{"id":5241,"date":"2017-10-26T16:02:29","date_gmt":"2017-10-26T14:02:29","guid":{"rendered":"https:\/\/ppiswedia.com\/masakini\/?p=5241"},"modified":"2017-10-26T16:02:29","modified_gmt":"2017-10-26T14:02:29","slug":"belajar-maritim-di-gerbang-lautan-baltik","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/ppiswedia.org\/masakini\/belajar-maritim-di-gerbang-lautan-baltik\/","title":{"rendered":"Belajar Maritim di Gerbang Lautan Baltik"},"content":{"rendered":"<p style=\"text-align: justify;\"><b><\/b><span style=\"font-weight: 400;\">Kereta itu membawa saya melintasi jalur bawah laut Selat \u00d8resund yang merupakan gerbang Laut Baltik di sempadan antara Denmark dan Swedia, hingga kemudian naik melalui pulau buatan di Kanal Flint menuju Jembatan \u00d8resund sepanjang 7.8 km untuk mencapai Kota Malm\u00f6. Seketika terlihat pemandangan laut yang membiru, kapal lalu lalang dan kincir angin yang berputar mengikuti perangai angin untuk menghidupkan sebagian masyarakat Kota Malm\u00f6, kota dimana catatan perjuangan saya yang baru akan bermula pada September ini.<\/span><\/p>\n<figure id=\"attachment_5243\" aria-describedby=\"caption-attachment-5243\" style=\"width: 696px\" class=\"wp-caption aligncenter\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"wp-image-5243 \" src=\"https:\/\/ppiswedia.org\/masakini\/wp-content\/uploads\/2017\/10\/Namira-1024x768.jpg\" alt=\"\" width=\"696\" height=\"522\" srcset=\"https:\/\/ppiswedia.org\/masakini\/wp-content\/uploads\/2017\/10\/Namira-1024x768.jpg 1024w, https:\/\/ppiswedia.org\/masakini\/wp-content\/uploads\/2017\/10\/Namira-300x225.jpg 300w, https:\/\/ppiswedia.org\/masakini\/wp-content\/uploads\/2017\/10\/Namira-768x576.jpg 768w, https:\/\/ppiswedia.org\/masakini\/wp-content\/uploads\/2017\/10\/Namira.jpg 1600w\" sizes=\"(max-width: 696px) 100vw, 696px\" \/><figcaption id=\"caption-attachment-5243\" class=\"wp-caption-text\">Jembatan \u00d8resund yang menghubungkan antar kota Malmo, Swedia dan Copenhagen, Denmark<\/figcaption><\/figure>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Kemegahan arsitektur di kota paling selatan Swedia ini diramaikan oleh pemandangan\u00a0beberapa\u00a0<\/span><span style=\"font-weight: 400;\">orang tua yang membawa anaknya kemana-mana menggunakan kereta dorong dan\u00a0tidak sedikit pula terlihat para anak yang membawa orangtua mereka menggunakan kursi roda untuk sekedar menikmati panorama di sekitar kota. <\/span><\/p>\n<figure id=\"attachment_5244\" aria-describedby=\"caption-attachment-5244\" style=\"width: 720px\" class=\"wp-caption aligncenter\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"wp-image-5244 size-large\" src=\"https:\/\/ppiswedia.org\/masakini\/wp-content\/uploads\/2017\/10\/Kelas-WMU_Baso-Hamdani-1024x683.jpg\" alt=\"\" width=\"720\" height=\"480\" srcset=\"https:\/\/ppiswedia.org\/masakini\/wp-content\/uploads\/2017\/10\/Kelas-WMU_Baso-Hamdani-1024x683.jpg 1024w, https:\/\/ppiswedia.org\/masakini\/wp-content\/uploads\/2017\/10\/Kelas-WMU_Baso-Hamdani-300x200.jpg 300w, https:\/\/ppiswedia.org\/masakini\/wp-content\/uploads\/2017\/10\/Kelas-WMU_Baso-Hamdani-768x512.jpg 768w\" sizes=\"(max-width: 720px) 100vw, 720px\" \/><figcaption id=\"caption-attachment-5244\" class=\"wp-caption-text\">Mahasiswa Baru dari Indonesia di World Maritime University<\/figcaption><\/figure>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Bagi saya yang besar di kawasan pesisir, menuntut ilmu di universitas yang fokus pada bidang laut menjadi dambaan saya sejak masih di usia belia, namun hal ini bukan lagi menjadi imaji belaka saat ini. Sejak tahun 1983,<\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\"> United Nations,\u00a0<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">dalam hal ini <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">International Maritime Organization (IMO) <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">memilih kota Malm\u00f6 sebagai pusat belajar khusus untuk bidang maritim, yaitu World Maritime University. Di kampus ini, saya memilih jurusan Ocean Sustainability, Governance and Management (OSGM) karena latar belakang saya yang pernah bekerja di Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) dan Destructive Fishing Watch (DFW) dimana lebih banyak bersentuhan dengan perihal tersebut. Caruk maruk tata kelola dan manajemen laut yang saya dapatkan ketika bekerja di lapangan dan berinteraksi langsung\u00a0dengan masyarakat menjadi salah satu sumber alasan utama saya kenapa memilih jurusan tersebut. Harapan saya semoga ilmu ini nantinya bisa bermanfaat bagi diri sendiri dan mampu berkontribusi banyak untuk Indonesia.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Terkait kerjasama, perguruan tinggi ini juga memiliki MoU dengan Kementerian Koordinator Maritim Indonesia untuk memberikan kesempatan sebanyak 15 orang bagi generasi muda Indonesia. Diharapkan kerjasama ini bisa membuahkan hasil yang baik sehingga kuota belajar sebanyak 15 orang ini bisa dipenuhi oleh Kemenko setidaknya untuk tahun-tahun berikutnya. Tahun ini, saya bersama tujuh generasi muda lainnya menjadi beberapa yang beruntung untuk mendapat kesempat belajar disini, dimana tiga dari kami didukung secara finansial\u00a0oleh beasiswa LPPD, tiga orang dari beasiswa Pelindo serta satu orang dari beasiswa IMO. \u00a0Sekedar informasi, beasiswa lainnya yang didapat oleh mahasiswa yang kuliah di WMU adalah Sasakawa Scholarship yang merupakan salah satu sponsor utama WMU. <\/span><\/p>\n<figure id=\"attachment_5242\" aria-describedby=\"caption-attachment-5242\" style=\"width: 720px\" class=\"wp-caption aligncenter\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"wp-image-5242 size-large\" src=\"https:\/\/ppiswedia.org\/masakini\/wp-content\/uploads\/2017\/10\/Kelas_Baso-Hamdani-1024x683.jpg\" alt=\"\" width=\"720\" height=\"480\" srcset=\"https:\/\/ppiswedia.org\/masakini\/wp-content\/uploads\/2017\/10\/Kelas_Baso-Hamdani-1024x683.jpg 1024w, https:\/\/ppiswedia.org\/masakini\/wp-content\/uploads\/2017\/10\/Kelas_Baso-Hamdani-300x200.jpg 300w, https:\/\/ppiswedia.org\/masakini\/wp-content\/uploads\/2017\/10\/Kelas_Baso-Hamdani-768x512.jpg 768w\" sizes=\"(max-width: 720px) 100vw, 720px\" \/><figcaption id=\"caption-attachment-5242\" class=\"wp-caption-text\">Suasana belajar di WMU<\/figcaption><\/figure>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Selama masa orientasi kampus, saya berkesempatan membentuk kedekatan bersama mahasiswa dari berbagai bangsa dan negara yang berbeda. Waktu seminggu begitu terasa melelahkan karena padatnya jadwal orientasi yang tentu sangat menguras tenaga dan pikiran. Pada periode tersebut, kegiatan dimulai dari pukul 09.30 hingga pukul 15.30 dengan hanya rehat makan siang selama satu jam. Orientasi kampus kami dimulai dari pengenalan staf dan kampus. Selanjutnya, kami juga diberi kesempatan untuk melihat semua fasilitas kampus seperti perpustakaan, penggunaan teknologi yang terintergrasi dengan kampus dan apartemen mahasiswa. Setelah itu, dilanjutkan dengan penjelasan sistem <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">health care<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> yang dijalankan oleh pemerintah Swedia seperti asuransi kesehatan, pelayanan kesehatan, fasilitas kesehatan pemerintah setempat yang kami harus datangi saat sakit serta pengenalan penyakit menular yang bisa terjadi. Yang paling menarik pada orientasi kampus adalah <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">survival course<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> bahasa Swedia. Diharapkan kami mampu berkomunikasi dengan masyarakat lokal atau ketika dibutuhkan serta mempelajari budaya setempat. Lidah terasa tertekuk ketika mengucapkan kosa kata yang tentu tidak familiar bagi kami&#8230; Uniknya lagi bahasa Swedia memiliki alfabet tersendiri sehingga menjadi ilmu baru bagi kami. Dua hari terakhir kami terlibat kegiatan bersama antara mahasiswa-mahasiswa sebelumnya melalui koordinasi <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">Student Council. <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">Kegiatan ini dilaksanakan di S\u00f6der\u00e5sen National Park dengan aktivitas seperti <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">outbond<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> dan hiking di bukit-bukit terdekat. <\/span><\/p>\n<figure id=\"attachment_5252\" aria-describedby=\"caption-attachment-5252\" style=\"width: 704px\" class=\"wp-caption aligncenter\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"wp-image-5252\" src=\"https:\/\/ppiswedia.com\/beta\/wp-content\/uploads\/2017\/10\/Picture1.png\" alt=\"\" width=\"704\" height=\"469\" srcset=\"https:\/\/ppiswedia.org\/masakini\/wp-content\/uploads\/2017\/10\/Picture1.png 819w, https:\/\/ppiswedia.org\/masakini\/wp-content\/uploads\/2017\/10\/Picture1-300x200.png 300w, https:\/\/ppiswedia.org\/masakini\/wp-content\/uploads\/2017\/10\/Picture1-768x512.png 768w\" sizes=\"(max-width: 704px) 100vw, 704px\" \/><figcaption id=\"caption-attachment-5252\" class=\"wp-caption-text\">Hiking bersama di S\u00f6der\u00e5sen National Park<\/figcaption><\/figure>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Sebagai tambahan informasi kelak bila kamu berminat buat jadi mahasiswa WMU, setiap mahasiswa didukung oleh fasilitas apartemen dari kampus\u00a0(yang dilengkapi ruang tidur, meja belajar, kursi, semua jenis peralatan dapur baru yang dibutuhkan, mesin cuci, setrika, pengering pakaian), fasilitas di lingkungan apartemen (perpustakaan, biliar, sauna, badminton, <em>mini theater<\/em>, ruang pertunjukan), fasilitas khusus dari kampus (biaya transportasi dengan bus\u00a0diberikan cuma-cuma oleh Kementerian Maritim dan Perikanan Korea Selatan untuk semua mahasiswa WMU), hingga\u00a0makanan di kantin kampus yang disubsidi oleh PBB hampir\u00a050%. Jadi teman-teman hanya dituntut untuk datang dan fokus belajar tanpa perlu khawatir dengan isu-isu seperti akomodasi.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Bagi mahasiswa baru di perantauan seperti saya, kuliah di negeri nun jauh merupakan sebuah kesempatan yang tidak boleh dilewatkan begitu saja karena selain belajar, saya juga berkesempatan\u00a0membangun jejaring antar teman yang berbeda negara. Di akhir perkuliahan, saya memiliki rencana untuk magang di IMO, London yang lantas bisa menjadi lebih mudah bagi saya sebagai mahasiswa WMU, karena WMU sendiri merupakan bagian dari IMO dan setiap tahun ada beberapa <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">fresh graduate <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">WMU yang magang disana. Ada banyak hal bisa anda dapatkan ketika berkuliah di WMU dan tentu kampus ini sangat direkomendasikan bagi anda yang ingin kuliah di bidang\u00a0kemaritiman.<\/span><\/p>\n<pre><span style=\"text-decoration: underline;\"><strong>Oleh:<\/strong><\/span>\nBaso Hamdani -\u00a0Malm\u00f6\nMaster Programe in Ocean Sustainability, Governance and Management (OSGM)\nWorld Maritime University<\/pre>\n<p>&nbsp;<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Kereta itu membawa saya melintasi jalur bawah laut Selat \u00d8resund yang merupakan gerbang Laut Baltik di sempadan antara Denmark dan Swedia, hingga kemudian naik melalui pulau buatan di Kanal Flint&#8230;<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":5244,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_exactmetrics_skip_tracking":false,"_exactmetrics_sitenote_active":false,"_exactmetrics_sitenote_note":"","_exactmetrics_sitenote_category":0,"footnotes":""},"categories":[3],"tags":[],"class_list":["post-5241","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-kegiatan"],"views":690,"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/ppiswedia.org\/masakini\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/5241"}],"collection":[{"href":"https:\/\/ppiswedia.org\/masakini\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/ppiswedia.org\/masakini\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/ppiswedia.org\/masakini\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/ppiswedia.org\/masakini\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=5241"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/ppiswedia.org\/masakini\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/5241\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/ppiswedia.org\/masakini\/wp-json\/wp\/v2\/media\/5244"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/ppiswedia.org\/masakini\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=5241"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/ppiswedia.org\/masakini\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=5241"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/ppiswedia.org\/masakini\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=5241"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}