{"id":6722,"date":"2019-09-11T17:16:38","date_gmt":"2019-09-11T15:16:38","guid":{"rendered":"https:\/\/ppiswedia.com\/masakini\/?p=6722"},"modified":"2020-03-01T22:22:54","modified_gmt":"2020-03-01T21:22:54","slug":"tips-dan-trik-traveling-dari-swedia-part-2-makanan-dan-jenis-perjalanan","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/ppiswedia.org\/masakini\/tips-dan-trik-traveling-dari-swedia-part-2-makanan-dan-jenis-perjalanan\/","title":{"rendered":"Tips dan Trik Traveling dari Swedia Part 2 \u2013 Makanan dan Jenis Perjalanan"},"content":{"rendered":"<p>Sudahkah kamu membaca tulisan saya yang sebelumnya tentang <a href=\"https:\/\/ppiswedia.org\/masakini\/tips-dan-trik-traveling-dari-swedia-part-1-transportasi-dan-akomodasi\/\">Tips dan Trik Travelling dari Swedia Part 1<\/a>? Nah kali ini saya akan mengulas tentang tips-tips pemenuhan kebutuhan perut tatkala berkelana. Saya juga akan mengulas tentang jenis-jenis travelling.<\/p>\n<h2><b>Makanan<\/b><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Makanan seringkali dianggap sebagai sesuatu yang sepele selama perjalanan namun tanpa perhitungan yang matang, ia bisa menghabiskan separuh anggaran perjalanan. Ada beberapa tips dan trik terkait makanan selama perjalanan.<\/span><\/p>\n<ol>\n<li style=\"font-weight: 400;\"><span style=\"font-weight: 400;\"><strong>Masak sendir<\/strong>i. Ini adalah opsi paling hemat selama perjalanan dan lebih efektif jika bepergian dalam kelompok. Sebagai contoh, ketika saya dan beberapa kawan dari Swedia mengunjungi daratan Andalusia, kami sesekali menyempatkan diri berbelanja di supermarket dan memasak di penginapan. Dengan memasak, anggaran perjalanan dapat ditekan dan biaya memasak dapat dibagi ke kawan seperjalanan. Opsi ini juga dapat digunakan bagi kawan-kawan muslim. Dengan memasak sendiri, setidaknya ke-<\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">halal<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">-an makanan yang dikonsumsi dapat lebih terjamin. Pun jika bepergian ke daerah yang tergolong cukup mahal, memasak dapat menjadi satu-satunya pilihan. Misal, kawan-kawan saya yang mengunjungi Islandia selalu memasak sendiri sebab biaya makan di luar sangat mahal.<\/span><\/li>\n<\/ol>\n<blockquote><p><strong><i>Tips<\/i><\/strong><span style=\"font-weight: 400;\">: carilah penginapan yang menyediakan dapur. Beberapa hostel dan mayoritas apartemen yang disewakan di <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">Airbnb<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> menyediakan dapur Bawalah satu <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">tupperware<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> selama perjalanan untuk menyimpan sisa makanan atau bekal.<\/span><\/p><\/blockquote>\n<ol>\n<li style=\"font-weight: 400;\"><span style=\"font-weight: 400;\"><strong>Makanan siap saji murah<\/strong>. Ini adalah opsi yang paling umum yang saya gunakan terutama jika <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">solo traveling<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">. Ada banyak restoran siap saji murah yang dapat ditemui seperti kebab, kentang goreng, pizza atau sandwich. Salah satu keuntungan (atau bisa juga dianggap sebagai kerugian) tinggal di Swedia adalah harga makanan di negara-negara lain hampir mustahil lebih mahal dibanding Swedia. Terkadang jika kota yang dituju biaya hidupnya tidak terlalu mahal, saya selalu menyempatkan diri menyambangi restauran Asia murah terdekat. Sebagai orang yang tak dapat lepas dari nasi, menemukan restoran Asia yang membanderol sepiring nasi goreng ayam dengan harga 4 Euro sudah cukup membuat saya bahagia.<\/span><\/li>\n<\/ol>\n<blockquote><p><strong><i>Tips<\/i><\/strong><span style=\"font-weight: 400;\">: selalu tetapkan anggaran per hari untuk makanan. Sebagai contoh, saya membanderol anggaran makan sehari tak lebih dari 15 Euro. Manfaatkan aplikasi <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">Google maps<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> untuk mencari tahu lokasi tempat makan murah di sekitar kota tujuan. Salah satu kata kunci yang selalu ada di laman <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">Google maps<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> saya adalah \u201c<\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">cheap asian restaurant<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">\u201d atau \u201c<\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">halal restaurant<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">\u201d.<\/span><\/p><\/blockquote>\n<figure id=\"attachment_6703\" aria-describedby=\"caption-attachment-6703\" style=\"width: 720px\" class=\"wp-caption aligncenter\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"wp-image-6703 size-full\" src=\"https:\/\/ppiswedia.org\/masakini\/wp-content\/uploads\/2019\/09\/IMG_20190623_085223_761.jpg\" alt=\"\" width=\"720\" height=\"1280\" \/><figcaption id=\"caption-attachment-6703\" class=\"wp-caption-text\">\u0106evapi, salah satu makanan tradisional yang halal dan murah di Bosnia yang saya temui.<\/figcaption><\/figure>\n<ol>\n<li style=\"font-weight: 400;\"><span style=\"font-weight: 400;\"><strong>Buah-buahan, selai dan roti<\/strong>. Ini adalah opsi paling sengsara jika memang tempat yang dituju terlalu mahal untuk makan di luar, tidak sempat memasak atau penginapan tidak memiliki dapur. Saya beberapa kali menggunakan opsi ini, misalnya ketika berkunjung ke Dubrovnik, Kroasia, karena harga harga makanan di luar terlalu mahal sementara di satu sisi terlalu malas untuk memasak. Opsi ini dapat dipertimbangkan juga jika penginapan tak menyediakan sarapan.<\/span><\/li>\n<\/ol>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h2><b>Jenis Perjalanan<\/b><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Ada dua jenis perjalanan yang dapat dipertimbangkan, yaitu berkelompok atau sendiri.<\/span><\/p>\n<p><b><span style=\"font-weight: 400;\"><strong>Perjalanan berkelompok<\/strong>. Ini adalah opsi paling aman. Keuntungan melakukan perjalanan berkelompok adalah biaya terkadang lebih murah sebab anggaran penginapan dan makanan dapat dibag-bagi, tidak bosan, ada tukang foto gratis, rencana perjalanan lebih bervariasi. Namun di satu sisi dapat menimbulkan masalah ketika terdapat perbedaan preferensi dan rencana perjalanan dari masing-masing anggota kelompok.<\/span><\/b><\/p>\n<blockquote><p><i><span style=\"font-weight: 400;\"><strong>Tips<\/strong>:<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> carilah teman perjalanan yang memang dirasa sangat cocok dan diskusikan rencana perjalanan dengan detail dengan mempertimbangkan pandangan masing-masing anggota kelompok.<\/span><\/p><\/blockquote>\n<figure id=\"attachment_6702\" aria-describedby=\"caption-attachment-6702\" style=\"width: 1776px\" class=\"wp-caption aligncenter\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"wp-image-6702 size-full\" src=\"https:\/\/ppiswedia.org\/masakini\/wp-content\/uploads\/2019\/09\/2018_1226_20554100.jpg\" alt=\"\" width=\"1776\" height=\"1184\" srcset=\"https:\/\/ppiswedia.org\/masakini\/wp-content\/uploads\/2019\/09\/2018_1226_20554100.jpg 1776w, https:\/\/ppiswedia.org\/masakini\/wp-content\/uploads\/2019\/09\/2018_1226_20554100-768x512.jpg 768w\" sizes=\"(max-width: 1776px) 100vw, 1776px\" \/><figcaption id=\"caption-attachment-6702\" class=\"wp-caption-text\">Teman perjalanan yang sepemahaman akan menjadikan pengalaman bepergian semakin nyaman menyenangkan.<\/figcaption><\/figure>\n<ul>\n<li><strong>Perjalanan sendiri atau <i>solo traveling<\/i><\/strong><b><span style=\"font-weight: 400;\">. Saya pribadi lebih menyukai opsi ini sebab selain lebih bebas menentukan rencana perjalanan dan tidak terikat dengan orang lain, juga membuka kesempatan untuk bertemu dan berkenalan dengan orang-orang baru. Selain itu, sendiri bukan berarti sepi. Salah satu keuntungan berkuliah di kampus saya, Lund University, adalah lingkungan akademik yang sangat internasional. Sebagai contoh, program saya terdiri dari 23 mahasiswa dari 16 negara berbeda. Selama <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">solo traveling<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> ke Eropa Tengah dan Balkan, hampir di setiap kota saya memiliki teman sekelas yang dengan baik hati menyambut dan memperkenalkan saya pada kotanya.\u00a0<\/span><\/b><\/li>\n<li><\/li>\n<\/ul>\n<figure id=\"attachment_6724\" aria-describedby=\"caption-attachment-6724\" style=\"width: 1482px\" class=\"wp-caption aligncenter\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"wp-image-6724 size-full\" src=\"https:\/\/ppiswedia.org\/masakini\/wp-content\/uploads\/2019\/09\/Screen-Shot-2019-09-10-at-14.07.17.png\" alt=\"\" width=\"1482\" height=\"434\" srcset=\"https:\/\/ppiswedia.org\/masakini\/wp-content\/uploads\/2019\/09\/Screen-Shot-2019-09-10-at-14.07.17.png 1482w, https:\/\/ppiswedia.org\/masakini\/wp-content\/uploads\/2019\/09\/Screen-Shot-2019-09-10-at-14.07.17-768x225.png 768w\" sizes=\"(max-width: 1482px) 100vw, 1482px\" \/><figcaption id=\"caption-attachment-6724\" class=\"wp-caption-text\">Teman-teman kelas saya berbaik hati mengantarkan saya melihat kota-kota tempat tinggalnya ketika saya berkunjung ke beberapa negara Eropa Tengah dan Balkan.<\/figcaption><\/figure>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Selain itu, seperti yang sudah saya sebutkan di atas, salah satu keuntungan menjadi mahasiswa Indonesia di luar negeri adalah kita memiliki organisasi PPI yang memiliki rasa solidaritas tinggi. Beberapa kali saya pergi ke negara lain seperti Italia atau Polandia, saya juga ditemani oleh kawan-kawan PPI di negara tersebut.<\/span><\/p>\n<figure id=\"attachment_6697\" aria-describedby=\"caption-attachment-6697\" style=\"width: 4160px\" class=\"wp-caption aligncenter\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"wp-image-6697 size-full\" src=\"https:\/\/ppiswedia.org\/masakini\/wp-content\/uploads\/2019\/09\/IMG20190811112757.jpg\" alt=\"\" width=\"4160\" height=\"3120\" srcset=\"https:\/\/ppiswedia.org\/masakini\/wp-content\/uploads\/2019\/09\/IMG20190811112757.jpg 4160w, https:\/\/ppiswedia.org\/masakini\/wp-content\/uploads\/2019\/09\/IMG20190811112757-768x576.jpg 768w\" sizes=\"(max-width: 4160px) 100vw, 4160px\" \/><figcaption id=\"caption-attachment-6697\" class=\"wp-caption-text\">Kawan-kawan PPI Roma yang berbaik hati menjamu ketika saya menyempatkan diri menunaikan ibadah Shalat Idul Adha selama bepergian ke Roma.<\/figcaption><\/figure>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<figure id=\"attachment_6698\" aria-describedby=\"caption-attachment-6698\" style=\"width: 1296px\" class=\"wp-caption aligncenter\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"wp-image-6698 size-full\" src=\"https:\/\/ppiswedia.org\/masakini\/wp-content\/uploads\/2019\/09\/WhatsApp-Image-2019-08-03-at-21.27.35.jpeg\" alt=\"\" width=\"1296\" height=\"970\" srcset=\"https:\/\/ppiswedia.org\/masakini\/wp-content\/uploads\/2019\/09\/WhatsApp-Image-2019-08-03-at-21.27.35.jpeg 1296w, https:\/\/ppiswedia.org\/masakini\/wp-content\/uploads\/2019\/09\/WhatsApp-Image-2019-08-03-at-21.27.35-768x575.jpeg 768w\" sizes=\"(max-width: 1296px) 100vw, 1296px\" \/><figcaption id=\"caption-attachment-6698\" class=\"wp-caption-text\">Bersama kawan-kawan sesama mahasiswa Indonesia di Krak\u00f3w, Polandia.<\/figcaption><\/figure>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Jika memang tidak memiliki teman atau kenalan di suatu kota? Buatlah teman baru. Saya beberapa kali bertemu <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">solo traveler<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> lain selama di bis atau hostel tempat menginap dan memutuskan berjalan bersama mengelilingi kota. Sangat menarik mendengar cerita-cerita baru dari orang-orang baru yang terkadang kaya akan pengalaman.<\/span><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p><i><span style=\"font-weight: 400;\">Tips<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">: selalu berpikir terbuka selama perjalanan dan jangan sungkan memulai pembicaraan dengan orang-orang baru selama perjalanan. Beberapa hostel menyediakan ruang makan atau bersantai yang sangat nyaman sebagai langkah awal untuk bersosialisasi dengan <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">solo traveler<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> lain.<\/span><\/p>\n<figure id=\"attachment_6696\" aria-describedby=\"caption-attachment-6696\" style=\"width: 1200px\" class=\"wp-caption aligncenter\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"wp-image-6696 size-full\" src=\"https:\/\/ppiswedia.org\/masakini\/wp-content\/uploads\/2019\/09\/IMG-20190810-WA0016.jpg\" alt=\"\" width=\"1200\" height=\"1600\" srcset=\"https:\/\/ppiswedia.org\/masakini\/wp-content\/uploads\/2019\/09\/IMG-20190810-WA0016.jpg 1200w, https:\/\/ppiswedia.org\/masakini\/wp-content\/uploads\/2019\/09\/IMG-20190810-WA0016-768x1024.jpg 768w\" sizes=\"(max-width: 1200px) 100vw, 1200px\" \/><figcaption id=\"caption-attachment-6696\" class=\"wp-caption-text\">Bertemu sesama solo traveler lain akan sangat menyenenagkan untuk mendapat cerita-cerita dan teman baru selama perjalanan.<\/figcaption><\/figure>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>Sekian dulu tips-tips saya tentang mencari makanan dan menikmati tipe perjalanan yang berbeda-beda. Ditunggu kelanjutannya ya~<\/p>\n<blockquote><p><strong>Izzan Fathurrahman<\/strong><br \/>\nMSc. Development Studies at Lund University<br \/>\nLund<\/p><\/blockquote>\n<p>Editor: Ria Ratna Sari<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Sudahkah kamu membaca tulisan saya yang sebelumnya tentang Tips dan Trik Travelling dari Swedia Part 1? Nah kali ini saya akan mengulas tentang tips-tips pemenuhan kebutuhan perut tatkala berkelana. Saya&#8230;<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":6702,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_exactmetrics_skip_tracking":false,"_exactmetrics_sitenote_active":false,"_exactmetrics_sitenote_note":"","_exactmetrics_sitenote_category":0,"footnotes":""},"categories":[142,143,4,7,13,1],"tags":[],"class_list":["post-6722","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-event","category-hiburan","category-kuliah","category-mahasiswa","category-tips","category-uncategorized"],"views":367,"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/ppiswedia.org\/masakini\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/6722"}],"collection":[{"href":"https:\/\/ppiswedia.org\/masakini\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/ppiswedia.org\/masakini\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/ppiswedia.org\/masakini\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/ppiswedia.org\/masakini\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=6722"}],"version-history":[{"count":5,"href":"https:\/\/ppiswedia.org\/masakini\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/6722\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":6999,"href":"https:\/\/ppiswedia.org\/masakini\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/6722\/revisions\/6999"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/ppiswedia.org\/masakini\/wp-json\/wp\/v2\/media\/6702"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/ppiswedia.org\/masakini\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=6722"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/ppiswedia.org\/masakini\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=6722"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/ppiswedia.org\/masakini\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=6722"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}