{"id":6729,"date":"2019-09-12T08:14:14","date_gmt":"2019-09-12T06:14:14","guid":{"rendered":"https:\/\/ppiswedia.com\/masakini\/?p=6729"},"modified":"2024-02-11T20:26:25","modified_gmt":"2024-02-11T19:26:25","slug":"tips-dan-trik-traveling-dari-swedia-part-3-penting-untuk-diperhatikan","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/ppiswedia.org\/masakini\/tips-dan-trik-traveling-dari-swedia-part-3-penting-untuk-diperhatikan\/","title":{"rendered":"Tips dan Trik Traveling dari Swedia Part 3 \u2013 Penting untuk Diperhatikan"},"content":{"rendered":"<p>Jika pada dua tulisan sebelumnya, saya membagikan tips tips travelling. Kali ini saya akan share tentang apa saja yang harus<span style=\"font-weight: 400;\">\u00a0diperhatikan selama traveling dari Swedia. Berikut saya rangkum.<\/span><\/p>\n<ol>\n<li style=\"font-weight: 400;\"><span style=\"font-weight: 400;\"><strong>Cuaca<\/strong>. Tidak hanya cuaca di negara tujuan, namun cuaca di Swedia itu sendiri. Sangat lumrah bagi mahasiswa di sini untuk selalu mengecek cuaca kemanapun dan kapanpun mereka hendak pergi. Sebagai contoh, ketika saya mengunjungi Italia pertengahan bulan Agustus yang notabene masih musim panas. Sekembalinya dari Roma, saya masih mengenakan celana pendek dan kemeja tipis sebab suhu di Roma pada rentang waktu tersebut masih panas. Namun karena mengambil penerbangan larut malam dan tidak mengecek cuaca di Swedia, saya tak kebagian bis kembali ke <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">housing <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">dan cuaca di Lund justru telah turun drastis pada bulan tersebut. Alhasil saya harus berjalan kaki sejauh kurang lebih 2 km di tengah suhu belasan derajat dengan hanya mengenakan celana pendek dan kemeja tipis.<\/span><\/li>\n<li><span style=\"font-size: revert; color: initial;\">Cuaca dan musim juga menentukan jenis pakaian apa yang hendak dibawa ketika bepergian. Misal, bepergian di musim panas tentu pakaian yang dibawa lebih ringkas dibandingkan musim dingin yang mungkin harus menyisihkan ruang untuk jaket tebal, swater, syal, topi, sarung tangan atau pakaian dalam hangat.<\/span><\/li>\n<\/ol>\n<blockquote><p><i><span style=\"font-weight: 400;\">Tips:<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> jika bepergian di musim panas, carilah penginapan yang menyediakan fasilitas <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">laundry<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> sehingga pakaian yang dibawa tidak terlalu banyak, dapat dicuci apabila kotor selama perjalanan. Jika bepergian di musim dingin, cek dengan seksama perubahan cuaca setiap hari di daerah yang dituju. Tujuannya agar seluruh perlengkapan musim dingin yang dibutuhkan dapat dipersiapkan dari jauh hari. Bagi para pemburu aurora, cuaca di belahan bumi bagian utara sangat dinamis saat musim dingin dan penting untuk menyiapkan pakaian dan perlengkapan yang memadai jika hendak bepergian ke wilayah tersebut.<\/span><\/p><\/blockquote>\n<ol>\n<li style=\"font-weight: 400;\"><span style=\"font-weight: 400;\"><strong>Dokumen perjalanan<\/strong>. Ini salah satu hal penting yang terkadang dianggap sepele. Selalu cek apakah negara yang dituju termasuk dalam wilayah <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">Schengen <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">jika bepergian hanya mengandalkan <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">Residence Permit<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> dan Paspor. Saya punya pengalaman ketika menyeberang dari Montenegro ke Makedonia Utara melalui Albania. Polisi perbatasan sempat menginterogasi dan melarang saya masuk ke Albania sebab saya tak memiliki visa Albania. Sempat kebingungan dan panik sebab bagaimana saya harus luntang-lantung di perbatasan antah-berantah. Namun ketika saya jelaskan bahwa saya tinggal di Swedia dan menunjukkan <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">Residence Permit<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">, saya diperbolehkan melewati perbatasan.<\/span><\/li>\n<\/ol>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Pun ketika mengajukan aplikasi visa via <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">online<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">, sebaiknya perhatikan dengan seksama apakah laman <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">website <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">yang dibuka adalah laman ofisial pemerintah negara tersebut atau ternyata laman agensi tur yang mengkamuflase dan meniru dengan sangat detail tampilan laman <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">website<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> pemerintah. Saya punya pengalaman buruk ketika mengajukan visa <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">online<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> ke Turki. Sebab mengajukan tengah malam dan sedikit mengantuk, saya kurang jeli memperhatikan ternyata <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">website <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">yang saya buka adalah milik agensi tur yang menyerupai tampilan <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">website<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> pemerintah. Alhasil saya tak sengaja mengajukan visa via agensi tersebut dan membayar biaya tambahan yang cukup banyak, yang sebenarnya tak perlu dibayarkan jika mengajukan via <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">website <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">pemerintah dengan proses dan waktu tunggu yang lebih sedikit. Untungnya visa saya tetap benar-benar diproses dan dikeluarkan meski harus rugi beberapa lira.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Ketika bepergian dengan Residence Permit yang masa berlakunya sebentar lagi habis juga harus jeli. Terkadang petugas imigrasi akan bertanya-tanya sampai kapan kita akan tinggal di Swedia dan proses interogasi ini akan memakan cukup banyak waktu. Jika memang telah atau dalam proses memiliki <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">Residence Permit <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">baru, sebaiknya tunjukkan <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">Residence Permit<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> baru atau <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">email<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> informasi dari imigrasi Swedia bahwa <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">Residence Permit<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> baru tengah dalam proses pembuatan. Jika memang tak memperpanjang <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">Residence Permit<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">, maka cukup jelaskan dengan detail dan ringkas pada petugas imigrasi tentang berapa lama rencana tinggal di Swedia dan kapan akan pulang.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Pemeriksaan kelengkapan dokumen perjalanan sangat lumrah di pos-pos perbatasan negara Eropa yang belum termasuk dalam wilayah EU seperti ini.<\/span><\/p>\n<ol>\n<li style=\"font-weight: 400;\"><span style=\"font-weight: 400;\"><strong>Riset dan perencanaan yang baik<\/strong>. Ini adalah yang paling penting dan sengaja saya tempatkan paling akhir. Saya pribadi selalu mempersiapkan rencana perjalanan minimal sebulan sebelum keberangkatan. Itulah sebabnya saya menyarankan untuk <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">booking<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> akomodasi dari jauh-jauh hari sebab dengan begitu anggaran perjalanan dapat dihitung terlebih dahulu. Jika tiket transportasi dan penginapan telah dibeli atau setidaknya di-<\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">booking<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> via kartu kredit \/ debit, biaya yang perlu dipersiapkan selama perjalanan hanya mencakup biaya makan sehari-hari, transportasi dalam kota atau tiket-tiket wisata dan oleh-oleh.<\/span><\/li>\n<\/ol>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Saya adalah tipe pejalan <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">marathon<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">, dalam artian akan memaksimalkan untuk bepergian ke sebanyak mungkin kota atau negara dalam kurun waktu tertentu. Selalu sediakan rentang waktu paling tidak dua atau tiga hari untuk satu kota atau wilayah. Selain tidak terlalu memforsir diri sendiri, juga menghindari kejadian-kejadian tidak mengenakkan yang bisa jadi mengganggu rencana perjalanan keseluruhan. Seperti ketika saya pergi ke Mostar, Bosnia. Saya ketinggalan bis di Ljubljana, Slovenia, dan harus menginap satu malam di Zagreb, Kroasia, karena bis menuju Mostar selanjutnya tersedia keesokan siang. Hal ini tentu mengganggu perencanaan perjalanan. Namun karena saya menyediakan waktu tiga hari di Mostar, keterlambatan satu hari di Kroasia tidak mengganggu rencana perjalanan selanjutnya karena masih ada waktu dua hari yang dapat dimanfaatkan.<\/span><\/p>\n<blockquote><p><span style=\"font-weight: 400;\">Tips: selalu cek apakah tempat-tempat wisata yang dituju menjual tiket masuk via <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">online<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> atau tidak. Jika iya, sebaikanya beli semua tiket masuk wisata via <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">online <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">dari jauh-jauh hari. Kekurangannya tentu rencana perjalanan akan sangat ketat dan mengurangi fleksibilitas selama perjalana. Namun hal ini sangat membantu untuk menghindari antrian yang sangat panjang (dan membuang-buang waktu dan energi) di daerah wisata yang sangat umum di musim liburan serta membantu menyusun anggaran perjalanan menjadi lebih cermat. Jika tidak memiliki tujuan spesifik di kota yang dicapai, dapat dengan mudah <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">blogwalking <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">di internet dengan memasukkan kata kunci \u201c<\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">one day trip in<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">\u2026.\u201d. Ada banyak <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">travel blog<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> yang memberi ulasan tempat-tempat wisata di suatu wilayah beserta aksesibilitasnya dalam waktu satu atau dua hari.<\/span><\/p><\/blockquote>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Sekilas itulah beberapa tips dan trik dari saya jika ingin bepergian dari Swedia. Ingat, beriwsata adalah bagian dari kebutuhan dan menjaga <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">well-being <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">selama studi, terutama pasca menghadapi beban akademik yang berat, perbedaan budaya<\/span> <span style=\"font-weight: 400;\">atau mungkin untuk menanggulangi depresi musim dingin yang tak jarang menghinggapi mahasiswa Indonesia. Sebagai orang yang tinggal di Swedia, negara ini sangat mendukung keseimbangan antara bekerja dan waktu luang sehingga bepergian bukanlah sekedar gaya hidup semata. Jadikan kesempatan untuk melihat belahan dunia lain sebagai salah satu motivasi untuk berjalan sejauh mungkin menuntut ilmu, namun tak lupa juga dengan kewajiban utama sebagai pelajar. Selamat berkeliling!<\/span><\/p>\n<blockquote><p><strong>Izzan Fathurrahman<\/strong><br \/>\nMSc. Development Studies at Lund University<br \/>\nLund<\/p><\/blockquote>\n<p>Editor: Ria Ratna Sari<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Jika pada dua tulisan sebelumnya, saya membagikan tips tips travelling. Kali ini saya akan share tentang apa saja yang harus\u00a0diperhatikan selama traveling dari Swedia. Berikut saya rangkum. Cuaca. Tidak hanya&#8230;<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":0,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_exactmetrics_skip_tracking":false,"_exactmetrics_sitenote_active":false,"_exactmetrics_sitenote_note":"","_exactmetrics_sitenote_category":0,"footnotes":""},"categories":[1],"tags":[],"class_list":["post-6729","post","type-post","status-publish","format-standard","hentry","category-uncategorized"],"views":324,"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/ppiswedia.org\/masakini\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/6729"}],"collection":[{"href":"https:\/\/ppiswedia.org\/masakini\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/ppiswedia.org\/masakini\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/ppiswedia.org\/masakini\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/ppiswedia.org\/masakini\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=6729"}],"version-history":[{"count":5,"href":"https:\/\/ppiswedia.org\/masakini\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/6729\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":8350,"href":"https:\/\/ppiswedia.org\/masakini\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/6729\/revisions\/8350"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/ppiswedia.org\/masakini\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=6729"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/ppiswedia.org\/masakini\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=6729"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/ppiswedia.org\/masakini\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=6729"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}