{"id":5455,"date":"2017-12-31T19:29:43","date_gmt":"2017-12-31T18:29:43","guid":{"rendered":"https:\/\/ppiswedia.com\/masakini\/?p=5455"},"modified":"2023-12-13T16:55:32","modified_gmt":"2023-12-13T15:55:32","slug":"5455-2","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/ppiswedia.org\/masakini\/5455-2\/","title":{"rendered":"Internet Cepat Swedia"},"content":{"rendered":"<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Menurut data dari akamai.com [1], Swedia mempunyai internet tercepat ke-3 setelah Korea Selatan dan Norwegia. Swedia mempunyai internet dengan kecepatan rata-rata 22.5 Mbps. Sebagai gambaran, dengan kecepatan 22.5 Mbps, kita hanya membutuhkan waktu 1 detik untuk mendownload <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">file <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">sebesar 2.8 MB, atau sekitar 6 menit untuk mendownload <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">file <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">sebesar 1 GB.&nbsp;<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Gambar di bawah merupakan <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">screenshot <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">hasil <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">speedtest <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">internet yang saya pakai di rumah. Di <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">screenshot <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">komputer saya, tertulis bahwa kecepatan (<\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">download)<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> internet di tempat tinggal saya di Uppsala mencapai 87 Mbps dan 79 Mbps untuk <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">upload<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">, hehehe. Malah lebih cepat dari kecepatan rata-rata se-Swedia ya!? :p<\/span><\/p>\n<p><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"aligncenter wp-image-5456\" src=\"https:\/\/ppiswedia.com\/beta\/wp-content\/uploads\/2017\/12\/speedtest.png\" alt=\"\" width=\"700\" height=\"402\" srcset=\"https:\/\/ppiswedia.org\/masakini\/wp-content\/uploads\/2017\/12\/speedtest.png 935w, https:\/\/ppiswedia.org\/masakini\/wp-content\/uploads\/2017\/12\/speedtest-300x172.png 300w, https:\/\/ppiswedia.org\/masakini\/wp-content\/uploads\/2017\/12\/speedtest-768x441.png 768w\" sizes=\"(max-width: 700px) 100vw, 700px\" \/><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Kecepatan internet di kampus pun tidak kalah cepat walaupun sebenarnya lebih cepat internet saya di rumah. Namun masih di kisaran rata-rata kecepatan internet di Swedia. Kampus saya, Uppsala Universitet, memberikan 2 pintu akses internet, ada UpUnet dan Eduroam. Dari kedua akses poin itu, saya lebih suka tersambung ke Eduroam karena cukup sekali <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">login <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">dan kita sudah bisa tersambung ke internet kapanpun menemukan WiFi Eduroam baik di kampus Uppsala, kampus KTH, Bandara Arlanda, atau kampus di negara lain. Oiya, Eduroam adalah layanan internet untuk semua pelajar di Eropa lho, jadi jangan heran kalau menemukan WiFi Eduroam di Belanda, Jerman, atau negara Eropa lainnya. <\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Karena saking cepatnya internet di Swedia, saya sendiri selalu memakai aplikasi di <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">cloud <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">dan tidak pernah mendownload film atau anime jika ingin menontonnya. Semua pekerjaan juga bisa dikerjakan secara online dan semua hiburan seperti film, video, radio, dan musik bisa dinikmati secara <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">streaming<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">.&nbsp;<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Bahkan <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">harddisk <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">sebesar 250 GB &nbsp;yang terpasang di komputer saya terasa sangat besar karena saya tidak menyimpan <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">file-file <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">besar seperti film atau video. Padahal dulu ketika masih belum sekolah di Swedia, <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">harddisk <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">1 TB masih terasa belum cukup karena saya sering menyimpan <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">file-file <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">film yang saya dapat dari warnet hehehe.&nbsp; <\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Terlebih lagi, karena hampir dimana-mana saya menemukan koneksi WiFI, setiap bulan, paket data untuk ponsel saya tidak pernah habis. Biasanya hanya habis 300 MB dari paket 1 GB yang saya langgan setiap bulan.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Selain dapat menghemat kapasitas <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">harddisk, <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">Internet di Swedia juga membuat saya merasa tidak harus menggunakan Sistem Operasi (OS) Windows sebagai OS untuk komputer saya. Sejak di Uppsala, saya menjadi makin mantab menggunakan OS Linux sebagai OS untuk komputer saya. Segala keterbatasan Linux dapat ditutupi oleh Internet Swedia yang super cepat. Padahal dulu waktu kuliah S1 di Jogja, saya tidak berani hanya menggunakan OS Linux, tetapi harus saya buat <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">dual boot<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> bersama OS WIndows.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Kecepatan internet Swedia yang super cepat tidak lain karena infrastruktur telekomunikasi yang sudah sangat canggih [2]. Hampir semua kota di Swedia mempunyai fasilitas fiber optik yang biasanya dapat dipakai oleh para penyedia jasa internet (ISP) untuk menjual jasa mereka kepada para pelanggan baik pelanggan rumah ataupun kantor.&nbsp;<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Semoga di masa depan, internet cepat tidak hanya bisa dinikmati oleh penduduk kota-kota besar di Indonesia, tapi juga penduduk di seluruh bagian Indonesia. Dengan internet cepat di seluruh pulau di Indonesia, pasti pendidikan, perdagangan, dan segala macamnya akan semakin maju. Semua orang di Indonesia juga akan dapat dengan mudah menyimak berita-berita menggembirakan dari PPI-Swedia dari segala kanalnya, baik blog, Youtube, Facebook, atau Instagram.&nbsp;<\/span><\/p>\n<pre><span style=\"font-weight: 400;\">Ditulis oleh:<a href=\"http:\/\/rahmanu.blog\">\nRahmanu Hermawan<\/a><\/span>\n<span style=\"font-weight: 400;\">Uppsala&nbsp;<\/span>\n<span style=\"font-weight: 400;\">Uppsala Universitet\n\n<\/span><\/pre>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">[1]&nbsp;<\/span><a href=\"https:\/\/www.akamai.com\/us\/en\/multimedia\/documents\/state-of-the-internet\/q1-2017-state-of-the-internet-connectivity-executive-summary.pdf\"><span style=\"font-weight: 400;\">https:\/\/www.akamai.com\/us\/en\/multimedia\/documents\/state-of-the-internet\/q1-2017-state-of-the-internet-connectivity-executive-summary.pdf<\/span><\/a><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">[2]&nbsp;<\/span><a href=\"https:\/\/en.wikipedia.org\/wiki\/Internet_in_Sweden\"><span style=\"font-weight: 400;\">https:\/\/en.wikipedia.org\/wiki\/Internet_in_Sweden<\/span><\/a><\/p>\n<p>Featured image from <a href=\"https:\/\/www.rt.com\/news\/sweden-us-information-swedish\/\">here<\/a><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Menurut data dari akamai.com [1], Swedia mempunyai internet tercepat ke-3 setelah Korea Selatan dan Norwegia. Swedia mempunyai internet dengan kecepatan rata-rata 22.5 Mbps. Sebagai gambaran, dengan kecepatan 22.5 Mbps, kita&#8230;<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":0,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_exactmetrics_skip_tracking":false,"_exactmetrics_sitenote_active":false,"_exactmetrics_sitenote_note":"","_exactmetrics_sitenote_category":0,"footnotes":""},"categories":[11],"tags":[],"class_list":["post-5455","post","type-post","status-publish","format-standard","hentry","category-tentang-swedia"],"views":486,"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/ppiswedia.org\/masakini\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/5455"}],"collection":[{"href":"https:\/\/ppiswedia.org\/masakini\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/ppiswedia.org\/masakini\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/ppiswedia.org\/masakini\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/ppiswedia.org\/masakini\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=5455"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/ppiswedia.org\/masakini\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/5455\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":8278,"href":"https:\/\/ppiswedia.org\/masakini\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/5455\/revisions\/8278"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/ppiswedia.org\/masakini\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=5455"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/ppiswedia.org\/masakini\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=5455"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/ppiswedia.org\/masakini\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=5455"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}