{"id":7313,"date":"2020-07-12T19:15:30","date_gmt":"2020-07-12T17:15:30","guid":{"rendered":"https:\/\/ppiswedia.com\/masakini\/?p=7313"},"modified":"2023-12-03T10:41:19","modified_gmt":"2023-12-03T09:41:19","slug":"lanjut-s2-sambil-urus-dua-anak-sendirian-di-swedia-bisa-lho","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/ppiswedia.org\/masakini\/lanjut-s2-sambil-urus-dua-anak-sendirian-di-swedia-bisa-lho\/","title":{"rendered":"Lanjut S2 sambil urus dua anak sendirian? Di Swedia Bisa Lho!"},"content":{"rendered":"\n<figure class=\"wp-block-image is-style-default\"><img decoding=\"async\" src=\"https:\/\/lh4.googleusercontent.com\/c0IQXKpyodBcHfD65sEb11tVfKTTLQuI_kSrR7xUZGPXHCvHCWraWI4HaqhOi3C6NDNIVt5mypx3LY9yIdyP_Dxi1af1G57NzK3lPi9_n2_-6U7Ry0O3HS20gNbOwZY-rFAgB0--\" alt=\"\"\/><\/figure>\n\n\n\n<p>Sungguh masih melekat dalam hati, salah satu kata bijak idola saya, eyang Habibie. Beliau mengatakan bahwa Keberhasilan bukanlah milik orang yang pintar, keberhasilan adalah kepunyaan mereka yang senantiasa berusaha. Saat saya dinyatakan lulus pada seleksi beasiswa LPDP tahun 2017, lagi-lagi saya percaya pada kekuatan usaha dan doa. Padahal saat itu usia saya sudah tidak muda lagi, dan bahkan usia maksimal mendaftar LPDP loh, hihi. Kemudian dengan status saya yang mempunyai dua anak yang akan saya bawa saat menjalani pendidikan. Yang lebih membuat saya bersyukur lagi adalah, dengan IPK yang pas-pasan, alhamdulillah saya bisa mendapatkan beasiswa dari LPDP untuk melanjutkan pendidikan Magister di Swedia.<\/p>\n\n\n\n<p>Tantangan tidak berhenti disitu. Keluarga dan teman-teman dekat mempertanyakan tentang perkuliahan saya di Swedia, seperti emang bisa kuliah sambil bawa dua anak, sendirian pula? Nanti pas kamu kuliah anak-anak siapa yang jaga? Sekolah anak-anak gimana? emangnya cukup uang dari beasiswa untuk menghidupi tiga orang di Swedia?\u201d Saya cuma bisa jawab dengan santai, \u201cBisa!\u201d Eitss tapi jangan salah, sebelum bisa jawab dengan santai, saya sudah melakukan penelitian selama berbulan-bulan yah teman-teman.&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p>Pada kesempatan kali ini, saya ingin berbagi pengalaman tentang bawa dua anak untuk ikut kuliah ke Swedia. Saya akan&nbsp; bagi tulisan ini menjadi dua bagian. Pertama, pengalaman persiapan keberangkatan atau sebelum pergi ke Swedia. Kedua, pengalaman pada saat menjalani perkuliahan di Swedia.<\/p>\n\n\n\n<figure class=\"wp-block-embed-wordpress wp-block-embed is-type-wp-embed is-provider-ppi-swedia\"><div class=\"wp-block-embed__wrapper\">\n<blockquote class=\"wp-embedded-content\" data-secret=\"o1GM3PeB1H\"><a href=\"https:\/\/ppiswedia.org\/masakini\/keistimewaan-menjadi-seorang-pelajar\/\">Keistimewaan Menjadi Seorang Pelajar<\/a><\/blockquote><iframe loading=\"lazy\" class=\"wp-embedded-content\" sandbox=\"allow-scripts\" security=\"restricted\" style=\"position: absolute; visibility: hidden;\" title=\"&#8220;Keistimewaan Menjadi Seorang Pelajar&#8221; &#8212; PPI Swedia\" src=\"https:\/\/ppiswedia.org\/masakini\/keistimewaan-menjadi-seorang-pelajar\/embed\/#?secret=ylGdNQ2omD#?secret=o1GM3PeB1H\" data-secret=\"o1GM3PeB1H\" width=\"600\" height=\"338\" frameborder=\"0\" marginwidth=\"0\" marginheight=\"0\" scrolling=\"no\"><\/iframe>\n<\/div><\/figure>\n\n\n\n<p><strong>Bagian pertama: Pengalaman persiapan keberangkatan.<\/strong><\/p>\n\n\n\n<p>Yang paling penting pada tahap ini yaitu mendapatkan <em>Residence Permit<\/em> (RP) dan sekolah untuk anak-anak. Karena tidak di-<em>cover<\/em> oleh beasiswa, maka untuk mendapatkan RP, saya harus mempersiapkan uang deposit untuk anak-anak saya. Dana deposit tersebut harus ada di rekening atas nama kita sebagai wali. Besaran dana deposit tersebut yaitu 2.100 sek\/bulan dan harus dikalikan 11 bulan untuk RP setahun pertama. Jadi, untuk dua anak saya harus ada dana deposit sebesar Rp. 74.000.000,-. Info lebih lengkap nya bisa dilihat disini yah: <a href=\"https:\/\/www.migrationsverket.se\/English\/Private-individuals\/Studying-and-researching-in-Sweden\/Higher-education\/Permits-for-family-members.html\">Permit for a family member<\/a>. Aplikasi RP saya di-<em>granted<\/em> setelah 2,5 bulan. Lumayan lama memang jika dibandingkan dengan teman-teman yang lain yang prosesnya hanya sekitar satu bulan saja. Sempat deg-degan karena sudah H-20 keberangkatan, tapi RP belum <em>granted<\/em>, sehingga belum berani beli tiket pesawat. Jadi saran saya, secepatnya <em>apply<\/em> RP, jangan ditunda-tunda. Apalagi jika ingin bawa keluarga, karena prosesnya cenderung lebih lama.<\/p>\n\n\n\n<p>Untuk mengurus RP ini prosesnya lumayan <em>simple<\/em> yah teman-teman. Prosesnya kurang lebih seperti berikut (sesuai pengalaman saya):&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p>1. Kita hanya isi aplikasi secara online <a href=\"https:\/\/www.migrationsverket.se\/English\/Private-individuals\/Studying-and-researching-in-Sweden\/Higher-education\/Residence-permit-for-higher-education.html\">disini<\/a><\/p>\n\n\n\n<p>2. Proses&nbsp; biometric &#8211; yaitu rekam foto diri, sidik jari, dan tandatangan. Ini semua anggota keluarga harus datang ke <em>Swedish Embassy<\/em> yah.&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p>3. Setelah <em>granted<\/em>, nanti <em>Swedish Embassy<\/em> akan menghubungi kita untuk ambil kartu fisiknya (yang ini bisa diwakilkan, tidak perlu diambil oleh orang yg bersangkutan).&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p>Saat itu tidak ada tes kesehatan seperti keberangkatan studi ke negara lain, seperti UK misalnya, yang membutuhkan surat keterangan bebas TBC, dll.<\/p>\n\n\n<div class=\"wp-block-image is-style-default\">\n<figure class=\"aligncenter is-resized\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" src=\"https:\/\/lh5.googleusercontent.com\/B0fakbCqdH-Jp4F5X40R0lyH07pUyynXdXuoUAiZAnCyMEijUQhCS5pFZLjdcblvxKbgyRKMLoGuRsq87iW-Tae0boMaZ4Ybh9RRS9KzLOuFb_gqIYiTAKQb_VahwREMkqIfuVL1\" alt=\"\" width=\"386\" height=\"483\"\/><\/figure><\/div>\n\n\n<p class=\"has-text-align-center\"><em>Gambar 1. Saya mengambil RP yang sudah granted<\/em><\/p>\n\n\n\n<p>Nah sekarang mengenai mendaftarkan sekolah anak. Dulu saya mendapatkan informasi yang salah&nbsp; kalau registrasi sekolah anak itu baru bisa dilakukan setelah sampai di Swedia, dan setelah memiliki <em>personnummer<\/em> (kalian bisa baca tentang personnummer <a href=\"https:\/\/www.skatteverket.se\/privat\/folkbokforing\/personnummerochsamordningsnummer.4.3810a01c150939e893f18c29.html\">disini<\/a>). Kenyataannya, kita bisa <em>apply<\/em> sekolah anak-anak bahkan ketika kita masih ada di Indonesia. Yang pertama harus dilakukan adalah cek sekolah terdekat ke tempat tinggal kalian di Swedia, lalu langsung hubungi <a href=\"mailto:antagning.grundskola@uppsala.se\">antagning.grundskola<\/a> dan informasikan tentang kedatangan kalian, dan sekolah yang diinginkan. Sebelum saya mendapatkan email <a href=\"mailto:antagning.grundskola@uppsala.se\">antagning.grundskola<\/a>, saya cek website masing2 sekolah loh, lalu email langsung ke sepuluh kepala sekolah di sekitar alamat rumah, dan mereka menyarankan saya untuk menghubungi email diatas &#8211; masih kebayang panik nya saat itu, anak-anak belum dapat sekolah. Nantinya, segala macam pendaftaran sekolah, pindah sekolah, daftar <em>daycare<\/em>, dilakukan <em>online<\/em> melalui <a href=\"https:\/\/www.ebarnungdom.uppsala.se\/uppsalapub\/login.htm\">Uppsala Kommun<\/a> untuk yang studinya di kota Uppsala. Tapi, untuk login kesini teman-teman harus sudah punya <a href=\"https:\/\/www.bankid.com\/en\/\">Bank-ID<\/a> atau <em>request<\/em> <em>password<\/em> yang nantinya akan dikirim ke alamat tinggal di Swedia. Jadi, kalian harus sudah ada di Swedia.<\/p>\n\n\n<div class=\"wp-block-image is-style-default\">\n<figure class=\"aligncenter is-resized\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" src=\"https:\/\/lh6.googleusercontent.com\/q7DZM60LuUgi5ubB5qs_uqPV2hrA3fAlPbI7PFny-x2CvAVWhzg5PZr316Ki-XAu_m6DAIxbmaD9YUv53j35Rvfwi3Tw_nyePFvblOfMuq-grQCVY2S5yhDci1wRDplaLs4K_9Hk\" alt=\"\" width=\"409\" height=\"327\"\/><\/figure><\/div>\n\n\n<p class=\"has-text-align-center\"><em>Gambar 2. Penampakan RP saya dan kedua anak saya<\/em><\/p>\n\n\n\n<p>Nah, karena telat mendapatkan informasi yang benar, maka sampai kedatangan kami di Swedia, kota Uppsala tepatnya, anak-anak belum mendapatkan sekolah. Akan tetapi sudah mendapatkan jadwal interview dari hasil korespondensi dengan <a href=\"mailto:antagning.grundskola@uppsala.se\">antagning.grundskola<\/a> tadi. Saya sampai Swedia pada tanggal 22 Agustus 2019, dan dijadwalkan interview untuk penempatan sekolah anak-anak pada tanggal 30 Agustus 2019.&nbsp;<\/p>\n\n\n<div class=\"wp-block-image is-style-default\">\n<figure class=\"aligncenter is-resized\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" src=\"https:\/\/lh5.googleusercontent.com\/fQm72o761vaA-DpnRQ3B5PXyAAKxmFCKMmJ-JiV-BWB5RpSzCZSFGfSsqmsDqomu3ZN5TLEPzO2m5VoxfnO3Nt_3CZGNEuFD1DA2vU_r-Y36FZl1vhFWKmxrrnUaGYF4xgPExfIG\" alt=\"\" width=\"468\" height=\"428\"\/><\/figure><\/div>\n\n\n<p class=\"has-text-align-center\"><em>Gambar 3. Email dari Uppsala Kommun mengenai interview sekolah anak<\/em><\/p>\n\n\n\n<p>Pada saat<em> interview<\/em>, bukan hanya saya yang di-<em>intervie<\/em>w, akan tetapi anak-anak juga. Anak-anak ditanya seputar kesehatan mereka, kemampuan berbahasa Inggris mereka, dan kemampuan berhitung (Matematika). Dari hasil <em>interview<\/em> inilah nanti mereka akan menempatkan anak-anak di sekolah mana. Lalu saya tanya mengenai berapa lamakah prosesnya sampai ada keputusan? Jawabannya adalah tidak tentu, bisa dua minggu atau bahkan hingga dua bulan, tergantung dari ketersediaan tempat di sekolah yang ditunjuk. JENG JRENGG&#8230; Sedangkan perkuliahan saya dimulai 3 hari setelah <em>interview<\/em> (3 Sept 2019). Hehe tantangan baru dimulai.<\/p>\n\n\n<div class=\"wp-block-image is-style-default\">\n<figure class=\"aligncenter is-resized\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" src=\"https:\/\/lh6.googleusercontent.com\/bKbRhSeYqdV7PC1mImNEavyhsHryqAxKY9SZzbppk4suerniLc_9EXVSQJBdfHuBwtrc330lbGhiZG3zYgM9gZu4PlBZruxA7DLLRFCoEaWv5rpsv7_SzX_IWSS9ZBoFTv9_y4nV\" alt=\"\" width=\"411\" height=\"470\"\/><\/figure><\/div>\n\n\n<p class=\"has-text-align-center\"><em>Gambar 4. Family Picture pertama di Swedia, didepan Uppsala University Main Hall.<\/em><\/p>\n\n\n\n<p><strong>Bagian Kedua: Pengalaman pada saat menjalani perkuliahan di Swedia<\/strong><\/p>\n\n\n\n<p>Karena anak-anak belum terdaftar di sekolah manapun, mau ga mau saya harus bawa anak-anak ke kampus. Satu lagi yang menurut saya salah strategi adalah begitu sampai Uppsala, saya ikut-ikutan <em>euforia <\/em>beli sepeda, dan memilih sepeda sebagai sarana transportasi. Kalau tidak ada anak-anak, mungkin ini pilihan terbaik. Tetapi, pilihan terbaik untuk yang membawa anak-anak, saya sarankan pilih dulu bus sebagai sarana transportasi. Jadi, hampir satu bulan saya bawa anak-anak ke kampus memakai sepedah. Anak tertua (Ghazi, 10 tahun) gowes sepeda sendiri, sedangkan anak kedua (Chiara, 8 tahun) saya bonceng. Enaknya disini, kampusnya ramah anak-anak. Saat saya kuliah, anak-anak bisa menunggu di sofa-sofa di depan ruang kelas, di perpustakaan, atau bahkan bisa masuk ke kelas kalau memang tempatnya memadai, dan tentu saja sudah minta izin sama profesor yang mengajar.<\/p>\n\n\n<div class=\"wp-block-image is-style-default\">\n<figure class=\"aligncenter\"><img decoding=\"async\" src=\"https:\/\/lh5.googleusercontent.com\/GzRLolxUbQEoUGPH_oX1u81JZu6SnvivTWgMs3wIQU807MkyDLrY-OSERlhjsOC2tyRVhi7JKM3vMJmq4dmKXhJaZJJ-DOw10_jnJTUQdKIQjpa0_CYbZzvH7JHLyVlJR4P3fh1y\" alt=\"\"\/><\/figure><\/div>\n\n\n<p class=\"has-text-align-center\"><em>Gambar 5. Perpustakaan Ekonomikum &#8211; Ghazi kanan Atas, Chiara kiri atas &#8211; salah satu spot anak-anak saat nunggu mamihnya belajar.<\/em><\/p>\n\n\n<div class=\"wp-block-image is-style-default\">\n<figure class=\"aligncenter\"><img decoding=\"async\" src=\"https:\/\/lh6.googleusercontent.com\/xHU7EH1FD4aF41auPHduR_NA6xiruGspz79bo_gttQIq2crWwBsRFySoEqk8fkPyyzsYoGXaxTBqu4CQQcpAVzWBkZKCQP4u5CcXbc7FanPI1fOpl-ZRCjn9BMnzcnQ2fhy90tOW\" alt=\"\"\/><\/figure><\/div>\n\n\n<p class=\"has-text-align-center\"><em>Gambar 6. Kampus <\/em><em>\u00c5ngstr\u00f6m &#8211; sofa di depan kelas &#8211; spot anak-anak saat nunggu mamihnya kuliah<\/em><\/p>\n\n\n<div class=\"wp-block-image is-style-default\">\n<figure class=\"aligncenter is-resized\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" src=\"https:\/\/lh6.googleusercontent.com\/7TGXWWA_Vs9BOukszXsvEmadMpy4j6QSf3h_mkxs65aaHyP4FTY3s4pIuVsBajaaihFpehWAonV7b5ucfWuzsEicuk1hV_k1k3Z6F-6aJR0er4IWyZdkK8T9LazVuTW4_8PzGucj\" alt=\"\" width=\"412\" height=\"664\"\/><\/figure><\/div>\n\n\n<p class=\"has-text-align-center\"><em>Gambar 7. Kampus <\/em><em>\u00c5ngstr\u00f6m &#8211; Saat anak-anak ikut kuliah, masuk ke kelas<\/em><\/p>\n\n\n\n<p>Alhamdulillah tanggal 30 September anak-anak dapat keputusan mengenai sekolah mereka. Ghazi mendapatkan sekolah di Domarringens Skola, dan Chiara di Almtuna Skola. Tantangan baru sebenarnya, karena arah sekolah mereka berlawanan. Setiap pagi saya harus menempuh 13 km untuk mencapai kampus. Tapi masih lebih baik sih dibandingkan kuliah dikintilin sama mereka hehe. Setelah dapat sekolah, pihak sekolah meminta saya untuk daftar <em>Fritids <\/em>(semacam <em>daycare<\/em>) untuk anak di tingkat 1-3, dan <em>leisure club <\/em>(masih semacam <em>daycare <\/em>tapi fasilitas lebih lengkap, misalnya ada PS, home theater, meja billiard, meja ping pong, dll) untuk anak tingkat 4 keatas. Semua pendaftaran secara <em>online<\/em> <a href=\"https:\/\/uppsala.ist.se\/uppsala\/login.htm\">disini<\/a>. Jadi gimana bagi waktunya antara kuliah dan jaga anak-anak?<\/p>\n\n\n\n<p>Biasanya, jadwal perkuliahan sudah ada untuk satu periode (tiga bulan). Oleh karena itu, saya bisa menyesuaikan dengan jadwal menjemput anak-anak dari sekolah.<\/p>\n\n\n\n<p><\/p>\n\n\n<div class=\"wp-block-image is-style-default\">\n<figure class=\"aligncenter\"><img decoding=\"async\" src=\"https:\/\/lh5.googleusercontent.com\/TnvM1r7H5HIq4sPoVNRa7F48_98xMow1Yvw7qgTZ7hUbDavbz4v9k1Er5ul8LHm3vJJeHhLjOzBn5-YVilTken2F5YPVAFzgN5rCQ1jFKmop0F4pnRpX7DnnmQ1gUsOqfp1ZpfQ1\" alt=\"\"\/><\/figure><\/div>\n\n\n<p class=\"has-text-align-center\"><em>Gambar 8. Jadwal sehari-hari<\/em><\/p>\n\n\n\n<p>Kalau ada kuliah jam 7 pagi, saya <em>skip<\/em> dan ikut sesi kedua jam 8 pagi. Kalau ada kuliah wajib, biasanya saya antar anak-anak lebih pagi, dan telp <em>daycare <\/em>bahwa mereka akan datang lebih pagi. Oh iya, sekolah dan <em>daycare<\/em> disini gratis yah. Namun untuk <em>leisure club-<\/em>Ghazi, saya harus bayar 150 kr per bulan, semacam biaya administrasi gitu. Anak-anak sekolah pukul 08.10 &#8211; 14.30. Lalu lanjut ke <em>daycare dan <\/em>maksimal sampai pukul 17.30. Jika diluar jam segini, misal ada keperluan mendadak, atau saya ada <em>mandatory course<\/em> sampai sore, harus <em>booking<\/em> dan info ke <em>daycare<\/em>. Nah, <em>me-time<\/em> saya ada di antara pukul 08.00 &#8211; 16.30. Misal kalau gak ada kuliah, bisa belajar di perpus, kerja kelompok, jogging, belanja, bahkan ngopi sambil baca novel favorit. Yang paling penting jangan telat jemput anak-anak sekolah aja hehe.<\/p>\n\n\n<div class=\"wp-block-image is-style-default\">\n<figure class=\"aligncenter is-resized\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" src=\"https:\/\/lh5.googleusercontent.com\/Wmj76kIcMug9VvZZq9RiYMsJPhIRihQg0T3Hy2-17dVOqv2aljnA3O_PS8k5yCKVS7Trti5YVhPytrxiCrX7yHfFNuxNdYgPxPJxmoS9stfkVi_bPLz9J4Z2Qaf2erXFAkpDnlcY\" alt=\"\" width=\"425\" height=\"698\"\/><\/figure><\/div>\n\n\n<p class=\"has-text-align-center\"><em>Gambar 9. Chiara di Museum kota &#8211; <\/em><a href=\"https:\/\/bibliotekuppsala.se\/web\/arena\/stadsbiblioteket\"><em>Stadsbiblioteket Uppsala<\/em><\/a><\/p>\n\n\n\n<p>Lalu bagaimana dengan <em>family<\/em> <em>time<\/em> dengan anak-anak? Biasanya saat <em>weekend<\/em>, kami keliling museum atau perpustakaan, baik di Uppsala atau kota-kota dekat Uppsala seperti Stockholm. Kemudian karena setiap hari kami makan masakan rumahan (kunci hidup hemat mahasiswa disini hehehe), seminggu sekali setidaknya saya ajak anak-anak makan diluar, sekedar nongkrong di cafe, <a href=\"https:\/\/fyrishov.se\/bad\/\">berenang<\/a>, atau piknik di taman. Untungnya di Swedia sini, tidak pernah kehabisan taman bermain.<\/p>\n\n\n<div class=\"wp-block-image is-style-default\">\n<figure class=\"aligncenter is-resized\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" src=\"https:\/\/lh6.googleusercontent.com\/9bJ0RDg2ExpRRjALZwdVwZKXsHf525J0Pn3Q5KdCEqDgvwF4caxHGujyl30fmdVmQgdc5J6KcjvZ2fq6pewmAf_RhFRnMTqBP44U06Z19EVS2-uHnQ0Acs7SJVYZMJRx12P6NcXT\" alt=\"\" width=\"390\" height=\"487\"\/><\/figure><\/div>\n\n\n<p class=\"has-text-align-center\"><em>Gambar 10. Ghazi dan Chiara berenang di <\/em><a href=\"https:\/\/fyrishov.se\/\"><em>Fyrishov<\/em><\/a><\/p>\n\n\n<div class=\"wp-block-image is-style-default\">\n<figure class=\"aligncenter is-resized\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" src=\"https:\/\/lh5.googleusercontent.com\/3VIMHaJqMQTLtArM3X7QKLJ_fEB0RA3OHRK5lM8dq3nj-kuDFUuYxX8fqG8Fp5yqGByo8heEziQ7Db8sHOYrTAxEzFgRhfyCgYIRwKo67-JVB4plZuyBNadkRweOJ2a12zD7oZkO\" alt=\"\" width=\"375\" height=\"608\"\/><\/figure><\/div>\n\n\n<p class=\"has-text-align-center\"><em>Gambar 11. Ghazi dan Chiara di <\/em><a href=\"https:\/\/www.nrm.se\/\"><em>Naturhistoriska Riksmuseet<\/em><\/a><em> &#8211; Stockholm<\/em><\/p>\n\n\n\n<figure class=\"wp-block-embed-wordpress wp-block-embed is-type-wp-embed is-provider-ppi-swedia\"><div class=\"wp-block-embed__wrapper\">\n<blockquote class=\"wp-embedded-content\" data-secret=\"kx65CbWcFx\"><a href=\"https:\/\/ppiswedia.org\/masakini\/cara-bahagiakan-keluarga-selama-tinggal-di-swedia-tanpa-satu-sen-pun-keluar-dari-kantong-kita\/\">Cara Bahagiakan Keluarga selama Tinggal di Swedia Tanpa Satu Sen pun Keluar dari Kantong Kita<\/a><\/blockquote><iframe loading=\"lazy\" class=\"wp-embedded-content\" sandbox=\"allow-scripts\" security=\"restricted\" style=\"position: absolute; visibility: hidden;\" title=\"&#8220;Cara Bahagiakan Keluarga selama Tinggal di Swedia Tanpa Satu Sen pun Keluar dari Kantong Kita&#8221; &#8212; PPI Swedia\" src=\"https:\/\/ppiswedia.org\/masakini\/cara-bahagiakan-keluarga-selama-tinggal-di-swedia-tanpa-satu-sen-pun-keluar-dari-kantong-kita\/embed\/#?secret=WV8HuckE6D#?secret=kx65CbWcFx\" data-secret=\"kx65CbWcFx\" width=\"600\" height=\"338\" frameborder=\"0\" marginwidth=\"0\" marginheight=\"0\" scrolling=\"no\"><\/iframe>\n<\/div><\/figure>\n\n\n\n<p>Informasi Terakhir dari saya mengenai biaya hidup kita bertiga disini. Uang beasiswa tidak cukup untuk <em>mengcover <\/em>biaya kami bertiga. Setiap bulan nya saya harus mengeluarkan uang tambahan sekitar 4000 sek. Dimanakah pengeluaran terbesar? Jawabannya adalah di makanan dan rekreasi. Per minggu pengeluaran nya beragam, sekitar 2000an sek. Rekap mingguan nantinya akan saya rekap perbulan, masuk ke excel <em>sheet<\/em>, dan proporsi pengeluaran nya yaitu 70% makanan, 15% rekreasi, 5% transport, dan 10% lain-lain. Informasi lain mengenai pengeluaran di Swedia untuk pelajar yang bawa keluarga, bisa dibaca <a href=\"https:\/\/ppiswedia.org\/masakini\/cara-bahagiakan-keluarga-selama-tinggal-di-swedia-tanpa-satu-sen-pun-keluar-dari-kantong-kita\/\">di sini <\/a>yah.<\/p>\n\n\n<div class=\"wp-block-image is-style-default\">\n<figure class=\"aligncenter is-resized\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" src=\"https:\/\/lh5.googleusercontent.com\/5hO5Fa0rG0EIqvIniAV06ZOz1VMXApZbBsb5nuQfXeyZnpwsegLx-QGdZu_YMNBusGb1lWLPqwG8CyDEHt5eNpBJS4lQxPjPEAKukwPKaZeZlHHr3q0QdJ6XP0o5Dt93uz_XcUjH\" alt=\"\" width=\"388\" height=\"517\"\/><\/figure><\/div>\n\n\n<p class=\"has-text-align-center\"><em>Gambar 12. Contoh catatan pengeluaran mingguan<\/em><\/p>\n\n\n\n<p><br>Demikian informasi dari saya. Kalau tertarik melihat kisah kami, silahkan dilihat di IG @iiratna. Semoga memberi gambaran yah buat teman-teman yang akan segera berangkat ke Swedia untuk melanjutkan pendidikan. Bagi teman-teman yang masih ragu mau melanjutkan perkuliahan di negara mana, yukss ke Swedia, <em>wealthy <\/em>disini bagus, khususnya yang membawa anak. Pendidikan gratis, <em>daycare<\/em> gratis, kesehatan gratis <a href=\"https:\/\/ppiswedia.org\/masakini\/digital-health-in-sweden-part-1\/\">(Digital Health in Sweden)<\/a>, taman bermain banyak dan gratis. Tunggu apa lagi?!<\/p>\n\n\n\n<blockquote class=\"wp-block-quote is-layout-flow wp-block-quote-is-layout-flow\">\n<p>ii Ratna Yanti Kosasih &nbsp;<br>Industrial Management and Innovation<br>Uppsala University<\/p>\n<\/blockquote>\n\n\n\n<p>Editor: Annusyirvan Ahmad Fatoni<\/p>\n\n\n\n<p>Reference:<\/p>\n\n\n\n<ol class=\"wp-block-list\">\n<li><a href=\"https:\/\/www.kammarkollegiet.se\/engelska\/start\/all-services\/insurance-for-foreign-visitors\/student-insurance\/students-who-pay-tuition-fees\">https:\/\/www.kammarkollegiet.se\/engelska\/start\/all-services\/insurance-for-foreign-visitors\/student-insurance\/students-who-pay-tuition-fees<\/a><\/li>\n\n\n\n<li><a href=\"https:\/\/www.migrationsverket.se\/English\/Private-individuals\/Studying-and-researching-in-Sweden\/Higher-education\/Residence-permit-for-higher-education.html\">https:\/\/www.migrationsverket.se\/English\/Private-individuals\/Studying-and-researching-in-Sweden\/Higher-education\/Residence-permit-for-higher-education.html<\/a><\/li>\n\n\n\n<li><a href=\"https:\/\/www.uppsala.se\/skola-och-forskola\/\">https:\/\/www.uppsala.se\/skola-och-forskola\/<\/a><\/li>\n\n\n\n<li><a href=\"https:\/\/www.uu.se\/en\/students\/support-and-services\/insurance\/\">https:\/\/www.uu.se\/en\/students\/support-and-services\/insurance\/<\/a><\/li>\n\n\n\n<li><a href=\"https:\/\/uppsala.ist.se\/uppsala\/login.htm\">https:\/\/uppsala.ist.se\/uppsala\/login.htm<\/a><\/li>\n\n\n\n<li><a href=\"https:\/\/www.skatteverket.se\/privat\/folkbokforing\/personnummerochsamordningsnummer.4.3810a01c150939e893f18c29.html\">https:\/\/www.skatteverket.se\/privat\/folkbokforing\/personnummerochsamordningsnummer.4.3810a01c150939e893f18c29.html<\/a><\/li>\n\n\n\n<li><a href=\"https:\/\/www.nrm.se\/\">https:\/\/www.nrm.se\/<\/a><\/li>\n\n\n\n<li><a href=\"https:\/\/fyrishov.se\/bad\/\">https:\/\/fyrishov.se\/bad\/<\/a><\/li>\n\n\n\n<li><a href=\"https:\/\/bibliotekuppsala.se\/web\/arena\/stadsbiblioteket\">https:\/\/bibliotekuppsala.se\/web\/arena\/stadsbiblioteket<\/a><\/li>\n\n\n\n<li><a href=\"https:\/\/www.bankid.com\/en\/\">https:\/\/www.bankid.com\/en\/<\/a><\/li>\n<\/ol>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Sungguh masih melekat dalam hati, salah satu kata bijak idola saya, eyang Habibie. Beliau mengatakan bahwa Keberhasilan bukanlah milik orang yang pintar, keberhasilan adalah kepunyaan mereka yang senantiasa berusaha. Saat&#8230;<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":7316,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_exactmetrics_skip_tracking":false,"_exactmetrics_sitenote_active":false,"_exactmetrics_sitenote_note":"","_exactmetrics_sitenote_category":0,"footnotes":""},"categories":[4,1],"tags":[228,224,71,226,229,227,225],"class_list":["post-7313","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-kuliah","category-uncategorized","tag-administrasi","tag-challenge","tag-kuliah-di-swedia","tag-parenting","tag-persiapan","tag-resident-permit","tag-uppsala-university"],"views":1744,"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/ppiswedia.org\/masakini\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/7313"}],"collection":[{"href":"https:\/\/ppiswedia.org\/masakini\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/ppiswedia.org\/masakini\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/ppiswedia.org\/masakini\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/ppiswedia.org\/masakini\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=7313"}],"version-history":[{"count":7,"href":"https:\/\/ppiswedia.org\/masakini\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/7313\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":8156,"href":"https:\/\/ppiswedia.org\/masakini\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/7313\/revisions\/8156"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/ppiswedia.org\/masakini\/wp-json\/wp\/v2\/media\/7316"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/ppiswedia.org\/masakini\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=7313"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/ppiswedia.org\/masakini\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=7313"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/ppiswedia.org\/masakini\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=7313"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}