{"id":6735,"date":"2019-09-17T13:15:01","date_gmt":"2019-09-17T11:15:01","guid":{"rendered":"https:\/\/ppiswedia.com\/masakini\/?p=6735"},"modified":"2019-09-17T13:17:37","modified_gmt":"2019-09-17T11:17:37","slug":"susahkah-kuliah-sambil-membawa-keluarga-di-swedia","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/ppiswedia.org\/masakini\/susahkah-kuliah-sambil-membawa-keluarga-di-swedia\/","title":{"rendered":"Susahkah Kuliah Sambil Membawa Keluarga di Swedia?"},"content":{"rendered":"<p>Sudah hampir 3 minggu saya dan keluarga berada di Swedia semenjak kedatangan kami pada tanggal 20 Agustus 2019. Perkuliahanpun sudah dimulai selama seminggu. Dalam tulisan ini, saya akan berbagi tentang\u00a0<span style=\"font-weight: 400;\">bagaimana kuliah di Swedia dengan membawa keluarga termasuk bayi. Saya akan menceritakan tantangan dan tentunya dilengkapi dengan tips dan trik untuk menghadapinya.<\/span><\/p>\n<p>Untuk memulai perkuliahan yang jauh di utara bumi, saya bersyukur didampingi oleh <em>support system<\/em> saya, yaitu isteri dan bayi kami yang masih berumur 6 bulan. Tantangan demi tantangan dimulai semenjak datang ke Swedia.<\/p>\n<p><b>Tantangan pertama<\/b><span style=\"font-weight: 400;\"> adalah <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">apply Residence Permit<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> untuk saya dan keluarga di <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">migrationsverket.se<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> secara online. Kalian bisa cek detailnya di website nya PPI Swedia yang membahasa tentang <a href=\"https:\/\/ppiswedia.org\/masakini\/hidup-di-swedia\/pra-keberangkatan\/\">ini<\/a>.\u00a0<\/span><span style=\"font-weight: 400;\">Tidak seperti yang dibayangkan, saya <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">apply<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> agak terlambat di akhir Mei sebelum libur lebaran, dan ternyata disetujui cuma dalam waktu 2 minggu, mudah sekali kan. Jadi jangan sampai yang sudah berkeluarga mengurungkan niat hanya karena memikirkan betapa ribet proses administrasinya. Jujur, saya baru sadar proses setiap administrasi di negara Swedia ini sangat sederhana dan tidak ribet sama sekali.<\/span><\/p>\n<p><b>Tantangan<\/b> <b>kedua<\/b><span style=\"font-weight: 400;\"> pastinya berburu tiket pesawat dari Indonesia ke Swedia yang sudah pasti sangat tidak ramah di kantong. <\/span><b>Tips pertama<\/b><span style=\"font-weight: 400;\"> yang bisa ditiru buat teman-teman yang membawa keluarga seperti saya adalah buat kartu <a href=\"https:\/\/www.isic.org\/\">ISIC<\/a>, semacam kartu pelajar yang berlaku international dan bisa menawarkan diskon tiket pesawat yang cukup besar. Kita bisa mendapatkan tiket dengan harga\u00a0 50-60% dari harga tiket seharusnya.\u00a0<\/span><span style=\"font-weight: 400;\">Beberapa maskapai yang menyediakan tiket murah untuk pelajar yaitu seperti Qatar Airways, Etihad, Emirates, Cathay, dan lain-lain. <\/span><b>Tips kedua<\/b><span style=\"font-weight: 400;\">, kalau kita membeli tiket melalui STA Travel Indonesia, harga tiket pasangan disesuaikan dengan harga tiket kita sebagai pelajar.\u00a0\u00a0<\/span><\/p>\n<p><b>Tantangan ketiga<\/b><span style=\"font-weight: 400;\"> adalah bagaimana mengatur sedemikian rupa bawaan kita agar tidak melebihi maksimal bagasi. Saya sendiri naik Qatar Airways mendapatkan total bagasi sebesar 70kg,\u00a0 masing-masing 30 kg bagasi untuk saya dan istri, dan 10 kg untuk infant. Kami juga mendapatkan max 7 kg per orang untuk tas di kabin. Meskipun 70kg cukup besar, tetapi untuk ukuran hidup dua tahun di Swedia,\u00a0 kami tetap harus memilah-milah barang yang perlu dibawa. Tidak mungkin<\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\"> bouncer<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">, ember,<\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\"> playmat<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> bayi dan <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">baby chair<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> kita bawa. Tapi tenang, <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">stroller<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> dihitung sebagai bagasi spesial dan itu <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">free<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">, kita bisa gunakan sampai <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">boarding room<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> saja selanjutnya <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">stroller<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> akan disimpan oleh <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">crew <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">pesawat, diberikan cover plastik dan disimpan di bagasi.\u00a0<\/span><span style=\"font-weight: 400;\">Setelah kami sampai disini, kami baru bisa tahu mana saja yang sebenarnya perlu dibawa dan mana yang tidak setelah belajar dari pengalaman. <\/span><b>Tips ketiga\u00a0<\/b><span style=\"font-weight: 400;\">untuk yang membawa bayi, siapkan 1 koper cabin untuk semua keperluan bayi dan 1 tas bayi untuk segala hal terkait makanan, peralatan susu bayi, dan popok bayi. Sedangkan 1\u00a0 koper besar yang masuk bagasi, pastikan dua per tiga nya kita isi semua untuk makanan atau minuman favorite seperti mie instan, rendang, bawang goreng, bumbu racik instan, teri kacang, kentang dan lain-lain yang bisa membuat kita bertahan hidup selama paling tidak 2 minggu &#8211; 1 bulan pertama di Swedia. Sisa nya baru untuk baju kita, pasangan dan bayi\/anak. Pastikan membawa obat-obatan juga karena disini mahal. Jadi, lebih baik beli obat-obatan generik di Indonesia saja.\u00a0\u00a0<\/span><b>Tips terakhir<\/b><span style=\"font-weight: 400;\">\u00a0 untuk yang membawa bayi adalah pakaikan <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">ear muff<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> ke bayi masing-masing 15 menit selama <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">take off <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">dan <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">landing<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> agar telinga bayi nyaman dan aman karena perubahan tekanan akibat perubahan ketinggian secara drastis.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Akhirnya sampai juga di bagian enak nya bisa saya ceritakan setelah saya tinggal sekitar 3 minggu di Swedia. Saya menemukan banyak perbedaan antara di Indonesia dan di Swedia dalam hal keramahan terhadap kaum <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">special needs<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> seperti orang tua, <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">disabled<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">, ibu hamil, ibu dengan bayi bahkan <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">biker <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">dan yang membawa hewan peliharaan. Di setiap bus selalu ada 2 space khusus yang bisa digunakan untuk yang berkebutuhan khusus di atas. Demikian juga di dalam kereta, bahkan tersedia gerbong khusus untuk mereka yang berkebutuhan. Di Swedia bahkan kita akan dengan mudah menemukan <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">baby\u2019s room<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> di dalam toilet pria, agak geli sih sebenarnya, hahaha. Jangan lupakan juga trotoar di sini sangat ramah karena mulus dan selalu ada jalan landai untuk menghubungkan antara dua jalan yang beda ketinggian selain yang bentuknya tangga. Jadi jangan khawatir untuk jalan-jalan dengan<\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\"> stroller<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> di semua fasilitas umum karena sangat aman dan nyaman banget.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: center;\"><span style=\"font-weight: 400;\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"aligncenter size-full wp-image-6743\" src=\"https:\/\/ppiswedia.org\/masakini\/wp-content\/uploads\/2019\/09\/Screen-Shot-2019-09-17-at-12.50.11.png\" alt=\"\" width=\"1902\" height=\"704\" srcset=\"https:\/\/ppiswedia.org\/masakini\/wp-content\/uploads\/2019\/09\/Screen-Shot-2019-09-17-at-12.50.11.png 1902w, https:\/\/ppiswedia.org\/masakini\/wp-content\/uploads\/2019\/09\/Screen-Shot-2019-09-17-at-12.50.11-768x284.png 768w\" sizes=\"(max-width: 1902px) 100vw, 1902px\" \/><\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">Kiri :Simbol di pintu gerbong khusus kereta, Tengah : Toilet di Ikea Swedia, Kanan: Suasana gerbong khusus<\/span><\/i><\/p>\n<p style=\"text-align: left;\"><span style=\"font-weight: 400;\">O iya, jangan khawatir cari baju disini, saya beli beberapa di <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">2<\/span><\/i><i><span style=\"font-weight: 400;\">nd<\/span><\/i><i><span style=\"font-weight: 400;\"> Hand Store<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> untuk bayi saya dan murah cuma 45ribu rupiah per potong. Karena ini sudah mau musim gugur dan cuaca bakalan lebih dingin beberapa bulan kedepan, saya mencari beberapa baju agak tebal buat bayi saya. Di Swedia surganya barang bekas berkualitas baik ada di toko <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">2<\/span><\/i><i><span style=\"font-weight: 400;\">nd<\/span><\/i><i><span style=\"font-weight: 400;\"> hand store<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> atau bahkan di forum dan aplikasi jual beli di Facebook, Shpock, atau Tradera. Apalagi kalau mahasiswa senior sudah mau pulang kampung, sudah pasti banyak yang jual murah atau bahkan dihibahkan dengan cuma-cuma. Sedankan untuk membeli perlengkapan bayi yang baru seperti ember, <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">baby chair<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">, handuk bayi, dan lain-lain bisa ke IKEA ya, dan<\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\"> mostly<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> harganya lebih murah dari harga di Indonesia.<\/span><\/p>\n<p><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"aligncenter size-full wp-image-6744\" src=\"https:\/\/ppiswedia.org\/masakini\/wp-content\/uploads\/2019\/09\/Screen-Shot-2019-09-17-at-12.53.40.png\" alt=\"\" width=\"1902\" height=\"848\" srcset=\"https:\/\/ppiswedia.org\/masakini\/wp-content\/uploads\/2019\/09\/Screen-Shot-2019-09-17-at-12.53.40.png 1902w, https:\/\/ppiswedia.org\/masakini\/wp-content\/uploads\/2019\/09\/Screen-Shot-2019-09-17-at-12.53.40-768x342.png 768w\" sizes=\"(max-width: 1902px) 100vw, 1902px\" \/><\/p>\n<p><i><span style=\"font-weight: 400;\">\u00a0<\/span><\/i><i><span style=\"font-weight: 400;\">(Kiri : Beli ember di IKEA, Tengah : Suasana di 2<\/span><\/i><i><span style=\"font-weight: 400;\">nd<\/span><\/i><i><span style=\"font-weight: 400;\"> Hand Store Emmaus Malmo, Kanan : Pakaian bekas buat bayi)<\/span><\/i><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Ternyata sudah panjang kali lebar kali tinggi ceritanya. Semoga ada kesempatan lagi untuk berbagi pengalaman buat bapak, ibu, teman yang mau sekolah di Swedia sambal membawa bayi atau anak-anak nya. Semoga bermanfaat ya teman-teman <\/span><span style=\"font-weight: 400;\">?<\/span><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<blockquote><p><i><span style=\"font-weight: 400;\">Rhama Aditya Putra &#8211; Lund<br \/>\n<\/span><\/i><i>Candidate MSc in Logistics and Supply Chain Management<br \/>\n<\/i><i><span style=\"font-weight: 400;\">Lund University\u00a0<\/span><\/i><\/p><\/blockquote>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Sudah hampir 3 minggu saya dan keluarga berada di Swedia semenjak kedatangan kami pada tanggal 20 Agustus 2019. Perkuliahanpun sudah dimulai selama seminggu. Dalam tulisan ini, saya akan berbagi tentang\u00a0bagaimana&#8230;<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":6741,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_exactmetrics_skip_tracking":false,"_exactmetrics_sitenote_active":false,"_exactmetrics_sitenote_note":"","_exactmetrics_sitenote_category":0,"footnotes":""},"categories":[1],"tags":[],"class_list":["post-6735","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-uncategorized"],"views":1042,"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/ppiswedia.org\/masakini\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/6735"}],"collection":[{"href":"https:\/\/ppiswedia.org\/masakini\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/ppiswedia.org\/masakini\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/ppiswedia.org\/masakini\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/ppiswedia.org\/masakini\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=6735"}],"version-history":[{"count":3,"href":"https:\/\/ppiswedia.org\/masakini\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/6735\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":6996,"href":"https:\/\/ppiswedia.org\/masakini\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/6735\/revisions\/6996"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/ppiswedia.org\/masakini\/wp-json\/wp\/v2\/media\/6741"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/ppiswedia.org\/masakini\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=6735"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/ppiswedia.org\/masakini\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=6735"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/ppiswedia.org\/masakini\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=6735"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}