{"id":5716,"date":"2018-04-05T19:37:03","date_gmt":"2018-04-05T17:37:03","guid":{"rendered":"https:\/\/ppiswedia.com\/masakini\/?p=5716"},"modified":"2018-04-05T19:37:03","modified_gmt":"2018-04-05T17:37:03","slug":"rasa-indonesia-di-utara-swedia","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/ppiswedia.org\/masakini\/rasa-indonesia-di-utara-swedia\/","title":{"rendered":"Rasa Indonesia di Utara Swedia"},"content":{"rendered":"<p>Halo! Apakabar?<\/p>\n<p>Suatu <em>sapaan <\/em>yang tidak umum didengar ketika kita berada di Lycksele. Lycksele adalah kota kecil di utara Swedia dan berada di regional Lappland. Kami berangkat dari Ume\u00e5 menggunakan mobil pribadi teman kita untuk ke Lycksele. Waktu yang ditempuh sekitar 2 jam dengan jarak dari Ume\u00e5, atau sekitar 140 KM. Sepanjang perjalanan kami melewati beberapa kota kecil sekitaran regional V\u00e4sterbotten seperti V\u00e4nn\u00e4s dan Gran\u00f6.<\/p>\n<p>Lycksele terkenal dengan sekolah Samiyang didirikan pada tahun 1634. Pada saat kita sampai di Lycksele, kita akan disambut dengan Rumah Sami yang terletak di sebrang Sungai Ume\u00e4lven. Rumah Sami tersebut adalah Restoran Lapppk\u00e5tan yang masih menjadi bagian dari Hotel Lappland. Udara pada saat itu hujan salju lebat (<em>seperti biasanya, kami di Utara di Swedia menikmati salju lebih dari 6 bulan<\/em>).<\/p>\n<p><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"aligncenter size-full wp-image-5717\" src=\"https:\/\/ppiswedia.com\/beta\/wp-content\/uploads\/2018\/04\/pus1.jpg\" alt=\"\" width=\"770\" height=\"514\" srcset=\"https:\/\/ppiswedia.org\/masakini\/wp-content\/uploads\/2018\/04\/pus1.jpg 770w, https:\/\/ppiswedia.org\/masakini\/wp-content\/uploads\/2018\/04\/pus1-300x200.jpg 300w, https:\/\/ppiswedia.org\/masakini\/wp-content\/uploads\/2018\/04\/pus1-768x513.jpg 768w\" sizes=\"(max-width: 770px) 100vw, 770px\" \/><\/p>\n<p style=\"text-align: center;\">(Lappk\u00e5tan. <em>Photo. Source Private Documentation from Puspita Soebijantoro)<\/em><\/p>\n<p>Kami tiba di Lycksele sekitar pukul 10 pagi. Waktu yang pas untuk istirahat dan menikmati <em>brunch<\/em>, bukan? Kalau kalian ke Lycksele, <strong>wajib ke Budhas Kaffeerosteri<\/strong>. Kami menuju Budhas Kaffeerosteri yang dimana, Kafe tersebut milik teman Indonesia kita yaitu Mas Budha. Beliau sudah tinggal di Swedia lebih dari 15 tahun dan menggeluti usaha di bidang Kopi. Untuk bisa menjadi ahli di bidang Kopi, Mas Budha sudah mengikuti beberapa kompetisi Kopi dan di tahun 2017 Budhas Kaffeerosteri menjadi <em>\u00c5rets Kaffebar<\/em> berdasarkan <a href=\"https:\/\/www.vk.se\/2000313\/lyckselecafe-har-sveriges-basta-kaffe\">White Guide Cafe 2017<\/a>. Keren ya?<\/p>\n<p>Pada saat kita tiba, kita disambut dengan ramah tama ala Indonesia. <em>Kapan lagi ya di Lycksele bisa bercengkrama, bercanda dengan segelas Kopi menggunakan Bahasa Indonesia?<\/em> Di dalam kafenya ditata sangat <em>comfy<\/em> dan <em>rustic<\/em> dengan beberapa pernak-pernik Indonesia dan Swedia. <em>Oh ya, <\/em>di Kafe ini semua produknya Organik <em>lho<\/em>!<\/p>\n<p><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"aligncenter size-large wp-image-5718\" src=\"https:\/\/ppiswedia.com\/beta\/wp-content\/uploads\/2018\/04\/pus2.jpg\" alt=\"\" width=\"539\" height=\"718\" srcset=\"https:\/\/ppiswedia.org\/masakini\/wp-content\/uploads\/2018\/04\/pus2.jpg 539w, https:\/\/ppiswedia.org\/masakini\/wp-content\/uploads\/2018\/04\/pus2-225x300.jpg 225w\" sizes=\"(max-width: 539px) 100vw, 539px\" \/><\/p>\n<p style=\"text-align: center;\">(Mas Budha yang sedang membuat Espresso. Beliau memakai Batik, <em>Lho\u00a0!\u00a0<\/em><em>Photo. Source Private Documentation from Olivi Silalahi)<\/em><\/p>\n<p>Saya memesan <em>Dirty Chai <\/em>yaitu <em>Chai Tea Latte<\/em> yang dicampur dengan segelas <em>Espresso<\/em>. Sebagai penyuka kopi, saya menikmati sekali kopi ini. Selain itu, saya diberi tester jenis Kopi Suke Quto yang berasal dari Ethiopia yang rasanya <em>light<\/em> dan <em>fruity<\/em>. Selain kopi, <em>Sandwhich <\/em>dan makanan manis pendamping <em>Fika<\/em> pun dijual seperti <em>Kanelbulle, Appelpaj, Pecann\u00f6tterpaj, Citronbiskvit<\/em>, dan lainnya. Saya memilih untuk mencoba <em>Vegomacka<\/em> yaitu <em>Wrap<\/em> yang dibuat dari <em>Tunnbr\u00f6d<\/em> atau roti tipis yang diisi oleh <em>Homemade Hummus<\/em> yang dibuat oleh istrinya Mas Budha, acar kol ungu, toge, dan tentunya <em>V\u00e4sterbottenost. <\/em><\/p>\n<p>Setelah kami menikmati <em>Brunch<\/em>, kita berjalan mengelilingi pusat kota Lycksele yang tidak terlalu besar. Lalu kami menemukan sesuatu menarik, yaitu Sparka. Kita menggunakan Sparka untuk bermain di atas sungai. <em>Yak, benar sekali di atas sungai<\/em>. Sungai di Lycksele masih beku dan kita bisa berjalan di atas sungai tersebut.<\/p>\n<p><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"aligncenter size-large wp-image-5719\" src=\"https:\/\/ppiswedia.com\/beta\/wp-content\/uploads\/2018\/04\/pus3.jpg\" alt=\"\" width=\"720\" height=\"481\" srcset=\"https:\/\/ppiswedia.org\/masakini\/wp-content\/uploads\/2018\/04\/pus3.jpg 770w, https:\/\/ppiswedia.org\/masakini\/wp-content\/uploads\/2018\/04\/pus3-300x200.jpg 300w, https:\/\/ppiswedia.org\/masakini\/wp-content\/uploads\/2018\/04\/pus3-768x513.jpg 768w\" sizes=\"(max-width: 720px) 100vw, 720px\" \/><\/p>\n<p style=\"text-align: center;\">(Sparka och Sparkering <em>Photo. Source Private Documentation from Puspita Soebijantoro)<\/em><\/p>\n<p>Setelah berkeliling dan bermain Sparka kami berkunjung ke rumah salah satu teman dan beristirahat sejenak. Walaupun kota Lycksele kecil, kami merasakan kehangatan dari orang-orang disini. Mereka mengenal satu sama lain seperti tetangga. Kami berterimakasih pada teman kami yang sudah mau mengajak kita mengunjungi Lyckesele. Kapan lagi <em>gak sih?<\/em><\/p>\n<p>Sejenak istirahat dari rutinitas sekolah dan menulis <em>thesis<\/em>. Waktunya kembali ke rutinitas.<\/p>\n<p>Sekian <em>sharing <\/em>dari saya. Yuk main ke utara!<\/p>\n<p>\/Puspita H Soebijantoro<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Halo! Apakabar? Suatu sapaan yang tidak umum didengar ketika kita berada di Lycksele. Lycksele adalah kota kecil di utara Swedia dan berada di regional Lappland. Kami berangkat dari Ume\u00e5 menggunakan&#8230;<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":5718,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_exactmetrics_skip_tracking":false,"_exactmetrics_sitenote_active":false,"_exactmetrics_sitenote_note":"","_exactmetrics_sitenote_category":0,"footnotes":""},"categories":[3,11,12],"tags":[],"class_list":["post-5716","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-kegiatan","category-tentang-swedia","category-umea"],"views":325,"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/ppiswedia.org\/masakini\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/5716"}],"collection":[{"href":"https:\/\/ppiswedia.org\/masakini\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/ppiswedia.org\/masakini\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/ppiswedia.org\/masakini\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/ppiswedia.org\/masakini\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=5716"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/ppiswedia.org\/masakini\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/5716\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/ppiswedia.org\/masakini\/wp-json\/wp\/v2\/media\/5718"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/ppiswedia.org\/masakini\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=5716"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/ppiswedia.org\/masakini\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=5716"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/ppiswedia.org\/masakini\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=5716"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}