Kamprad. Alhamdulillah sampai!<\/span><\/p>\n<figure id=\"attachment_5182\" aria-describedby=\"caption-attachment-5182\" style=\"width: 446px\" class=\"wp-caption aligncenter\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"wp-image-5182 \" src=\"https:\/\/ppiswedia.org\/masakini\/wp-content\/uploads\/2017\/10\/DSF6177-683x1024.jpg\" alt=\"\" width=\"446\" height=\"669\" srcset=\"https:\/\/ppiswedia.org\/masakini\/wp-content\/uploads\/2017\/10\/DSF6177-683x1024.jpg 683w, https:\/\/ppiswedia.org\/masakini\/wp-content\/uploads\/2017\/10\/DSF6177-200x300.jpg 200w, https:\/\/ppiswedia.org\/masakini\/wp-content\/uploads\/2017\/10\/DSF6177-768x1152.jpg 768w\" sizes=\"(max-width: 446px) 100vw, 446px\" \/><figcaption id=\"caption-attachment-5182\" class=\"wp-caption-text\">Gedung Museum IKEA dengan desain yang efisien dan multifungsi<\/figcaption><\/figure>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Biaya masuk yaitu SEK 60 per orang (&lt; Rp 100 ribu), sedangkan Alyaka belum bayar. Resto atau K\u00f6ket (kitchen) menjadi tujuan pertama karena kami semua sangat lapar. Di resto kami memesan Swedish\u00a0<\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">shrimp salad, Mexican Meatball, Salmon meatball\u00a0<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">dan<\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">\u00a0strawberry smoothie.\u00a0<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">Untuk air mineral, teh dan kopi gratis dan bisa <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">refill<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> sepuasnya. Kami ga pesan <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">swedish meatball<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> atau <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">vegetarian meatball<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> karena sudah pernah incip di IKEA Malm\u00f6. Harga per porsi untuk\u00a0<\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">meatball<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">nya adalah SEK 70, relatif murah untuk harga makanan di resto. Saladnya enak sekali, segar, dan Alyaka suka. Dua\u00a0<\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">main dish<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">es-nya punya rasa dan karakter yang beda; <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">Mexican meatball-<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">nya saua deskripsikan sebagai <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">dish<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> yang &#8216;berani, <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">freestyle&#8217;<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> sedangkan <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">Salmon Meatball<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">-nya lebih &#8216;kalem dan anggun.\u2019 Hahaha kok bisa ya pake anggun?! Ya kira-kira begitu deh.\u00a0<\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">Later we found out<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">\u00a0saat di museum kenapa IKEA memilih\u00a0<\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">meatball<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">\u00a0atau bakso sebagai\u00a0<\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">main dish<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">\u00a0di restonya, karena rasanya bisa variatif dan dari anak kecil sampai orangtua pun bisa makan. Dan kenapa akhirnya IKEA, yang dimulai dari toko furnitur bisa merambah ke punya resto juga? Jawabannya adalah karena dulu, pelanggan yang datang sering harus pulang karena lapar di jam makan. Makanya mereka akhirnya bikin resto sekalian, jadi ada becandaan: makan di resto di toko perabotan. Haha. Di depan museum juga ada IKEA Hotel yang sejak dulu ada untuk mengakomodir kebutuhan akomodasi rekan bisnis IKEA yang datang dari jauh. Bukti <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">shohih<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> bahwa memuliakan pembeli memang salah satu kunci berdagang.<\/span><\/p>\n<figure id=\"attachment_5175\" aria-describedby=\"caption-attachment-5175\" style=\"width: 465px\" class=\"wp-caption aligncenter\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"wp-image-5175\" src=\"https:\/\/ppiswedia.org\/masakini\/wp-content\/uploads\/2017\/10\/DSF6006-683x1024.jpg\" alt=\"\" width=\"465\" height=\"697\" srcset=\"https:\/\/ppiswedia.org\/masakini\/wp-content\/uploads\/2017\/10\/DSF6006-683x1024.jpg 683w, https:\/\/ppiswedia.org\/masakini\/wp-content\/uploads\/2017\/10\/DSF6006-200x300.jpg 200w, https:\/\/ppiswedia.org\/masakini\/wp-content\/uploads\/2017\/10\/DSF6006-768x1152.jpg 768w\" sizes=\"(max-width: 465px) 100vw, 465px\" \/><figcaption id=\"caption-attachment-5175\" class=\"wp-caption-text\">Makan siang di toko perabotan<\/figcaption><\/figure>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Selesai makan kami langsung masuk ke museum. Museum terbagi menjadi tiga bagian yaitu &#8220;Our Roots&#8221;, &#8220;Our Story&#8221; dan &#8220;Your Story&#8221;. Di bagian &#8220;Our Roots&#8221; diceritakan awal mula sejarah kebangkitan Swedia pasca-perang dunia kedua, serta bagaimana hal ini memotivasi pengembangan bisnis IKEA menjadi seperti sekarang. Dulu seusai perang negara, Swedia ini miskin sekali, banyak warganya yang akhirnya migrasi ke Amerika. FYI, banyak di antara korban kecelakaan kapal Titanic yang merupakan warga Swedia. Di tengah keterpurukan itu mereka berusaha memanfaatkan segala sumber daya yang ada, sampai akhirnya mereka bisa mulai bangkit. Pemerintah mengeluarkan imbauan agar setiap rumah dibangun dengan efisien, dan harus rapi serta bersih. Semenjak itulah Swedia berkembang jadi negara yang maju dan teratur seperti sekarang ini.<\/span><\/p>\n<figure id=\"attachment_5177\" aria-describedby=\"caption-attachment-5177\" style=\"width: 624px\" class=\"wp-caption aligncenter\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"wp-image-5177 \" src=\"https:\/\/ppiswedia.org\/masakini\/wp-content\/uploads\/2017\/10\/DSF6061-1024x683.jpg\" alt=\"\" width=\"624\" height=\"416\" srcset=\"https:\/\/ppiswedia.org\/masakini\/wp-content\/uploads\/2017\/10\/DSF6061-1024x683.jpg 1024w, https:\/\/ppiswedia.org\/masakini\/wp-content\/uploads\/2017\/10\/DSF6061-300x200.jpg 300w, https:\/\/ppiswedia.org\/masakini\/wp-content\/uploads\/2017\/10\/DSF6061-768x512.jpg 768w\" sizes=\"(max-width: 624px) 100vw, 624px\" \/><figcaption id=\"caption-attachment-5177\" class=\"wp-caption-text\">Konsep demokratis juga aplikatif dalam desain<\/figcaption><\/figure>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Salut banget ya, hanya dalam waktu sekitar 80 tahun mereka bisa reformasi sedemikian rupa. Karena hal ini pula orang yang dianggap tetua di Swedia menjadi sangat dihormati karena merekalah yang membentuk negara ini menjadi seperti sekarang. Nah, di sini juga diceritakan tentang masa kecil Ingvar Kamprad hingga awal mula dia mendirikan IKEA.<\/span><\/p>\n<figure id=\"attachment_5174\" aria-describedby=\"caption-attachment-5174\" style=\"width: 419px\" class=\"wp-caption aligncenter\"><a href=\"http:\/\/instagram.com\/hafidznovalsyah\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"wp-image-5174\" src=\"https:\/\/ppiswedia.org\/masakini\/wp-content\/uploads\/2017\/10\/DSF2292-683x1024.jpg\" alt=\"\" width=\"419\" height=\"628\" srcset=\"https:\/\/ppiswedia.org\/masakini\/wp-content\/uploads\/2017\/10\/DSF2292-683x1024.jpg 683w, https:\/\/ppiswedia.org\/masakini\/wp-content\/uploads\/2017\/10\/DSF2292-200x300.jpg 200w, https:\/\/ppiswedia.org\/masakini\/wp-content\/uploads\/2017\/10\/DSF2292-768x1152.jpg 768w, https:\/\/ppiswedia.org\/masakini\/wp-content\/uploads\/2017\/10\/DSF2292.jpg 1000w\" sizes=\"(max-width: 419px) 100vw, 419px\" \/><\/a><figcaption id=\"caption-attachment-5174\" class=\"wp-caption-text\">Buku, souvenir yang sering dicibir di era digital<\/figcaption><\/figure>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Masuk ke bagian kedua &#8220;Our Story&#8221;, kita bisa melihat-lihat cerita berjalannya perusahaan ini dari awal berdiri hingga sekarang. Ada juga <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">display <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">dari produk-produk ikonik mereka yang disertai informasi tahun dibukanya cabang-cabang lain di seluruh dunia. Sekitar tahun 70-an, mereka bahkan sudah kepikiran tentang\u00a0<\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">Integrated Marketing Communication<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">, sebuah konsep yang didasari oleh keinginan mereka untuk membuat katalog International di samping fakta bahwa logo IKEA sendiri di tiap negara masih berbeda-beda, bahkan di Jerman logonya dilengkapi dengan helm Viking. Sebagai anak <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">advertising,<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> saya dibuat &#8216;waw&#8217; sekali dengan pemikiran-pemikiran dan inovasi yang dilakukan perusahaan ini. Ga heran mereka\u00a0<\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">established<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">\u00a0sekali dan punya <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">brand image <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">yang positif &#8211; sampai-sampai banyak yang jadi IKEA <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">freak<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> ya :p Di bagian ini kalian juga bisa foto ala-ala sampul katalog IKEA dan langsung di<\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">-print<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> jadi.<\/span><\/p>\n<figure id=\"attachment_5179\" aria-describedby=\"caption-attachment-5179\" style=\"width: 605px\" class=\"wp-caption aligncenter\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"wp-image-5179 \" src=\"https:\/\/ppiswedia.org\/masakini\/wp-content\/uploads\/2017\/10\/DSF6066-1024x683.jpg\" alt=\"\" width=\"605\" height=\"403\" srcset=\"https:\/\/ppiswedia.org\/masakini\/wp-content\/uploads\/2017\/10\/DSF6066-1024x683.jpg 1024w, https:\/\/ppiswedia.org\/masakini\/wp-content\/uploads\/2017\/10\/DSF6066-300x200.jpg 300w, https:\/\/ppiswedia.org\/masakini\/wp-content\/uploads\/2017\/10\/DSF6066-768x512.jpg 768w\" sizes=\"(max-width: 605px) 100vw, 605px\" \/><figcaption id=\"caption-attachment-5179\" class=\"wp-caption-text\">Tas ikonik yang menjadi populer karena fungsional<\/figcaption><\/figure>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Di bagian ketiga, &#8220;Your Story&#8221;, ada cerita dari para pengguna produk IKEA. Cerita tentang bagaimana mereka menggunakan produk IKEA dalam keseharian mereka, yang tentunya juga sangat menarik. Oiya di lantai 1, ada ruangan khusus untuk\u00a0<\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">craft<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">\u00a0dan kreativitas anak-anak, juga disediakan minuman dan <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">microwave<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">. Jangan kuatir juga kalau bawa\u00a0<\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">pushchair<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">\u00a0atau <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">stroller<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> karena liftnya tersedia sampai ke setiap lantai.<\/span><\/p>\n<figure id=\"attachment_5178\" aria-describedby=\"caption-attachment-5178\" style=\"width: 615px\" class=\"wp-caption aligncenter\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"wp-image-5178\" src=\"https:\/\/ppiswedia.org\/masakini\/wp-content\/uploads\/2017\/10\/DSF6065-1024x683.jpg\" alt=\"\" width=\"615\" height=\"411\" srcset=\"https:\/\/ppiswedia.org\/masakini\/wp-content\/uploads\/2017\/10\/DSF6065-1024x683.jpg 1024w, https:\/\/ppiswedia.org\/masakini\/wp-content\/uploads\/2017\/10\/DSF6065-300x200.jpg 300w, https:\/\/ppiswedia.org\/masakini\/wp-content\/uploads\/2017\/10\/DSF6065-768x512.jpg 768w\" sizes=\"(max-width: 615px) 100vw, 615px\" \/><figcaption id=\"caption-attachment-5178\" class=\"wp-caption-text\">Penataan kreatif seperti di film Inception. Kursi roda dan tongkat sekaligus kursi portable tersedia gratis<\/figcaption><\/figure>\n<figure id=\"attachment_5176\" aria-describedby=\"caption-attachment-5176\" style=\"width: 602px\" class=\"wp-caption aligncenter\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"wp-image-5176 \" src=\"https:\/\/ppiswedia.org\/masakini\/wp-content\/uploads\/2017\/10\/DSF6025-1024x683.jpg\" alt=\"\" width=\"602\" height=\"402\" srcset=\"https:\/\/ppiswedia.org\/masakini\/wp-content\/uploads\/2017\/10\/DSF6025-1024x683.jpg 1024w, https:\/\/ppiswedia.org\/masakini\/wp-content\/uploads\/2017\/10\/DSF6025-300x200.jpg 300w, https:\/\/ppiswedia.org\/masakini\/wp-content\/uploads\/2017\/10\/DSF6025-768x512.jpg 768w\" sizes=\"(max-width: 602px) 100vw, 602px\" \/><figcaption id=\"caption-attachment-5176\" class=\"wp-caption-text\">Fasilitas audio visual di Museum IKEA<\/figcaption><\/figure>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Ada total 2 lantai untuk museum, 2 lantai untuk pameran, serta untuk toko juga restoran. Pameran sementara yang sedang berlangsung saat itu adalah &#8220;Textile Playground&#8221;, yang tentunya sangat membuat saya\u00a0<\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">excited<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">\u00a0untuk berjelajah! Di sana kami bisa menciptakan motif sendiri, belajar tentang sejarah tekstil dan\u00a0<\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">pattern<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">\u00a0di Swedia, sampai mencoba membuat\u00a0<\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">apron, tote bag<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">, dan\u00a0<\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">cushion cover.<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">\u00a0Terakhir kali saya menggambar pola, menggunting kain, dan menjahit terasa seperti\u00a0<\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">decades<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">\u00a0<\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">ago<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">\u00a0jadi agak kagok, tapi\u00a0<\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">overall<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">\u00a0saya sangat senang menemukan eksibisi yang menjadi minat saya, karena itu tekstil, dan kesempatan untuk punya kegiatan menarik. Hasil kerajinan tangannya boleh dibawa pulang, dan tentunya gratis. Memang penting sekali untuk mengecek jadwal pameran sementara saat berencana mengunjungi museum.<\/span><\/p>\n<figure id=\"attachment_5181\" aria-describedby=\"caption-attachment-5181\" style=\"width: 602px\" class=\"wp-caption aligncenter\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"wp-image-5181\" src=\"https:\/\/ppiswedia.org\/masakini\/wp-content\/uploads\/2017\/10\/DSF6132-1024x683.jpg\" alt=\"\" width=\"602\" height=\"401\" srcset=\"https:\/\/ppiswedia.org\/masakini\/wp-content\/uploads\/2017\/10\/DSF6132-1024x683.jpg 1024w, https:\/\/ppiswedia.org\/masakini\/wp-content\/uploads\/2017\/10\/DSF6132-300x200.jpg 300w, https:\/\/ppiswedia.org\/masakini\/wp-content\/uploads\/2017\/10\/DSF6132-768x512.jpg 768w\" sizes=\"(max-width: 602px) 100vw, 602px\" \/><figcaption id=\"caption-attachment-5181\" class=\"wp-caption-text\">Temporal exhibition: Textile playground, yeay!<\/figcaption><\/figure>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Sekitar jam 04.30, kami memutuskan untuk pulang. Menggunakan rute yang sama, bahkan ayahnya Alyaka harus berdiri sepanjang perjalanan dari H\u00e4ssleholm &#8211; Lund di atas bus dan Alyaka sempat rewel karena sudah masuk jam makan malam. Akhirnya, kami sampai di Lund dan sempat\u00a0<\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">strolling around<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">\u00a0Lund Station terlebih dahulu. Kami naik kereta menuju Triangeln station dan sampai di rumah sekitar jam 08.00. Malam itu semuanya tidur lelap, capeeek! Tapi semuanya\u00a0<\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">worth it<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">. Kami belajar banyak dari jatuh-bangun bisnis Ingvar Kamprad dan betapa visionernya beliau. Salut.<\/span><\/p>\n<figure id=\"attachment_5180\" aria-describedby=\"caption-attachment-5180\" style=\"width: 555px\" class=\"wp-caption aligncenter\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"wp-image-5180\" src=\"https:\/\/ppiswedia.org\/masakini\/wp-content\/uploads\/2017\/10\/DSF6079-1024x683.jpg\" alt=\"\" width=\"555\" height=\"371\" srcset=\"https:\/\/ppiswedia.org\/masakini\/wp-content\/uploads\/2017\/10\/DSF6079-1024x683.jpg 1024w, https:\/\/ppiswedia.org\/masakini\/wp-content\/uploads\/2017\/10\/DSF6079-300x200.jpg 300w, https:\/\/ppiswedia.org\/masakini\/wp-content\/uploads\/2017\/10\/DSF6079-768x512.jpg 768w\" sizes=\"(max-width: 555px) 100vw, 555px\" \/><figcaption id=\"caption-attachment-5180\" class=\"wp-caption-text\">Pesan mendalam dari Ingvar Kamvprad, demi kejayaan di masa depan<\/figcaption><\/figure>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Semoga perjalanan ini dapat memberi pelajaran untuk kami, dan informatif buat kalian yang mau ke \u00c4lmhult kapan-kapan. Percayalah, 4 jam pulang pergi dari Malm\u00f6 ini ga akan kami sesali \ud83d\ude42 <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">Official website<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> untuk IKEA museum bisa diklik\u00a0<\/span><span style=\"font-weight: 400;\"><a href=\"https:\/\/ikeamuseum.com\/\">di sini<\/a>.\u00a0<\/span><span style=\"font-weight: 400;\">Dan kalau mau lihat-lihat foto lain bisa cek di\u00a0<\/span><span style=\"font-weight: 400;\"><a href=\"https:\/\/www.instagram.com\/p\/BWWxbo1j25r\/?taken-by=taniailyas\">instagramku<\/a>\u00a0atau\u00a0<\/span><span style=\"font-weight: 400;\">instagram Mas Hafidz yang <\/span><span style=\"font-weight: 400;\"><a href=\"https:\/\/www.instagram.com\/p\/BWaTtCsFOuR\/?taken-by=hafidznovalsyah\">ini<\/a>\u00a0<\/span><span style=\"font-weight: 400;\">dan <\/span><a href=\"https:\/\/www.instagram.com\/p\/BWZriPnlMtO\/?taken-by=hafidznovalsyah\"><span style=\"font-weight: 400;\">ini<\/span><\/a><span style=\"font-weight: 400;\">.<\/span><span style=\"font-weight: 400;\"> Thank you!<\/span><span style=\"font-weight: 400;\"><br \/>\n<\/span><\/p>\n<pre>Ditulis oleh:\nTania Ilyas (diaspora Indonesia di kota Malm\u00f6)\n\nFoto oleh:\n<a href=\"http:\/\/instagram.com\/hafidznovalsyah\">Hafidz Novalsyah<\/a><\/pre>\n<p style=\"text-align: justify;\">\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Berkesempatan tinggal di Malm\u00f6, Swedia, bersama suami yang sedang menyelesaikan studi, tentunya menjadi kesempatan emas untuk lebih mengenal beberapa nama besar yang identik. Mulai dari H&amp;M, Volvo, Scania, Spotify, Electrolux,&#8230;<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":5179,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_exactmetrics_skip_tracking":false,"_exactmetrics_sitenote_active":false,"_exactmetrics_sitenote_note":"","_exactmetrics_sitenote_category":0,"footnotes":""},"categories":[8,11],"tags":[],"class_list":["post-5173","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-malmo","category-tentang-swedia"],"views":442,"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/ppiswedia.org\/masakini\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/5173"}],"collection":[{"href":"https:\/\/ppiswedia.org\/masakini\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/ppiswedia.org\/masakini\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/ppiswedia.org\/masakini\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/ppiswedia.org\/masakini\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=5173"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/ppiswedia.org\/masakini\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/5173\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/ppiswedia.org\/masakini\/wp-json\/wp\/v2\/media\/5179"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/ppiswedia.org\/masakini\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=5173"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/ppiswedia.org\/masakini\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=5173"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/ppiswedia.org\/masakini\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=5173"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}