{"id":7076,"date":"2020-05-04T10:32:35","date_gmt":"2020-05-04T08:32:35","guid":{"rendered":"https:\/\/ppiswedia.com\/masakini\/?p=7076"},"modified":"2020-05-02T21:37:08","modified_gmt":"2020-05-02T19:37:08","slug":"serunya-mengikuti-buddy-program-di-linnaeus-university","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/ppiswedia.org\/masakini\/serunya-mengikuti-buddy-program-di-linnaeus-university\/","title":{"rendered":"Serunya mengikuti Buddy Program di Linnaeus University"},"content":{"rendered":"<p><span style=\"font-weight: 400;\">Tjena allihopa! <\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Pada kesempatan kali ini saya akan menceritakan pengalaman saya kepada teman-teman mengenai serunya mengikuti Buddy program yang dibuat oleh setiap universitas di Swedia, khususnya di kampus saya Linnaeus University, V\u00e4xj\u00f6. Buddy program adalah sebuah <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">platform <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">dimana teman-teman dapat mendaftar untuk mencari Buddy <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">(search a Buddy)<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> ataupun menjadi Buddy <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">(Become a Buddy)<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">, nantinya teman-teman pasti akan mendapatkan\u00a0<\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">Buddy <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">dari manca negara. Pencarian Buddy biasanya ditujukan kepada pelajar yang baru tiba di Swedia yang masih memerlukan tips terkait cara belajar, tips beberlanja, cara mem<\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">booking laundry,<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> cara meminjam buku, dan masih banyak hal lagi. Sedangkan untuk menjadi <i>Buddy,\u00a0<\/i><\/span><span style=\"font-weight: 400;\">setidaknya kamu harus sudah menempuh studi selama satu tahun di Linnaeus University. Dengan menjadi <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">Buddy, <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">pelajar tersebut dapat memberi tips, <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">hang out <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">dengan <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">buddy<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">-nya (pelajar baru), dan hal-hal seru lainnya. Dalam tulisan ini, saya akan menceritakan pengalaman saya ketika mencari <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">Buddy <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">dan menjadi <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">Buddy, <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">serta keuntungan dari program ini bagi pelajar yang berkuliah di Swedia, khususnya Linnaeus University.<\/span><\/p>\n<figure id=\"attachment_7079\" aria-describedby=\"caption-attachment-7079\" style=\"width: 1366px\" class=\"wp-caption aligncenter\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"wp-image-7079 size-full\" src=\"https:\/\/ppiswedia.org\/masakini\/wp-content\/uploads\/2020\/05\/1.png\" alt=\"\" width=\"1366\" height=\"768\" srcset=\"https:\/\/ppiswedia.org\/masakini\/wp-content\/uploads\/2020\/05\/1.png 1366w, https:\/\/ppiswedia.org\/masakini\/wp-content\/uploads\/2020\/05\/1-768x432.png 768w\" sizes=\"(max-width: 1366px) 100vw, 1366px\" \/><figcaption id=\"caption-attachment-7079\" class=\"wp-caption-text\">Gambar 1. Facebook Homepage untuk mendaftar Buddy Program di Linnaeus University, V\u00e4xj\u00f6. Sumber: penulis.<\/figcaption><\/figure>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p><b><i>Mencari Buddy<\/i><\/b><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Pada tahun pertama, saya adalah satu-satunya orang Indonesia yang berkuliah di Linnaeus University, V\u00e4xj\u00f6. Sehingga, saya sering dirundungi oleh kesepian dan rasa rindu terhadap keluarga dan tanah air setiap waktu. Sekitar 3 bulan selanjutnya, saya mulai mengetahui adanya <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">platform Buddy program <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">yang disebarkan melalui <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">Homepage <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">Facebook milik kampus. Kemudian saya mendaftarkan diri untuk program tersebut untuk mencari seorang buddy. Langkahnya cukup mudah, hanya dengan mengisi <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">form<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">. Hal yang menarik selama pendaftaran, saya dapat mengisi preferensi <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">buddy <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">yang saya inginkan, misalnya saya ingin memiliki <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">buddy <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">seorang perempuan dengan <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">hobby <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">membaca buku dan memasak dan dari negara bagian benua Afrika. Setelah menunggu 1 minggu, akhirnya saya dihubungi oleh <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">buddy <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">saya dan kami memutuskan untuk memulai perkenalan kami dengan Fika bersama. Semenjak kami bertemu, kami menjadi begitu akrab, nama <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">buddy <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">saya adalah Ruth dan ia berasal dari Congo. Kami sering menghabiskan waktu berakhir pekan bersama seperti menonton film, membuat taco, dan pergi ke gereja bersama. Ditambah lagi saya juga belajar bahasa Swedia dari Ruth karena ia sudah tinggal sekitar 10 tahun di Swedia. Bahkan, saya sempat berkunjung ke rumah keluarganya di Stockholm pada liburan musim panas tahun lalu. Hingga saat ini kami masih sering berkomunikasi satu sama lain, walaupun kami tengah sibuk dengan thesis masing-masing.<\/span><\/p>\n<figure id=\"attachment_7080\" aria-describedby=\"caption-attachment-7080\" style=\"width: 4160px\" class=\"wp-caption aligncenter\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"wp-image-7080 size-full\" src=\"https:\/\/ppiswedia.org\/masakini\/wp-content\/uploads\/2020\/05\/2.jpg\" alt=\"\" width=\"4160\" height=\"3120\" srcset=\"https:\/\/ppiswedia.org\/masakini\/wp-content\/uploads\/2020\/05\/2.jpg 4160w, https:\/\/ppiswedia.org\/masakini\/wp-content\/uploads\/2020\/05\/2-768x576.jpg 768w\" sizes=\"(max-width: 4160px) 100vw, 4160px\" \/><figcaption id=\"caption-attachment-7080\" class=\"wp-caption-text\">Gambar 2. Taco Festival bersama keluarga Ruth. Sumber: Penulis.<\/figcaption><\/figure>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p><b><i>Menjadi Buddy<\/i><\/b><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Pada tahun kedua saya memutuskan untuk mengikuti program untuk menjadi <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">buddy<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">, karena saya merasakan banyak manfaat dan pertolongan oleh Ruth,\u00a0<\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">buddy <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">saya terdahulu. Saya ingin setidaknya bisa menolong teman-teman baru yang juga memiliki kesulitan ketika baru pertama kali tiba di Swedia. Tidak disangka ternyata saya terkoneksi dengan 4 pelajar, yaitu: Albert dari Taiwan, Jisu dari Korea Selatan, Moon dari Korea Selatan, dan Momoka dari Jepang. Saya sudah mulai berkomunikasi dengan mereka bahkan sebelum mereka sampai di Swedia. Saya memberikan berbagai macam tips terkait hal apa saja yang penting dibawa dan hal yang nantinya bisa dibeli di V\u00e4xj\u00f6. Ketika mereka tiba, saya membantu mereka untuk berbelanja makanan, membeli sejumlah baju musim dingin dan perabotan lainnya, dan membeli kartu transportasi. Tidak lupa saya mengajak mereka untuk berkeliling kampus Linnaeus yang sangat luas dan juga kota V\u00e4xj\u00f6. Setiap minggunya kami selalu meluangkan waktu untuk masak bersama. Biasanya saya akan masak makanan Indonesia dan mereka akan memasak makanan dari negara asal mereka. Banyak hal-hal seru lainnya yang tidak bisa saya sebutkan satu per satu. Namun, untuk saat ini kami tidak bisa bertemu secara langsung untuk mencegah wabah pandemi<\/span> <span style=\"font-weight: 400;\">COVID-19 menyebar di lingkungan kampus kami dan V\u00e4xj\u00f6. Stay safe everyone! <\/span><span style=\"font-weight: 400;\">\u263a<\/span><\/p>\n<figure id=\"attachment_7078\" aria-describedby=\"caption-attachment-7078\" style=\"width: 2880px\" class=\"wp-caption aligncenter\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"wp-image-7078 size-full\" src=\"https:\/\/ppiswedia.org\/masakini\/wp-content\/uploads\/2020\/05\/3.jpeg\" alt=\"\" width=\"2880\" height=\"2160\" srcset=\"https:\/\/ppiswedia.org\/masakini\/wp-content\/uploads\/2020\/05\/3.jpeg 2880w, https:\/\/ppiswedia.org\/masakini\/wp-content\/uploads\/2020\/05\/3-768x576.jpeg 768w\" sizes=\"(max-width: 2880px) 100vw, 2880px\" \/><figcaption id=\"caption-attachment-7078\" class=\"wp-caption-text\">Gambar 3. Foto bersama: Momoka, Albert, Saya, Jisu, dan Moon (kiri ke kanan). Sumber: penulis<\/figcaption><\/figure>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p><b><i>Keuntungan mengikuti Buddy Program<\/i><\/b><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Bagi saya mengikuti program ini memberi banyak manfaat dan keuntungan bagi saya dan juga <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">buddy <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">saya (<\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">mutual relationship)<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">. Kami belajar satu sama lain mengenai banyak hal seperti budaya, bahasa, tips dan trik, cara memasak makanan khas daerah masing-masing, dan sebagainya. Terlebih lagi program ini sangat cocok bagi saya yang ingin merasakan pengalaman bersosialisasi dengan teman-teman dari manca negara. Pengalaman tersebut tidak akan dilupakan dan tidak bisa didapat ketika menempuh studi di Indonesia. Melalui program ini saya tidak lagi melalui suka duka saya sendirian, melainkan ada <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">buddy <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">saya yang selalu mendukung saya, begitu juga sebaliknya. Teringat saya tengah putus asa dengan tugas saya yang tak kunjung selesai, selalu ada Ruth, Momoka, Albert, Jisu, dan Moon yang selalu menyemangati saya, membuatkan saya kue, dan bercanda dengan saya. Jika suatu saat kami akan berpisah karena telah usai menempuh studi kami, saya memiliki alasan untuk <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">traveling <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">ke Congo, Jepang, Taiwan, dan Korea Selatan. Karena saya akan bertemu dengan mereka disana <\/span><span style=\"font-weight: 400;\">\u263a<\/span><span style=\"font-weight: 400;\">. <\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Sekian dari pengalaman saya mengenai <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">Buddy Program<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">, bagaimana dengan kalian? Apakah kalian sudah atau berminat mendaftar <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">Buddy Program <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">di kampus kalian? Hej d\u00e5!<\/span><\/p>\n<blockquote><p>Ester Lisnati Jayadi<br \/>\nLinnaeus University, V\u00e4xj\u00f6<br \/>\nBusiness Process Control and Supply Chain Management, Fronts in Logistics<\/p><\/blockquote>\n<p>Editor: Ria Ratna Sari<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Tjena allihopa! Pada kesempatan kali ini saya akan menceritakan pengalaman saya kepada teman-teman mengenai serunya mengikuti Buddy program yang dibuat oleh setiap universitas di Swedia, khususnya di kampus saya Linnaeus&#8230;<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":7078,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_exactmetrics_skip_tracking":false,"_exactmetrics_sitenote_active":false,"_exactmetrics_sitenote_note":"","_exactmetrics_sitenote_category":0,"footnotes":""},"categories":[4],"tags":[192,187,120],"class_list":["post-7076","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-kuliah","tag-buddy-program","tag-linnaeus-university","tag-study-in-sweden"],"views":385,"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/ppiswedia.org\/masakini\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/7076"}],"collection":[{"href":"https:\/\/ppiswedia.org\/masakini\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/ppiswedia.org\/masakini\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/ppiswedia.org\/masakini\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/ppiswedia.org\/masakini\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=7076"}],"version-history":[{"count":4,"href":"https:\/\/ppiswedia.org\/masakini\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/7076\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":7082,"href":"https:\/\/ppiswedia.org\/masakini\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/7076\/revisions\/7082"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/ppiswedia.org\/masakini\/wp-json\/wp\/v2\/media\/7078"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/ppiswedia.org\/masakini\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=7076"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/ppiswedia.org\/masakini\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=7076"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/ppiswedia.org\/masakini\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=7076"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}