{"id":6693,"date":"2019-09-10T13:51:21","date_gmt":"2019-09-10T11:51:21","guid":{"rendered":"https:\/\/ppiswedia.com\/masakini\/?p=6693"},"modified":"2024-02-11T20:27:17","modified_gmt":"2024-02-11T19:27:17","slug":"tips-dan-trik-traveling-dari-swedia-part-1-transportasi-dan-akomodasi","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/ppiswedia.org\/masakini\/tips-dan-trik-traveling-dari-swedia-part-1-transportasi-dan-akomodasi\/","title":{"rendered":"Tips dan Trik Traveling dari Swedia Part 1 &#8211; Transportasi dan Akomodasi"},"content":{"rendered":"<p><span style=\"font-weight: 400;\">Salah satu <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">bonus<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> yang ditunggu-tunggu selama studi di luar negeri adalah kesempatan untuk jalan-jalan melihat tempat-tempat baru di dunia. Tak terkecuali selama studi di Swedia. Musim panas lalu, saya berkesempatan untuk mengelilingi beberapa negara Eropa Tengah dan Balkan. Tak hanya itu, libur musim dingin lalu juga saya manfaatkan untuk mencari sedikit kehangatan di Eropa bagian selatan dan menyeberang sedikit ke Turki.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Sebagai seorang pejalan, tentu ada beberapa hal yang mesti diperhatikan selama melakukan perjalanan. Berikut saya sedikit merangkum tips dan trik yang dirasa bermanfaat selama melakukan perjalanan dari Swedia. Sebagai gambaran, Swedia terletak di Eropa bagian utara dan jika diperhatikan dalam peta, ia sedikit terpisah dari Eropa daratan. Beberapa hal mungkin perlu dipersiapkan terkait kondisi geografis Swedia yang demikian. Tips dan trik ini mencakup pilihan moda transportasi, penginapan, makanan, jenis perjalanan dan beberapa hal lain yang perlu diperhatikan.<\/span><\/p>\n<h2><b>Transportasi<\/b><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Transportasi merupakan hal yang krusial dalam melakukan perjalanan dan biasanya ia akan menghabiskan sepertiga anggaran perjalanan. Dalam melakukan perjalanan dari Swedia, ada beberapa pilihan transportasi yang dapat dipertimbangkan.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\"><strong>Pesawat<\/strong>. Ini adalah moda transportasi paling umum yang digunakan, terutama mempertimbangkan letak geografis Swedia yang terpisah dari Eropa daratan. Karena saya tinggal di Lund yang notabene Swedia bagian selatan, bandara terdekat adalah <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">Copenhagen International Airport<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> di Denmark dan <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">Malmo Airport<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">. Dari kedua bandara tersebut, terdapat beberapa maskapai berbiaya rendah (<\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">LCC<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">) yang beroperasi menjangkau seantero Eropa atau juga menyeberang ke wilayah lain seperti Turki.<\/span><\/p>\n<blockquote><p><strong><i>Tips:<\/i><\/strong> <i><span style=\"font-weight: 400;\">download<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> aplikasi maskapai berbiaya rendah atau aplikasi <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">travel search engine<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> seperti <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">Skyscanner<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> untuk selalu mengetahui info harga tiket pesawat. Selain itu, <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">booking<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> penerbangan jauh-jauh hari untuk mendapat harga murah. Sebagai contoh, penerbangan ke destinasi wisata populer di Eropa seperti Barcelona, akan naik sampai sepuluh kali lipat jika membeli pada musim liburan (Juli-Agustus) dibanding membeli jauh-jauh hari sebelum tanggal tersebut.<\/span><\/p><\/blockquote>\n<ol>\n<li style=\"font-weight: 400;\"><span style=\"font-weight: 400;\"><strong>Bis<\/strong>. Ini adalah moda transportasi favorit saya dalam membelah daratan Eropa. Selain itu, bis dapat dipertimbangkan untuk menuju Eropa daratan dari Swedia jika tidak kebagian tiket pesawat murah. Kawan saya ada yang menempuh perjalanan London-Lund selama 24 jam atau Amsterdam-Lund semalam suntuk. Opsi akan ini menyenangkan bagi mereka yang menikmati perjalanan darat sembari melihat landskap sepanjang perjalanan.<\/span><\/li>\n<\/ol>\n<blockquote><p><i><span style=\"font-weight: 400;\"><strong>Tips<\/strong>:<\/span><\/i> <i><span style=\"font-weight: 400;\">download<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> aplikasi perusahaan otobus seperi <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">Flixbus <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">untuk selalu melihat harga tiket. Sebaiknya <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">booking<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> tiket bis jauh-jauh hari <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">via online<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> jika ingin bepergian ke negara-negara Eropa yang masih dirasa asing. Sebagai contoh, penduduk di negara-negara Balkan terkadang tidak fasih berbahasa Inggris dan mencari info tiket bis di terminal atau sekitar penginapan akan sedikit memakan energi dan waktu. Tiket-tiket bis dapat di-<\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">booking online<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> melalui beberapa situs internet seperti <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">Getbybus<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">.<\/span><\/p><\/blockquote>\n<ol>\n<li style=\"font-weight: 400;\"><span style=\"font-weight: 400;\"><strong>Kereta<\/strong>. Ini adalah moda transportasi paling ramah lingkungan namun sedikit mahal dibanding pesawat berbiaya murah atau bis. Namun jika memang sedikit ambisius dan bermodal, dapat mempertimbangkan tiket <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">Eurail Global Pass<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> yang menawarkan akses ke 31 negara Eropa selama kurun waktu tertentu. Sebagai contoh, untuk tiket akses bebas ke 31 negara Eropa dalam kurun waktu tiga bulan dibanderol dengan harga USD 1.800.<\/span><\/li>\n<\/ol>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\"><strong>Kapal<\/strong>. Saya pribadi belum pernah memakai moda transportasi ini namun bukan berarti tak masuk dalam bahan pertimbangan. Perjalanan menggunakan kapal dapat menjadi satu pengalaman baru. Ada pelayaran yang menuju Helsinki, Finlandia atau ke beberapa negara Baltic lain dari Stockholm. Untuk Swedia bagian selatan, dapat menyeberang ke Rostock, Jerman, atau Polandia melalui Trelleborg dan Karlskrona. Alternatif lain menuju Denmark juga dapat dicapai melalui kapal dari Helsingborg, Swedia, ke Helsingor, Denmark.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\"><strong>Sewa kendaraan<\/strong>. Opsi ini digunakan jika bepergian dalam kelompok dan wilayah yang dituju tidak memungkinkan untuk menggunakan transportasi umum. Misal, ke negara-negara di utara seperti Norwegia atau Islandia, lebih nyaman menggunakan mobil sewaan, baik dalam hal mobilitas maupun anggaran perjalanan. Para pelajar yang memburu aurora di bagian utara Swedia atau Norwegia juga biasanya memilih opsi menyewa kendaraan untuk membelah daratan bersalju selama beberapa hari.<\/span><\/p>\n<blockquote><p><strong><i>Tips<\/i><\/strong><span style=\"font-weight: 400;\">: persiapkan SIM Internasional sebelum berangkat ke Swedia agar memliki izin mengemudi dan menyewa kendaraan di sini.<\/span><\/p><\/blockquote>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Transportasi tidak hanya penting untuk menjangkau daerah tujuan dari Swedia, namun juga untuk mengakses destinasi-destinasi wisata di kota yang dituju. Saya sendiri memiliki dua opsi untuk transportasi dalam kota di daerah yang dituju.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\"><strong>Jalan kaki<\/strong>. Ini adalah opsi paling populer bagi pejalan berbiaya hemat (seperti saya). Selama perjalanan, saya sehari bisa berjalan kaki paling tidak 5 km.<\/span><\/p>\n<blockquote><p><span style=\"font-weight: 400;\"><strong>Tips<\/strong>: carilah penginapan yang berada di sekitar destinasi wisata utama atau pusat kota sehingga tidak perlu terlalu jauh berjalan kaki.<\/span><\/p><\/blockquote>\n<ol>\n<li style=\"font-weight: 400;\"><strong>Tiket <i>one-day pass<\/i><\/strong><span style=\"font-weight: 400;\"><strong> untuk semua moda transportasi<\/strong>. Ini adalah opsi kedua dan terakhir yang saya gunakan jika kota yang dituju terlalu luas dan destinasi wisata utama tidak dapat dijangkau dengan berjalan kaki. Untuk negara-negara Eropa, biasanya tiket <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">one-day pass<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> ini sudah mencakup seluruh moda transportasi seperti bis, tram, metro, dll.<\/span><\/li>\n<\/ol>\n<blockquote><p><i><span style=\"font-weight: 400;\"><strong>Tips<\/strong>:<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> sisakan satu hari untuk mengeksplorasi dan menjangkau destinasi-destinasi wisata yang memang tak dapat dijangkau dengan jalan kaki sehingga tak perlu membeli tiket <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">one-day pass<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> setiap hari. Sebagai contoh, jika perjalanan selama tiga hari, dua hari akan saya habiskan untuk mengeksplorasi daerah wisata yang dapat dijangkau dengan berjalan kaki, dan hari ketiga saya habiskan dengan menjangkau seluruh destinasi wisata yang jauh menggunakan tiket <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">one-day pass<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">.<\/span><\/p><\/blockquote>\n<h2><b>Akomodasi<\/b><\/h2>\n<p><span style=\"color: #5c6b80; font-size: 16px;\">Penginapan juga salah satu hal krusial selama perjalanan. Ada beberapa pilihan penginapan yang dapat dipetimbangkan.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\"><strong>Hostel<\/strong>. Ini adalah opsi favorit saya sebab selain harganya murah, pilihannya juga banyak dan biasanya terletak di sekitar destinasi wisata utama atau pusat kota. Selain itu bagi <\/span><i style=\"color: #5c6b80; font-size: 16px;\">solo traveler<\/i><span style=\"font-weight: 400;\">, dapat bertemu dan mendapat kawan baru dengan sesama <\/span><i style=\"color: #5c6b80; font-size: 16px;\">solo traveler<\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> di hostel.<\/span><\/p>\n<blockquote><p><i><span style=\"font-weight: 400;\"><strong>Tips<\/strong>: download<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> aplikasi <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">accommodation search e<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">ngine seperti <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">booking.com<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> dan <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">booking<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> hostel dari jauh-jauh hari. Selalu perhatikan juga apakah hostel yang dituju menawarkan opsi <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">free cancelation<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> jika sewaktu-waktu rencana perjalanan berubah atau menemukan penginapan lain yang lebih sesuai preferensi. Beberapa hostel sebenarnya menawarkan privasi seperti tempat tidur dengan tirai atau ruangan berbentuk kapsul dengan fasilitas yang mumpuni dan harga sangat terjangkau jika mencari dari jauh-jauh hari. Selalu perhatikan <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">rating<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> dan <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">review<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> dari <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">traveler<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> lain terkait hostel.<\/span><\/p><\/blockquote>\n<p><strong><i>Airbnb<\/i><\/strong><span style=\"font-weight: 400;\">. Ini adalah pilihan kedua dan bisa jadi pilihan utama jika bepergian dalam kelompok. Harganya akan sedikit lebih mahal namun menawarkan privasi yang lebih dibanding hostel.\u00a0<\/span><\/p>\n<ol>\n<li style=\"font-weight: 400;\"><span style=\"font-weight: 400;\"><strong>Kamar Pelajar PPI<\/strong> atau menumpang di tempat pelajar Indonesia lain. Salah satu keuntungan sebagai pelajar Indonesia di luar negeri adalah kita memiliki ikatan solidaritas yang sangat kuat melalui PPI ataupun hanya kesamaan nasib sebagai anak rantau. Saat ini ada aplikasi dan situs internet Kamar Pelajar PPI yang telah menjangkau beberapa destinasi di seluruh dunia yang dapat dipertimbangkan sebagai opsi penginapan murah. Dapat juga mengontak akun media sosial masing-masing PPI untuk bertanya perihal tumpangan pada sesama pelajar atau tinggal mengetuk pintu jika memang memiliki kawan di negara lain. Selain tentu lebih hemat, juga menjalin silaturahmi dengan sesama pelajar Indonesia di luar negeri.<\/span><\/li>\n<\/ol>\n<figure id=\"attachment_6705\" aria-describedby=\"caption-attachment-6705\" style=\"width: 4160px\" class=\"wp-caption aligncenter\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"wp-image-6705 size-full\" src=\"https:\/\/ppiswedia.org\/masakini\/wp-content\/uploads\/2019\/09\/IMG20190614180942.jpg\" alt=\"\" width=\"4160\" height=\"3120\" srcset=\"https:\/\/ppiswedia.org\/masakini\/wp-content\/uploads\/2019\/09\/IMG20190614180942.jpg 4160w, https:\/\/ppiswedia.org\/masakini\/wp-content\/uploads\/2019\/09\/IMG20190614180942-768x576.jpg 768w\" sizes=\"(max-width: 4160px) 100vw, 4160px\" \/><figcaption id=\"caption-attachment-6705\" class=\"wp-caption-text\">Saya menumpang di apartemen Bli Yogi, mahasiswa Ph.D asal Bali ketike berkunjung ke Vienna, Austria.<\/figcaption><\/figure>\n<ol>\n<li style=\"font-weight: 400;\"><span style=\"font-weight: 400;\"><strong>Menumpang di rumah warga lokal<\/strong>.\u00a0<\/span><span style=\"font-weight: 400;\">Biasanya hal ini identik dengan aplikasi <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">Couchsourfing<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">. Namun saya sendiri tidak pernah menggunakan aplikasi ini dan lebih memilih cara <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">manual<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> alias bilang langsung. Salah satu keuntungan berkuliah di luar negeri dan lingkungan belajar internasional adalah kita dapat bertemu dan berkawan dengan manusia dari berbagai belahan dunia, bahkan dari negara yang namanya masih asing sekalipun. Saya sendiri selama perjalanan ke Turki, menginap di rumah kawan yang berasal dari Istanbul dan tinggal bersama keluarganya selama beberapa hari. Selain tentu lebih murah (baca: gratis), juga merasakan langsung suasana hidup sebagai warga lokal, melihat tradisi, nilai, budaya, mencicipi makanan dan tentu saja mendengar cerita dan info-info menarik terkait destinasi wisata yang mungkin hanya diketahui penduduk lokal.<\/span><\/li>\n<\/ol>\n<figure id=\"attachment_6704\" aria-describedby=\"caption-attachment-6704\" style=\"width: 1920px\" class=\"wp-caption aligncenter\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"wp-image-6704 size-full\" src=\"https:\/\/ppiswedia.org\/masakini\/wp-content\/uploads\/2019\/09\/DSC02140.jpg\" alt=\"\" width=\"1920\" height=\"1080\" srcset=\"https:\/\/ppiswedia.org\/masakini\/wp-content\/uploads\/2019\/09\/DSC02140.jpg 1920w, https:\/\/ppiswedia.org\/masakini\/wp-content\/uploads\/2019\/09\/DSC02140-768x432.jpg 768w\" sizes=\"(max-width: 1920px) 100vw, 1920px\" \/><figcaption id=\"caption-attachment-6704\" class=\"wp-caption-text\">Saya menumpang di rumah kawan asal Turki ketika berkunjung ke Istanbul.<\/figcaption><\/figure>\n<ol>\n<li style=\"font-weight: 400;\"><span style=\"font-weight: 400;\"><strong>Menginap di mobil atau mendirikan tenda<\/strong>. Opsi ini menarik jika bepergian menggunakan kendaraan sewaan dan ingin menghemat anggaran perjalanan. Pelajar Indonesia yang bepergian ke Islandia sangat lumrah memilih opsi ini dan beberapa negara menyediakan beberapa lokasi yang nyaman dana aman untuk mendirikan tenda.<\/span><\/li>\n<\/ol>\n<p>Sekian dulu tulisan saya tentang transportasi dan akomodasi, sampai jumpa di part berikutnya!<\/p>\n<blockquote><p><strong>Izzan Fathurrahman<\/strong><br \/>\nMSc. Development Studies at Lund University<br \/>\nLund<\/p><\/blockquote>\n<p>Editor: Ria Ratna Sari<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Salah satu bonus yang ditunggu-tunggu selama studi di luar negeri adalah kesempatan untuk jalan-jalan melihat tempat-tempat baru di dunia. Tak terkecuali selama studi di Swedia. Musim panas lalu, saya berkesempatan&#8230;<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":6704,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_exactmetrics_skip_tracking":false,"_exactmetrics_sitenote_active":false,"_exactmetrics_sitenote_note":"","_exactmetrics_sitenote_category":0,"footnotes":""},"categories":[143,4,7,11,13,1],"tags":[],"class_list":["post-6693","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-hiburan","category-kuliah","category-mahasiswa","category-tentang-swedia","category-tips","category-uncategorized"],"views":944,"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/ppiswedia.org\/masakini\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/6693"}],"collection":[{"href":"https:\/\/ppiswedia.org\/masakini\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/ppiswedia.org\/masakini\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/ppiswedia.org\/masakini\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/ppiswedia.org\/masakini\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=6693"}],"version-history":[{"count":13,"href":"https:\/\/ppiswedia.org\/masakini\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/6693\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":8351,"href":"https:\/\/ppiswedia.org\/masakini\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/6693\/revisions\/8351"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/ppiswedia.org\/masakini\/wp-json\/wp\/v2\/media\/6704"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/ppiswedia.org\/masakini\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=6693"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/ppiswedia.org\/masakini\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=6693"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/ppiswedia.org\/masakini\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=6693"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}