{"id":6935,"date":"2020-03-02T10:10:36","date_gmt":"2020-03-02T09:10:36","guid":{"rendered":"https:\/\/ppiswedia.com\/masakini\/?p=6935"},"modified":"2020-03-01T21:43:36","modified_gmt":"2020-03-01T20:43:36","slug":"swedia-pangan-dan-sustainability","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/ppiswedia.org\/masakini\/swedia-pangan-dan-sustainability\/","title":{"rendered":"Swedia, Pangan, dan Sustainability"},"content":{"rendered":"<p><i><span style=\"font-weight: 400;\">United Nation Sustainable Development Goals<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> (UN SDG) sudah menjadi sesuatu yang familiar. 17 Target untuk kehidupan dan lingkungan yang lebih baik melalui upaya melindungi bumi dan kesejahteraan umat manusia terangkum di dalamnya. Sebagai salah satu negara paling <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">sustainable<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">, Swedia sangat menekankan teknologi, inovasi, dan aktivitas ramah lingkungan berdasarkan UN SDG.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Setiap masyarakat lintas usia dan pekerjaan dihimbau berperan serta. Pemilahan sampah wajib dilakukan setiap rumah tangga hingga industri. Disini, pemilahan sampah yang bermuara pada daur ulang sangatlah spesifik. Beling, kain, sampah organik, kertas, plastik, dan kaleng memiliki tempat pembuangan yang berbeda.\u00a0<\/span><span style=\"font-weight: 400;\">Di Swedia, berbelanja pakaian dan kebutuhan rumah tangga di <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">second hand shops <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">sangatlah umum dengan barang berkualitas dan harga bersahabat. <\/span><span style=\"font-weight: 400;\">Berbicara tentang energi, pembangkit listrik tenaga angin, penggunaan panel surya, dan sumber lainnya sudah bukan hal baru untuk Swedia.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Banyak program perkuliahan berfokus pada <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">sustainability<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">, baik dari segi lingkungan, teknologi, hingga kepemimpinan dan hampir semua program perkuliahan lainnya dilakukan berdasarkan pendekatan UN SDG. Salah satunya program studi <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">food technology and nutrition<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">.\u00a0<\/span><\/p>\n<figure id=\"attachment_6937\" aria-describedby=\"caption-attachment-6937\" style=\"width: 1024px\" class=\"wp-caption aligncenter\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"wp-image-6937 size-full\" src=\"https:\/\/ppiswedia.org\/masakini\/wp-content\/uploads\/2020\/03\/IMG-1-Conference.jpeg\" alt=\"\" width=\"1024\" height=\"768\" srcset=\"https:\/\/ppiswedia.org\/masakini\/wp-content\/uploads\/2020\/03\/IMG-1-Conference.jpeg 1024w, https:\/\/ppiswedia.org\/masakini\/wp-content\/uploads\/2020\/03\/IMG-1-Conference-768x576.jpeg 768w\" sizes=\"(max-width: 1024px) 100vw, 1024px\" \/><figcaption id=\"caption-attachment-6937\" class=\"wp-caption-text\">Gambar 1. Food sustainability session, Food Science Sweden Conference 2019<\/figcaption><\/figure>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Para ahli pangan di negara Nordik, termasuk Swedia mulai melakukan upaya mengurangi <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">food waste<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> untuk mewujudkan <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">\u201cresponsible consumption and production\u201d<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> melalui kebijakan penetapan tanggal kadaluwarsa.\u00a0<\/span><span style=\"font-weight: 400;\">Secara umum, tanggal kadaluwarsa merupakan tanggal prediksi produk mengalami penurunan mutu dari kondisi awal, misalnya penurunan kandungan vitamin. Walau begitu, bukan berarti setelahnya produk menjadi berbahaya jika dikonsumsi. Sayangnya sebagian orang mengartikan sebagai batas akhir produk diperbolehkan untuk dikonsumsi dan akhirnya mengarah pada <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">food waste<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">.<\/span><\/p>\n<figure id=\"attachment_6936\" aria-describedby=\"caption-attachment-6936\" style=\"width: 805px\" class=\"wp-caption aligncenter\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"wp-image-6936 size-full\" src=\"https:\/\/ppiswedia.org\/masakini\/wp-content\/uploads\/2020\/03\/IMG-2-PPT.png\" alt=\"\" width=\"805\" height=\"602\" srcset=\"https:\/\/ppiswedia.org\/masakini\/wp-content\/uploads\/2020\/03\/IMG-2-PPT.png 805w, https:\/\/ppiswedia.org\/masakini\/wp-content\/uploads\/2020\/03\/IMG-2-PPT-768x574.png 768w\" sizes=\"(max-width: 805px) 100vw, 805px\" \/><figcaption id=\"caption-attachment-6936\" class=\"wp-caption-text\">Gambar 2. Salah satu slide mata kuliah food microbiology (Jenny Schelin, 2019)<\/figcaption><\/figure>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Beberapa industri pangan mulai menerapkan sistem penulisan <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">\u201cbest before, often good after\u201d<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> yang diartikan bahwa produk umumnya masih dalam kondisi layak konsumsi setelah tanggal kadaluwarsa yang tertera dengan kondisi penyimpanan yang sesuai. Dengan demikian, konsumen diharapkan tidak langsung membuang produk yang masih layak konsumsi walaupun lewat tanggal kadaluwarsa.<\/span><\/p>\n<figure id=\"attachment_6939\" aria-describedby=\"caption-attachment-6939\" style=\"width: 1200px\" class=\"wp-caption aligncenter\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"wp-image-6939 size-full\" src=\"https:\/\/ppiswedia.org\/masakini\/wp-content\/uploads\/2020\/03\/IMG-3-Arla.jpeg\" alt=\"\" width=\"1200\" height=\"1600\" srcset=\"https:\/\/ppiswedia.org\/masakini\/wp-content\/uploads\/2020\/03\/IMG-3-Arla.jpeg 1200w, https:\/\/ppiswedia.org\/masakini\/wp-content\/uploads\/2020\/03\/IMG-3-Arla-768x1024.jpeg 768w\" sizes=\"(max-width: 1200px) 100vw, 1200px\" \/><figcaption id=\"caption-attachment-6939\" class=\"wp-caption-text\">Gambar 3. Produk yogurt dengan penulisan tanggal kadaluwarsa \u201cbest before, often good after\u201d<\/figcaption><\/figure>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Bagaimana konsumen paham kapan produk masih bisa dikonsumsi? Pemerintah melalui badan pengawas pangan (livsmedelsverket) maupun industri memberikan edukasi kepada konsumen. Artikel singkat, iklan, hingga edukasi langsung di jenjang pendidikan formal telah dilakukan. Konsumen perlahan memahami cara melihat penurunan mutu yang masih dapat ditoleransi, misalnya tidak ada pertumbuhan jamur, perubahan warna, aroma, dan tekstur.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Sebagai negara empat musim, Swedia memanfaatkan perbedaan suhu untuk menyesuaikan tanggal kadaluwarsa. Selama <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">winter<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">, sebagian produk makanan memiliki rentang kadaluwarsa yang lebih panjang. Produk <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">dairy <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">contohnya, akan memiliki tambahan rentang kadaluwarsa sekitar 3 hari. Mengapa? Suhu selama <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">winter<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> cenderung rendah membuat produk lebih awet dan diharapkan konsumen dapat lebih bijak membeli dan mengkonsumsi produk pangan mereka.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Upaya yang dilakukan tidak berhenti sampai disitu. Berbagai penelitian dan penggunaan kemasan ramah lingkungan untuk produk pangan mulai banyak dilakukan. Inovasi produk makanan maupun minuman berbasis tumbuhan (<\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">plant base food) <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">pun<\/span> <span style=\"font-weight: 400;\">semakin marak dan sudah diproduksi secara komersial.<\/span><\/p>\n<figure id=\"attachment_6938\" aria-describedby=\"caption-attachment-6938\" style=\"width: 828px\" class=\"wp-caption aligncenter\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"wp-image-6938 size-full\" src=\"https:\/\/ppiswedia.org\/masakini\/wp-content\/uploads\/2020\/03\/IMG-4-Oatly.jpeg\" alt=\"\" width=\"828\" height=\"1313\" srcset=\"https:\/\/ppiswedia.org\/masakini\/wp-content\/uploads\/2020\/03\/IMG-4-Oatly.jpeg 828w, https:\/\/ppiswedia.org\/masakini\/wp-content\/uploads\/2020\/03\/IMG-4-Oatly-768x1218.jpeg 768w\" sizes=\"(max-width: 828px) 100vw, 828px\" \/><figcaption id=\"caption-attachment-6938\" class=\"wp-caption-text\">Gambar 4. OATLY, salah satu plant base drink berbasis oat<\/figcaption><\/figure>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Mungkin beberapa hal bisa diterapkan di luar Swedia juga. Coba lihat makananmu yang sudah atau mendekati kadaluwarsa.\u00a0 Masih layak konsumsikah? Jangan langsung dibuang, ya. Ingat, semua berperan untuk kehidupan yang lebih baik.<\/span><\/p>\n<p><i><span style=\"font-weight: 400;\">Vi ses!<\/span><\/i><\/p>\n<blockquote><p><span style=\"font-weight: 400;\">Fiona Ernesta<br \/>\n<\/span><span style=\"font-weight: 400;\">Master Student in Food Technology and Nutrition<br \/>\n<\/span><span style=\"font-weight: 400;\">Lund University<\/span><\/p><\/blockquote>\n<p>Editor: Ria Ratna Sari<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>United Nation Sustainable Development Goals (UN SDG) sudah menjadi sesuatu yang familiar. 17 Target untuk kehidupan dan lingkungan yang lebih baik melalui upaya melindungi bumi dan kesejahteraan umat manusia terangkum&#8230;<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":6936,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_exactmetrics_skip_tracking":false,"_exactmetrics_sitenote_active":false,"_exactmetrics_sitenote_note":"","_exactmetrics_sitenote_category":0,"footnotes":""},"categories":[4,11,13],"tags":[184,183,185],"class_list":["post-6935","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-kuliah","category-tentang-swedia","category-tips","tag-food-management","tag-food-waste","tag-sustainability"],"views":576,"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/ppiswedia.org\/masakini\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/6935"}],"collection":[{"href":"https:\/\/ppiswedia.org\/masakini\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/ppiswedia.org\/masakini\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/ppiswedia.org\/masakini\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/ppiswedia.org\/masakini\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=6935"}],"version-history":[{"count":3,"href":"https:\/\/ppiswedia.org\/masakini\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/6935\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":6951,"href":"https:\/\/ppiswedia.org\/masakini\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/6935\/revisions\/6951"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/ppiswedia.org\/masakini\/wp-json\/wp\/v2\/media\/6936"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/ppiswedia.org\/masakini\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=6935"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/ppiswedia.org\/masakini\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=6935"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/ppiswedia.org\/masakini\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=6935"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}