{"id":5192,"date":"2017-10-10T15:46:23","date_gmt":"2017-10-10T13:46:23","guid":{"rendered":"https:\/\/ppiswedia.com\/masakini\/?p=5192"},"modified":"2023-12-13T11:42:14","modified_gmt":"2023-12-13T10:42:14","slug":"study-visit-ke-ornskoldsvik","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/ppiswedia.org\/masakini\/study-visit-ke-ornskoldsvik\/","title":{"rendered":"Study Visit ke \u00d6rnsk\u00f6ldsvik"},"content":{"rendered":"<p style=\"text-align: justify;\"><b> <\/b><span style=\"font-weight: 400;\">Sedikitnya ada tiga pertimbangan kenapa saya mengambil mata kuliah <\/span><a href=\"https:\/\/www.kth.se\/student\/kurser\/kurs\/KF2460?l=en\"><i><span style=\"font-weight: 400;\">Bio Fibre Chemistry<\/span><\/i><\/a><span style=\"font-weight: 400;\"> pada awal perkuliahan tahun pertama studi master saya di KTH Royal Institute of Technology. Pertama, ilmu yang dipelajari ialah seputar <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">wood technology<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> atau teknologi yang berkaitan dengan pengelolaan hasil hutan, dimana sekitar 46% wilayah Indonesia adalah hutan. Lalu yang kedua, ada juga pembahasan soal <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">biorefinery,<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> yaitu pemanfaatan biomassa yang merupakan salah satu aplikasi <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">green technology<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> sebagai pengganti bahan bakar fosil. Dan yang ketiga: <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">study trip<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">!<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Pada hari pertama perkuliahan, <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">study trip<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> atau <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">study visit <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">dijelaskan sebagai kegiatan di luar kampus untuk mengetahui secara langsung penerapan teori di dunia industri. Sifatnya tidak wajib dan kami tidak perlu merogoh saku sepeser pun, artinya segala biaya mulai dari transportasi hingga akomodasi ditanggung oleh pihak kampus. Para mahasiswa yang ingin mengikuti <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">study visit<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> dipersilakan untuk mendaftarkan diri melalui <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">link <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">yang telah diberikan, dengan catatan jika sudah mendaftar tidak diperbolehkan mundur dengan alasan apapun.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><i><span style=\"font-weight: 400;\">Study visit<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> tersebut dilaksanakan pada tanggal 4-5 Oktober 2017. Sebanyak 25 orang mahasiswa ikut serta dalam <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">study visit<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> ini, termasuk saya, didampingi seorang dosen dan asisten laboratorium yang merupakan mahasiswi PhD. Perjalanan dimulai dari Arlanda Airport menuju Ume\u00e5 Airport dengan pesawat Norwegian Air pada jam penerbangan 08.30 pagi. Setibanya di Ume\u00e5, kami lanjut naik bus menuju \u00d6rnsk\u00f6ldsvik dengan waktu tempuh kurang lebih 1,5 jam. Setelah itu, kami makan siang sebelum berlanjut ke acara inti.<\/span><\/p>\n<figure id=\"attachment_5193\" aria-describedby=\"caption-attachment-5193\" style=\"width: 648px\" class=\"wp-caption aligncenter\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"wp-image-5193\" src=\"https:\/\/ppiswedia.org\/masakini\/wp-content\/uploads\/2017\/10\/1.-Landing-di-Ume\u00e5-Airport-1024x768.jpg\" alt=\"\" width=\"648\" height=\"486\" srcset=\"https:\/\/ppiswedia.org\/masakini\/wp-content\/uploads\/2017\/10\/1.-Landing-di-Ume\u00e5-Airport-1024x768.jpg 1024w, https:\/\/ppiswedia.org\/masakini\/wp-content\/uploads\/2017\/10\/1.-Landing-di-Ume\u00e5-Airport-300x225.jpg 300w, https:\/\/ppiswedia.org\/masakini\/wp-content\/uploads\/2017\/10\/1.-Landing-di-Ume\u00e5-Airport-768x576.jpg 768w\" sizes=\"(max-width: 648px) 100vw, 648px\" \/><figcaption id=\"caption-attachment-5193\" class=\"wp-caption-text\">Landing di Ume\u00e5 Airport<\/figcaption><\/figure>\n<p><b>Hari Pertama<\/b><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">\u00d6rnsk\u00f6ldsvik adalah kota yang berada di Swedia bagian utara. Di tempat ini terdapat kawasan industri terintegrasi yang berhubungan dengan pengelolaan sumber daya hutan. Selama perjalanan darat ke kota ini, kami disuguhi pemandangan pohon-pohon pinus dan cemara, serta pepohonan <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">birch<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> yang daunnya sudah menguning. Udara terasa sedikit lebih dingin jika dibandingkan tempat tinggal saya, Stockholm, dimana pada siang hari temperatur udara di Stockholm biasanya masih berkisar 12-14<\/span><span style=\"font-weight: 400;\">o<\/span><span style=\"font-weight: 400;\">C (saat ini sedang musim gugur), sedangkan suhu di \u00d6rnsk\u00f6ldsvik antara 8-10<\/span><span style=\"font-weight: 400;\">o<\/span><span style=\"font-weight: 400;\">C. Walaupun perbedaannya hanya beberapa digit, saya merasa tempat ini lebih dingin. <\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Tepat jam setengah satu siang, kami berkumpul di aula untuk sesi presentasi dari beberapa perusahaan. Presentasi pertama diisi oleh <a href=\"http:\/\/www.domsjo.adityabirla.com\">Domsj\u00f6 Fabriker<\/a>, perusahaan yang bergerak di bidang <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">biorefinery<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">. Produk utamanya adalah selulosa, lignin, dan bioetanol dengan aplikasi beragam; misalnya selulosa untuk bahan tekstil, lignin untuk bahan bangunan dan bioetanol untuk bahan bakar. Bahan baku yang mereka gunakan adalah pohon jenis<\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\"> softwood <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">seperti pinus dan cemara yang merupakan ciri khas tumbuhan yang sesuai dengan kondisi iklim Swedia. Domsj\u00f6 sendiri merupakan bagian dari Aditya Birla Group, perusahaan multinasional yang berbasis di India.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Setelah presentasi yang berlangsung kurang lebih 45 menit, kami melakukan <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">factory tour<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">. Sebelum masuk area pabrik, kami dibekali dengan rompi, helm serta perangkat audio sejenis <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">headset<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> untuk mendengar penjelasan dari pemandu. Secara umum, saya berpendapat bahwa gambaran pabrik yang saya lihat tidak jauh berbeda dengan pabrik di Indonesia, seperti tata letak atau komputerisasi mesinnya. Poin penting yang jadi catatan saya adalah proses produksi perusahaan ini yang <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">environmentally friendly<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> alias ramah lingkungan. Salah satu ciri yang kasat mata adalah kondisi sungai di dekat pabrik yang begitu jernih karena mereka menggunakan proses <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">bleaching<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> yang bebas klorin dengan siklus daur ulang.<\/span><\/p>\n<figure id=\"attachment_5195\" aria-describedby=\"caption-attachment-5195\" style=\"width: 675px\" class=\"wp-caption aligncenter\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"wp-image-5195\" src=\"https:\/\/ppiswedia.org\/masakini\/wp-content\/uploads\/2017\/10\/3.-Factory-Tour-di-Domsj\u00f6-Fabriker-1024x768.jpg\" alt=\"\" width=\"675\" height=\"506\" srcset=\"https:\/\/ppiswedia.org\/masakini\/wp-content\/uploads\/2017\/10\/3.-Factory-Tour-di-Domsj\u00f6-Fabriker-1024x768.jpg 1024w, https:\/\/ppiswedia.org\/masakini\/wp-content\/uploads\/2017\/10\/3.-Factory-Tour-di-Domsj\u00f6-Fabriker-300x225.jpg 300w, https:\/\/ppiswedia.org\/masakini\/wp-content\/uploads\/2017\/10\/3.-Factory-Tour-di-Domsj\u00f6-Fabriker-768x576.jpg 768w\" sizes=\"(max-width: 675px) 100vw, 675px\" \/><figcaption id=\"caption-attachment-5195\" class=\"wp-caption-text\">Factory tour di Domsj\u00f6 Fabriker<\/figcaption><\/figure>\n<figure id=\"attachment_5196\" aria-describedby=\"caption-attachment-5196\" style=\"width: 674px\" class=\"wp-caption aligncenter\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"wp-image-5196 \" src=\"https:\/\/ppiswedia.org\/masakini\/wp-content\/uploads\/2017\/10\/4.-Product-Display-di-Domsj\u00f6-Fabriker-1024x768.jpg\" alt=\"\" width=\"674\" height=\"505\" srcset=\"https:\/\/ppiswedia.org\/masakini\/wp-content\/uploads\/2017\/10\/4.-Product-Display-di-Domsj\u00f6-Fabriker-1024x768.jpg 1024w, https:\/\/ppiswedia.org\/masakini\/wp-content\/uploads\/2017\/10\/4.-Product-Display-di-Domsj\u00f6-Fabriker-300x225.jpg 300w, https:\/\/ppiswedia.org\/masakini\/wp-content\/uploads\/2017\/10\/4.-Product-Display-di-Domsj\u00f6-Fabriker-768x576.jpg 768w\" sizes=\"(max-width: 674px) 100vw, 674px\" \/><figcaption id=\"caption-attachment-5196\" class=\"wp-caption-text\">Product display di Domsj\u00f6 Fabriker<\/figcaption><\/figure>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Pukul 14.45 waktu setempat, kami berkumpul lagi di aula untuk presentasi berikutnya dari perusahaan <a href=\"http:\/\/www.more.se\/en\/\">MoRe Research<\/a>, yaitu lembaga riset yang fokus risetnya berkaitan dengan <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">pulp <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">dan<\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\"> paper industry<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">. Hal yang dilakukan oleh lembaga ini adalah melakukan uji coba melalui <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">pilot project<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> sebelum diaplikasikan menjadi <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">demo plant,<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> atau dengan kata lain menguji dengan skala laboratorium sebelum diaplikasikan ke skala pabrik atau skala industri. Usai presentasi yang berlangsung kurang lebih 15 menit, kami pun diajak untuk <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">research tour<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Ruangan pertama yang dikunjungi adalah ruang <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">pilot project<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> untuk produksi <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">viscose staple fiber<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">, sementara ruangan kedua adalah <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">pilot project<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> untuk produksi kertas. Para peneliti di sini melakukan uji coba produk berdasarkan permintaan <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">customer<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">. Sebagai contoh, suatu produk akan dibuat dengan komposisi bahan tertentu sesuai dengan efisiensi dana, lantas seperti apa efektivitas proses dan sifat produk yang dihasilkan? Maka aspek inilah yang diteliti. Pada dasarnya, kedua ruangan ini adalah uji coba skala kecil sebelum diaplikasikan ke skala besar. Yang lebih istimewa adalah ruangan ketiga.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Ruangan ketiga digunakan sebagai uji coba <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">pilot project<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> untuk proses-proses yang berkaitan dengan <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">biorefinery<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">. Ada salah satu proses yang mengolah batang pohon menjadi makanan ikan. Secara kimia, batang pohon mengandung glukosa, sedangkan makanan ikan mengandung protein. Melalui proses fermentasi glukosa tersebut dapat diubah menjadi protein tinggi. Secara tidak langsung, ikan pun dapat mengonsumsi batang pohon. Hal ini dijelaskan sebagai produk samping dari <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">biorefinery<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">. Saat ini, budidaya ikan perairan mengalami peningkatan sehingga terjadi peningkatan pula pada makanan ikan. <a href=\"https:\/\/www.youtube.com\/watch?v=-5PouqdMOIE\">Proses ini<\/a> mencoba menjawab permintaan pasar dengan solusi yang lebih efisien secara proses dan harga, serta yang tak kalah penting juga bersifat ramah lingkungan. FYI, ruangan ketiga ini milik lembaga riset lain alias bukan milik perusahaan MoRe Research. Selengkapnya akan saya ceritakan di acara hari kedua ya.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Sebenarnya masih ada beberapa ruangan lain yang belum sempat dikunjungi dalam sesi <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">research tour<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> karena keterbatasan waktu dan tentunya masih ada pula beberapa pertanyaan kami yang belum terjawab. Saya mengamati bahwa salah satu budaya positif di Swedia adalah soal menghargai waktu, hal ini pun diterapkan saat pelaksanaan <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">study visit <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">kami. Ketika di jadwal tertulis bahwa pukul 16.30 adalah waktunya meninggalkan lokasi menuju penginapan, semuanya pun berlangsung dengan tepat waktu. Maka demikianlah akhir dari <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">study visit<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> kami pada hari pertama.<\/span><\/p>\n<figure id=\"attachment_5198\" aria-describedby=\"caption-attachment-5198\" style=\"width: 679px\" class=\"wp-caption aligncenter\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"wp-image-5198\" src=\"https:\/\/ppiswedia.org\/masakini\/wp-content\/uploads\/2017\/10\/6.-View-Pagi-Hari-di-Penginapan-1024x768.jpg\" alt=\"\" width=\"679\" height=\"509\" srcset=\"https:\/\/ppiswedia.org\/masakini\/wp-content\/uploads\/2017\/10\/6.-View-Pagi-Hari-di-Penginapan-1024x768.jpg 1024w, https:\/\/ppiswedia.org\/masakini\/wp-content\/uploads\/2017\/10\/6.-View-Pagi-Hari-di-Penginapan-300x225.jpg 300w, https:\/\/ppiswedia.org\/masakini\/wp-content\/uploads\/2017\/10\/6.-View-Pagi-Hari-di-Penginapan-768x576.jpg 768w\" sizes=\"(max-width: 679px) 100vw, 679px\" \/><figcaption id=\"caption-attachment-5198\" class=\"wp-caption-text\">View pagi hari di penginapan<\/figcaption><\/figure>\n<p><b>Hari Kedua<\/b><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Usai berbenah diri dan sarapan pagi, bus tiba jam setengah sembilan di penginapan. Tepat pukul 08.40 waktu setempat, bus membawa kami kembali ke lokasi <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">study visit<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">. Dan sesuai jadwal, yaitu pukul 09.00 waktu setempat, acara pun dilanjutkan lagi dengan sesi presentasi dari perusahaan lainnya. Presentasi ketiga adalah <a href=\"http:\/\/www.processum.se\/en\/\">Processum<\/a>, sebuah lembaga riset yang fokus risetnya terkait dengan <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">biorefinery<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">. Ingat dengan ruangan ketiga yang memproduksi pelet ikan dari batang pohon? Nah, lembaga inilah yang meneliti produk tersebut. Di lembaga ini, dilakukan uji coba untuk menghasilkan inovasi dalam bentuk produk baru atau penyempurnaan produk berbasis sumber daya hutan dengan pendekatan <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">biorefinery<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> atau konversi biomassa.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Poin penting dari presentasi MoRe Research (hari pertama) dan Processum (hari kedua) yang menjadi catatan saya adalah adanya benang merah yang menghubungkan antara dunia akademik, industri, dan kebutuhan masyarakat. Peran lembaga riset di sini adalah mencari solusi terbaik ketika ada permasalahan atau tantangan di dunia industri. Perkembangan zaman yang begitu dinamis membuat segala sesuatunya tidak bisa dilakukan jika harus berjalan sendiri-sendiri. Oleh karena itu, sinergi antara dunia akademik, industri, dan kebutuhan masyarakat harus berjalan seimbang dalam bentuk kolaborasi yang berkelanjutan.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Presentasi keempat diisi oleh <a href=\"http:\/\/www.sekab.com\/\">SEKAB<\/a>, perusahaan yang bergerak di bidang pengolahan bioetanol menjadi <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">green chemicals<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> (bahan kimia ramah lingkungan) dan<\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\"> biofuel<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> (bahan bakar hayati). Bioetanol yang diproduksi oleh Domsj\u00f6 Fabriker sebelumnya akan diproses lebih lanjut oleh SEKAB. Konsep perusahaan ini sederhana namun fundamental, dimulai dari sejumlah pertanyaan mendasar: apa yang bisa dilakukan dengan sumber daya hutan dan apa yang bisa dilakukan untuk mengganti ketergantungan pada bahan bakar fosil.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\"><a href=\"https:\/\/www.akzonobel.com\/\">AkzoNobel<\/a> menjadi perusahaan yang mengisi presentasi kelima. Mereka bergerak di bidang pengolahan <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">cellulose derivatives<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> menjadi bahan-bahan kimia untuk keperluan industri (cat dan pelapis). Sebagian selulosa yang diproduksi oleh Domsj\u00f6 Fabriker sebelumnya akan diolah lagi jadi bahan-bahan industri oleh AkzoNobel. Sesi presentasi dari perusahaan multinasional yang berbasis di Belanda ini menjadi penutup rangkaian <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">company presentation<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> dalam study visit kami ke \u00d6rnsk\u00f6ldsvik. Kami kemudian makan siang sebelum bertolak ke lokasi berikutnya.<\/span><\/p>\n<figure id=\"attachment_5199\" aria-describedby=\"caption-attachment-5199\" style=\"width: 683px\" class=\"wp-caption aligncenter\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"wp-image-5199\" src=\"https:\/\/ppiswedia.org\/masakini\/wp-content\/uploads\/2017\/10\/7.-Company-Presentation-dari-Akzo-Nobel-1024x768.jpg\" alt=\"\" width=\"683\" height=\"512\" srcset=\"https:\/\/ppiswedia.org\/masakini\/wp-content\/uploads\/2017\/10\/7.-Company-Presentation-dari-Akzo-Nobel-1024x768.jpg 1024w, https:\/\/ppiswedia.org\/masakini\/wp-content\/uploads\/2017\/10\/7.-Company-Presentation-dari-Akzo-Nobel-300x225.jpg 300w, https:\/\/ppiswedia.org\/masakini\/wp-content\/uploads\/2017\/10\/7.-Company-Presentation-dari-Akzo-Nobel-768x576.jpg 768w\" sizes=\"(max-width: 683px) 100vw, 683px\" \/><figcaption id=\"caption-attachment-5199\" class=\"wp-caption-text\">Company presentation dari AkzoNobel<\/figcaption><\/figure>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Pukul 13.00 waktu setempat, bus yang membawa kami tiba di Gide\u00e5, sebuah daerah yang berlokasi di antara \u00d6rnsk\u00f6ldsvik dan Ume\u00e5. Di sini terdapat <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">plant nursery<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> atau kawasan yang diperuntukkan bagi aktivitas persemaian bibit pohon. Nuansa hijau begitu memanjakan kedua mata. Kawasan ini dikelola oleh sebuah perusahaan yang bernama <a href=\"https:\/\/www.holmen.com\/en\/\">Holmen<\/a>. Bibit perlu disemaikan terlebih dulu untuk penyesuaian dengan kondisi sebenarnya pertumbuhan tanaman. Kami diperkenalkan pada bibit pinus dan cemara sejak masih benih hingga sudah berkecambah atau sudah tumbuh daunnya. Bagi saya sendiri, agak susah dan gampang membedakan keduanya, sebab morfologinya hampir sama.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Lebih lanjut di sini, kami juga dijelaskan sistem manajemen dalam proses pembibitan terkait kondisi empat musim di Swedia, misalnya apa yang terjadi dan harus dilakukan ketika lahan pembibitan ditutupi oleh salju. Setelah mendapatkan presentasi singkat, kami bergegas untuk melakukan observasi lahan, mulai dari gudang, <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">green house<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> sampai ke lahan terbuka. Menurut saya, aktivitas terpenting adalah saat bibit disemaikan di <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">green house<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> karena terdapat perlakuan untuk temperatur dan pencahayaan tertentu agar bibit dapat tumbuh dengan kondisi seoptimal mungkin, seperti penyiraman air otomatis dan modifikasi malam buatan.<\/span><\/p>\n<figure id=\"attachment_5200\" aria-describedby=\"caption-attachment-5200\" style=\"width: 677px\" class=\"wp-caption aligncenter\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"wp-image-5200\" src=\"https:\/\/ppiswedia.org\/masakini\/wp-content\/uploads\/2017\/10\/8.-Greenhouse-di-Gide\u00e5-Plant-Nursery-1024x768.jpg\" alt=\"\" width=\"677\" height=\"508\" srcset=\"https:\/\/ppiswedia.org\/masakini\/wp-content\/uploads\/2017\/10\/8.-Greenhouse-di-Gide\u00e5-Plant-Nursery-1024x768.jpg 1024w, https:\/\/ppiswedia.org\/masakini\/wp-content\/uploads\/2017\/10\/8.-Greenhouse-di-Gide\u00e5-Plant-Nursery-300x225.jpg 300w, https:\/\/ppiswedia.org\/masakini\/wp-content\/uploads\/2017\/10\/8.-Greenhouse-di-Gide\u00e5-Plant-Nursery-768x576.jpg 768w\" sizes=\"(max-width: 677px) 100vw, 677px\" \/><figcaption id=\"caption-attachment-5200\" class=\"wp-caption-text\">Greenhouse di Gide\u00e5 Plant Nursery<\/figcaption><\/figure>\n<figure id=\"attachment_5201\" aria-describedby=\"caption-attachment-5201\" style=\"width: 679px\" class=\"wp-caption aligncenter\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"wp-image-5201 \" src=\"https:\/\/ppiswedia.org\/masakini\/wp-content\/uploads\/2017\/10\/9.-Persemaian-Bibit-di-Gide\u00e5-Plant-Nursery-1024x768.jpg\" alt=\"\" width=\"679\" height=\"509\" srcset=\"https:\/\/ppiswedia.org\/masakini\/wp-content\/uploads\/2017\/10\/9.-Persemaian-Bibit-di-Gide\u00e5-Plant-Nursery-1024x768.jpg 1024w, https:\/\/ppiswedia.org\/masakini\/wp-content\/uploads\/2017\/10\/9.-Persemaian-Bibit-di-Gide\u00e5-Plant-Nursery-300x225.jpg 300w, https:\/\/ppiswedia.org\/masakini\/wp-content\/uploads\/2017\/10\/9.-Persemaian-Bibit-di-Gide\u00e5-Plant-Nursery-768x576.jpg 768w\" sizes=\"(max-width: 679px) 100vw, 679px\" \/><figcaption id=\"caption-attachment-5201\" class=\"wp-caption-text\">Persemaian bibit di Gide\u00e5 Plant Nursery<\/figcaption><\/figure>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Tepat jam 14.30, rangkaian acara inti <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">study visit<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> pun selesai. Bus membawa kami kembali ke Ume\u00e5 Airport untuk pulang ke Stockholm dengan pesawat Norwegian Air pukul 16.50 sore. Sepanjang perjalanan di bus, saya mencoba untuk <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">review<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> segala sesuatu yang terjadi dalam dua hari terakhir ini. Banyak pembelajaran yang diperoleh. Saya bersyukur bisa mendapatkan kesempatan untuk belajar di luar negeri, dalam hal ini di Swedia. Suatu hari nanti, penerapan <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">sustainability and green technology<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> yang saya lihat di sini semoga bisa melengkapi apa yang sudah ada di negeri sendiri. Tentu ini bukan tugas dan pekerjaan saya semata, melainkan kita bersama-sama untuk bersatu dan berkarya.<\/span><\/p>\n<pre>Ditulis oleh:\nAhmad Satria Budiman - Stockholm\nMacromolecular Materials\nMaster Program - KTH Royal Institute of Technology<\/pre>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Sedikitnya ada tiga pertimbangan kenapa saya mengambil mata kuliah Bio Fibre Chemistry pada awal perkuliahan tahun pertama studi master saya di KTH Royal Institute of Technology. Pertama, ilmu yang dipelajari&#8230;<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":5196,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_exactmetrics_skip_tracking":false,"_exactmetrics_sitenote_active":false,"_exactmetrics_sitenote_note":"","_exactmetrics_sitenote_category":0,"footnotes":""},"categories":[7,10,11],"tags":[71,78,122],"class_list":["post-5192","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-mahasiswa","category-stockholm","category-tentang-swedia","tag-kuliah-di-swedia","tag-mahasiswa","tag-study-visit"],"views":948,"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/ppiswedia.org\/masakini\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/5192"}],"collection":[{"href":"https:\/\/ppiswedia.org\/masakini\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/ppiswedia.org\/masakini\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/ppiswedia.org\/masakini\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/ppiswedia.org\/masakini\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=5192"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/ppiswedia.org\/masakini\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/5192\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":8268,"href":"https:\/\/ppiswedia.org\/masakini\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/5192\/revisions\/8268"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/ppiswedia.org\/masakini\/wp-json\/wp\/v2\/media\/5196"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/ppiswedia.org\/masakini\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=5192"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/ppiswedia.org\/masakini\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=5192"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/ppiswedia.org\/masakini\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=5192"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}