{"id":7437,"date":"2020-10-12T19:19:43","date_gmt":"2020-10-12T17:19:43","guid":{"rendered":"https:\/\/ppiswedia.com\/masakini\/?p=7437"},"modified":"2020-11-22T16:49:11","modified_gmt":"2020-11-22T15:49:11","slug":"2-bulan-pengalaman-summer-internship-di-epiroc-rock-drill-ab-di-orebro","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/ppiswedia.org\/masakini\/2-bulan-pengalaman-summer-internship-di-epiroc-rock-drill-ab-di-orebro\/","title":{"rendered":"2 Bulan Pengalaman Summer Internship di Epiroc Rock Drill AB di \u00d6rebro"},"content":{"rendered":"\n<p>Rhama Aditya Putra<\/p>\n\n\n\n<div class=\"wp-block-image\"><figure class=\"aligncenter\"><img decoding=\"async\" src=\"https:\/\/lh6.googleusercontent.com\/xLEJGD_GYuW4zxbfJm-b-Gd_IZ2Z4QgpuH8z0fZMSsngJQAkE325RH56Q6HXwAJA-wHs8W4rd0pZn6xJ9Cr54mmJMztEWdT2LU2VITQP0VEomZpqRMmHZOPDhTZC9w\" alt=\"\"\/><\/figure><\/div>\n\n\n\n<p class=\"has-text-align-center\"><em><strong>Gambar 1 Salah satu dari beberapa kantor Epiroc di kota \u00d6rebro (sumber: dokumentasi pribadi)<\/strong><\/em><\/p>\n\n\n\n<p>Ini blog ketiga saya di PPI Swedia, juga menyambut kembali masa perkuliahan di Swedia. Bagi saya ini adalah tahun kedua atau tahun terakhir yang mungkin akan berjalan begitu cepat sampai <em>graduation <\/em>nanti. Di dua blog sebelumnya, saya selalu fokus tentang bagaimana kuliah dan tinggal di Swedia bersama keluarga terutama yang mempunyai anak kecil\/bayi. Tapi sekarang saya mau menceritakan pengalaman saya selama <em>summer internship<\/em> di salah satu perusahaan di Swedia.<\/p>\n\n\n\n<p>Di Swedia, selama <em>summer<\/em> akan banyak lowongan untuk <em>sommarjobb<\/em> atau <em>summer intern<\/em> karena sebagian besar karyawan di Swedia akan mengambil cuti panjang (3-4 minggu) selama liburan musim panas. Kenapa? Karena menurut mereka hanya itu musim yang mereka bisa nikmati, bisa berjemur di taman, ke pantai atau berkumpul bersama keluarga besar di <em>summerhouse<\/em> mereka. Untuk <em>sommarjobb<\/em> ini kebanyakan untuk menggantikan mereka yang akan cuti panjang dan lebih untuk pekerjaan yang operasional yang bisa digantikan dengan training yang singkat, misalnya untuk pekerjaan di gudang, administratif kantor, IT, kebersihan, memanen buah dll. Dan sebagian besar juga harus bisa berbahasa Swedia. Sedangkan untuk <em>summer intern<\/em> ini cenderung lebih ke <em>project<\/em> bukan <em>day to day work<\/em> yang bisa bersifat investigasi, analisa, rekomendasi dan <em>improvement<\/em>. Standar lah seperti dulu kita magang waktu S1 dulu, tapi yang pasti lebih harus mandiri dan ekspektasi dari perusahaannya juga akan beda. Saya sendiri tidak menetapkan mau yang mana, yang penting saya bisa belajar, bekerja dengan orang lain dan mendapatkan kompensasi. Setelah kurang lebih 12 tahun bekerja sebelum kembali ke bangku kuliah, pasti ada terbersit keinginan bisa cari uang lagi untuk menambal biaya tambahan yang harus dikeluarkan kalau membawa keluarga disini.<\/p>\n\n\n\n<p>Singkat cerita, saya mulai mencari dan <em>apply <\/em>setiap <em>sommarjobb<\/em> dan <em>summer internship<\/em> dari bulan November 2019. <strong>Mulailah bergerilya lebih awal<\/strong> walaupun belum akan banyak lowongan yang di <em>posting<\/em> di bulan tersebut apalagi menjelang libur Natal dan Tahun baru, dan lowongan nya akan mulai menjamur di bulan Januari-Maret 2020. Temen-temen bisa cek di LinkedIn atau langsung ke <em>website<\/em> masing-masing perusahaan. Biasanya mereka menyediakan satu spot khusus untuk lowongan <em>summer intern <\/em>dan <em>master thesis<\/em>. Atau juga bisa mencoba beberapa <em>website<\/em> khusus untuk mencari pekerjaan seperti yang ada <a href=\"https:\/\/sweden.se\/society\/finding-a-job-in-sweden\/\">di link ini<\/a> atau biasanya kampus di Swedia juga punya <em>career website<\/em> masing-masing untuk membantu setiap mahasiswanya mendapatkan informasi pekerjaan. <strong>Intinya diversifikasi setiap <\/strong><strong><em>website<\/em><\/strong><strong> atau situs pencari kerja dan <\/strong><strong><em>apply <\/em><\/strong><strong>sebanyak mungkin yang kita bisa<\/strong>.<\/p>\n\n\n\n<p>Selama November saya cuma <em>apply <\/em>lima perusahaan saja karena belum banyak yang membuka lowongan, dan di sisi lain saya juga mencoba cara lain yaitu menggunakan <strong><em>networking<\/em><\/strong> selama saya bekerja sebelumnya. Saya mencoba kontak atasan saya sebelumnya untuk bisa dihubungkan dengan dua perusahaan besar di Swedia (Sandvik dan Epiroc). Kalau dari <em>preference,<\/em> saya lebih memilih Sandvik karena jarak kota Svedala dengan Lund hanya 45 menit dengan kereta dan ada beberapa mahasiswa senior jurusan yang sama dengan saya juga mendapat kesempatan <em>Master thesis<\/em> disana. Sedangkan, Epiroc lokasinya di \u00d6rebro, 5 jam perjalanan dari Lund dan saya harus memboyong keluarga ke tempat baru dan harus punya <em>housing<\/em> baru juga. Tapi takdir berkata lain, ternyata Epiroc mem-<em>follow up<\/em> semuanya lebih cepat, dalam 1 minggu sudah dijadwalkan <em>interview<\/em> dan <em>offering<\/em> 1 bulan kemudian. Seperti mudah? Bisa ya bisa tidak, semuanya ada proses yang harus dilewati, termasuk bekerja selama lebih dari 10 tahun juga menjadi bagian dari proses. Sedangkan saya selama bekerja belum pernah bertatap muka dengan seorang pun dari perusahaan tersebut kecuali dengan satu orang yang sebelumnya bekerja di perusahaan yang sama dengan saya, kemudian bekerja di Epiroc dan akhirnya kembali ke perusahaan yang lama. Tips lain untuk mendapatkan<em> networking<\/em> disini adalah ketika ada dosen tamu, kita bisa ngobrol kalau pas <em>break<\/em>. Di Swedia, hampir semua <em>course<\/em> ada dosen tamu dari perusahaan, bisa 3-4 sesi, dan kebanyakan adalah perusahaan yang sudah punya nama besar. Tapi dengan kelas <em>online<\/em> memang agak mempersulit kesempatan untuk bisa tukar pikiran atau sekedar bertanya.&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p>Kembali ke proses <em>interview<\/em>, ini lebih sekedar diskusi saja, lebih ke pengenalan tentang pengalaman saya sebelumnya, dan <em>interviewer <\/em>akan sangat fokus tentang pengalaman kerja (sebelum <em>supervisor<\/em> cuti dia sempat bilang kalau dia lebih memilih meng-<em>hire<\/em> mahasiswa yang sudah punya pengalaman kerja karena faktor kesibukan yang membuat dia akan sulit menjawab setiap pertanyaan dan keterbatasan waktu kalau harus mendampingi <em>summer intern<\/em> setiap waktu). <em>Interviewer <\/em>juga mau mendengarkan apa yang saya khawatirkan tentang <em>housing<\/em>. Seperti yang sering dibahas, mencari <em>housing<\/em> di Swedia ini susah susah gampang, apalagi dengan periode yang pendek dan jarak lokasi yang jauh yang sulit untuk memungkinkan bisa <em>survey<\/em> lokasi. Saya masih ingat kata-kata <em>interviewer<\/em> saya waktu itu \u201dtenang Rhama, kita pasti akan coba bantu\u201d. Doa dan target saya sebelumnya untuk mendapat kepastian <em>summer internship<\/em> sebelum libur Natal dan Tahun Baru akhirnya terwujud, jadi kami bisa liburan dengan tenang. Dan paling penting saya sudah bisa membuat rencana untuk pulang ke Indonesia setelah 2 bulan internship, walaupun akhirnya kami batalkan karena pandemi ini dan proses karantina yang memakan waktu. Untuk <em>offering<\/em> baru saya dapatkan di akhir Januari 2020, selain <em>salary<\/em>, saya juga mendapat <em>reimbursement<\/em> tiket pulang pergi dari Lund-\u00d6rebro dan <em>free housing<\/em> selama 2 bulan disana.<\/p>\n\n\n\n<p>Sekarang saya akan bahas bagian utamanya, pengalaman selama <em>internship<\/em> di Epiroc. Saya mendapat <em>assignment<\/em> untuk investigasi, analisa dan memberikan rekomendasi mengenai order management process. Bagian paling pertama dari proses <em>supply chain<\/em> adalah <em>order entry<\/em>, dimana pesanan dari <em>customer<\/em> masuk ke sistem dari berbagai <em>channel<\/em>. Tantangannya, Epiroc beroperasi di banyak negara (mereka menyebutnya <em>Customer Center<\/em>), dan <em>ERP system<\/em> yang digunakan juga bervariasi. Sebagian besar mereka menggunakan BPCS, dan sebagian kecil SAP dan Scala, sedangkan <em>Distribution centers<\/em> dan <em>factories<\/em> (<em>production companies<\/em>) sudah menggunakan Infor M3. Selain itu ada banyak sistem lain yang mereka gunakan untuk <em>replenishment stock<\/em> seperti GIM (produk Synchron) dan masih banyak lagi yang lain. Semua ini sedang tahap peleburan menjadi satu ke dalam M3. Tantangannya adalah saya harus menganalisa proses tadi di setiap <em>ERP system<\/em> yang berbeda tanpa saya punya akses untuk setiap aplikasi tersebut. Seperti kurang masuk akal, tapi namanya pekerjaan tetap harus dijalani. Saya diberikan kontak ke 4 negara yang akan dijadikan sampel untuk <em>project<\/em> ini, yaitu Spanyol, Turki, China dan India. Saya tidak akan cerita detail mengenai proses nya, tapi saya belajar disini setiap karyawan (level apapun) mau membantu kita sekalipun kita cuma <em>summer intern<\/em>. Mereka membantu saya dan menjawab setiap pertanyaan (mungkin bisa jadi 15 lembar pertanyaan per orang jika dikumpulkan jadi satu) melalui email atau <em>phone\/video conference<\/em>. Karena satu-satunya cara saya untuk bisa menganalisa suatu masalah adalah dengan mengumpulkan semua data. Di sini tidak ada hirarki yang mutlak vertikal seperti di negara Asia, tetapi lebih ke horisontal. Tidak ada kontak atau komunikasi yang spesial antara <em>blue collar<\/em> dengan <em>white collar<\/em> karena semuanya <em>naturally<\/em> informal. Demikian juga dengan pakaian, saya sering melihat karyawan yang hanya menggunakan celana pendek. Apalagi kaos, itu sudah hal yang sangat lumrah disini. Mereka lebih mementingkan <em>result delivery<\/em> daripada <em>presence<\/em> (kehadiran selama 8 jam kerja) apalagi penampilan.<\/p>\n\n\n\n<div class=\"wp-block-image\"><figure class=\"aligncenter\"><img decoding=\"async\" src=\"https:\/\/lh6.googleusercontent.com\/XhtNshVNXByju5TgyVNT07Asn7jqNxKJq5dJNpTsdvSG_jiR4om_Ssey0Qcpbn1CEkAh5aUVW6ZDCYDYGOdIX3LhIRG9P6P_2dNFaRe2u_bugf_fpYe06Q9qMKPnKxjoATAubBk\" alt=\"\"\/><\/figure><\/div>\n\n\n\n<p class=\"has-text-align-center\"><em><strong>Gambar 2 Laptop dan ID, dua perlengkapan kantor yang diperlukan untuk akses dan bekerja (sumber: dokumentasi pribadi)<\/strong><\/em><\/p>\n\n\n\n<p>Karyawan disini yang sebelumnya di<em> office<\/em> sebagian besar bekerja dari rumah karena kebijakan terkait corona untuk karyawan yang bisa bekerja dari rumah direkomendasikan <em>work from home<\/em>. Sedangkan manager ke atas, saya selalu melihat mereka tiap hari. Jadi saya jarang bertemu dengan rekan satu departemen kecuali dengan <em>supervisor<\/em>. Setiap hari dijadwalkan ada <em>daily check in<\/em> dengan <em>supervisor<\/em> untuk bisa <em>share progress<\/em> dan mendapatkan saran masukan, walaupun kenyataan nya mungkin cuma seminggu 2x kita baru bisa diskusi karena kesibukan <em>supervisor<\/em>. Jadi saya disini benar-benar dilepas untuk melakukan semuanya sendiri tanpa banyak supervisi dari atasan. Dengan bantuan semua <em>team <\/em>di negara-negara di atas, saya bisa menyelesaikan analisa dan rekomendasi dan merangkumnya ke dalam materi presentasi dalam waktu 3.5 minggu atau lebih awal 1 bulan lebih dari waktu yang diberikan. Jadi akhirnya <em>supervisor<\/em> harus mencari <em>project<\/em> lain yang bisa diberikan kepada saya, terlebih di bulan Juli <em>supervisor<\/em> akan mengambil cuti 4 minggu. Akhirnya saya mendapatkan <em>assignment<\/em> baru masih terkait sebelumnya tapi lebih spesifik ke <em>service order<\/em> (<em>future dated order<\/em>) dan bagaimana meng-<em>handle<\/em>-nya di <em>ERP system<\/em> dengan perubahan kebijakan menjadi <em>zero airfreight<\/em>. Dan saya hanya diberikan <em>brief <\/em>10 menit dan email yang isinya adalah daftar kontak di Epiroc China, US dan Australia yang harus dan atau perlu di kontak untuk mendapatkan informasi lebih detail. Sebenarnya ini adalah bagian dari <em>project supervisor<\/em> saya sekembalinya cuti, tapi berhubung ada saya sebagai <em>additional resource<\/em>, diberikannya lah ke saya.<\/p>\n\n\n\n<p>Disini saya dan <em>supervisor<\/em> selalu menyediakan waktu makan siang bersama di luar satu kali dalam seminggu untuk setidaknya membahas hal-hal di luar pekerjaan. Saya juga sering menceritakan dan mengenalkan tentang Indonesia karena dia lama tinggal di China (<em>study exchange <\/em>dan pekerjaan) tapi belum berkesempatan singgah di Indonesia. Saya minta tolong istri untuk memasak rendang, menyiapkan sambal cabe hijau nya dan juga saya membeli ketimun buat pelengkap dan ternyata enak sekali menurut dia. Terakhir, di presentasi akhir bulan Agustus, saya menyediakan makanan khas Indonesia lain seperti lemper dan bubur kacang hijau, mumpung <em>team<\/em> bisa kumpul di satu tempat walaupun hanya sebagian kecil. Setidaknya saya bisa mengenalkan budaya Indonesia, selain melalui batik yang saya pakai dan juga melalui makanan tradisional Indonesia.<\/p>\n\n\n\n<div class=\"wp-block-image\"><figure class=\"aligncenter\"><img decoding=\"async\" src=\"https:\/\/lh6.googleusercontent.com\/FCg8I4tuqYRN3unQdAuIxeD8EKSevJJEx2SMUqfYWGwM2SFSDFVW3GoIQa2qL4JB3N87n4nElzr2pkem6y3kbfnzqhxj7Lea6-XGFZjiufGhvovdS49iIDPLZqvTEzjd6xPh87k\" alt=\"\"\/><\/figure><\/div>\n\n\n\n<p class=\"has-text-align-center\"><em><strong>Gambar 3 Souvenir gift dari perusahaan yang diberikan waktu FIKA farewell saya (sumber: dokumentasi pribadi)<\/strong><\/em><\/p>\n\n\n\n<p>Merangkum cerita di atas, ada <strong>empat (4) poin utama<\/strong> ketika mencari pekerjaan\/<em>internship<\/em> di liburan musim panas: <em>apply<\/em> lebih awal dan sebanyak-banyaknya, diversifikasi <em>website<\/em>\/situs pencari kerja, <em>networking<\/em>, dan fokus pada pengalaman kerja kita selama <em>interview<\/em>. Saya tambahkan juga tentang <em>curriculum vitae<\/em> dan <em>application letter<\/em> perlu disesuaikan. Dari beberapa saran di internet, ini juga sangat direkomendasikan merubah dari <em>Indonesian style<\/em> menjadi <em>Swedish style <\/em>dan juga tetap mengupdate akun LinkedIn teman-teman. Mendapat <em>summer internship<\/em> selain membuat kita lebih mengenal budaya kerja di Swedia, juga memungkinkan kita mendapat akses untuk <em>master thesis<\/em> atau bahkan kita bisa di rekrut selepas lulus kuliah. Tapi tidak mendapat <em>summer internship\/job<\/em> juga bukanlah akhir segalanya, kita juga bisa menikmati liburan 2.5-3 bulan setelah kuliah yang sangat menyita waktu dan tenaga. <em>Refreshing<\/em> sangat direkomendasikan, bisa dalam bentuk pulang ke Indonesia bertemu keluarga, jalan-jalan dengan teman-teman di sekitar Swedia atau bahkan bisa ke negara-negara tetangga sambil tetap memperhatikan setiap <em>travel advice<\/em> dan <em>warning<\/em> dari setiap negara yang akan kita kunjungi terkait pandemi sekarang ini. Bisa dibaca juga artikel dari teman-teman lain untuk mengisi liburan musim panas yang juga tak kalah menarik di bawah ini.<\/p>\n\n\n\n<figure class=\"wp-block-embed-wordpress wp-block-embed is-type-wp-embed is-provider-ppi-swedia\"><div class=\"wp-block-embed__wrapper\">\n<blockquote class=\"wp-embedded-content\" data-secret=\"XIgrVuoo1V\"><a href=\"https:\/\/ppiswedia.org\/masakini\/pengalaman-summer-program-di-jepang\/\">Pengalaman Summer Program di Jepang<\/a><\/blockquote><iframe loading=\"lazy\" class=\"wp-embedded-content\" sandbox=\"allow-scripts\" security=\"restricted\" style=\"position: absolute; visibility: hidden;\" title=\"&#8220;Pengalaman Summer Program di Jepang&#8221; &#8212; PPI Swedia\" src=\"https:\/\/ppiswedia.org\/masakini\/pengalaman-summer-program-di-jepang\/embed\/#?secret=Ju0OCeIuOZ#?secret=XIgrVuoo1V\" data-secret=\"XIgrVuoo1V\" width=\"600\" height=\"338\" frameborder=\"0\" marginwidth=\"0\" marginheight=\"0\" scrolling=\"no\"><\/iframe>\n<\/div><\/figure>\n\n\n\n<figure class=\"wp-block-embed-wordpress wp-block-embed is-type-wp-embed is-provider-ppi-swedia\"><div class=\"wp-block-embed__wrapper\">\n<blockquote class=\"wp-embedded-content\" data-secret=\"G47aQeniZb\"><a href=\"https:\/\/ppiswedia.org\/masakini\/ketika-tidak-mendapatkan-summer-job\/\">Ketika Tidak Mendapatkan Summer Job<\/a><\/blockquote><iframe loading=\"lazy\" class=\"wp-embedded-content\" sandbox=\"allow-scripts\" security=\"restricted\" style=\"position: absolute; visibility: hidden;\" title=\"&#8220;Ketika Tidak Mendapatkan Summer Job&#8221; &#8212; PPI Swedia\" src=\"https:\/\/ppiswedia.org\/masakini\/ketika-tidak-mendapatkan-summer-job\/embed\/#?secret=BNJhMkXpDN#?secret=G47aQeniZb\" data-secret=\"G47aQeniZb\" width=\"600\" height=\"338\" frameborder=\"0\" marginwidth=\"0\" marginheight=\"0\" scrolling=\"no\"><\/iframe>\n<\/div><\/figure>\n\n\n\n<p><em>Good luck<\/em> buat teman-teman mahasiswa baru, semoga bisa beradaptasi dengan cepat baik dari cuaca, teman kuliah, <em>online class<\/em>, dan tugas kelompok yang bejibun ala <em>Swedish Universities<\/em>. Tetap semangat juga buat temen-temen tahun kedua yang nantinya sudah harus mengerjakan <em>thesis<\/em> atau setidaknya mulai memikirkan topik dan lokasi mencari data. <em>Good luck<\/em> juga untuk gerilya-nya untuk mencari perusahaan yang menyediakan posisi dan slot <em>master thesis<\/em> untuk mahasiswa. Sampai ketemu di blog saya selanjutnya.<\/p>\n\n\n\n<blockquote class=\"wp-block-quote is-layout-flow wp-block-quote-is-layout-flow\"><p>Rhama Aditya Putra &nbsp;<br>MSc. Candidate of Logistics and Supply Chain Management<br>Lund University<\/p><\/blockquote>\n\n\n\n<p>Editor: Mochamad Sunaryadi<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Rhama Aditya Putra Gambar 1 Salah satu dari beberapa kantor Epiroc di kota \u00d6rebro (sumber: dokumentasi pribadi) Ini blog ketiga saya di PPI Swedia, juga menyambut kembali masa perkuliahan di&#8230;<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":7438,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_exactmetrics_skip_tracking":false,"_exactmetrics_sitenote_active":false,"_exactmetrics_sitenote_note":"","_exactmetrics_sitenote_category":0,"footnotes":""},"categories":[4],"tags":[270,148,271],"class_list":["post-7437","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-kuliah","tag-internship","tag-lund-university","tag-magang"],"views":492,"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/ppiswedia.org\/masakini\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/7437"}],"collection":[{"href":"https:\/\/ppiswedia.org\/masakini\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/ppiswedia.org\/masakini\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/ppiswedia.org\/masakini\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/ppiswedia.org\/masakini\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=7437"}],"version-history":[{"count":2,"href":"https:\/\/ppiswedia.org\/masakini\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/7437\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":7480,"href":"https:\/\/ppiswedia.org\/masakini\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/7437\/revisions\/7480"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/ppiswedia.org\/masakini\/wp-json\/wp\/v2\/media\/7438"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/ppiswedia.org\/masakini\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=7437"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/ppiswedia.org\/masakini\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=7437"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/ppiswedia.org\/masakini\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=7437"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}