{"id":7467,"date":"2020-11-15T22:50:58","date_gmt":"2020-11-15T21:50:58","guid":{"rendered":"https:\/\/ppiswedia.com\/masakini\/?p=7467"},"modified":"2020-11-22T16:42:10","modified_gmt":"2020-11-22T15:42:10","slug":"pengalaman-ikut-program-prakerja-ala-swedia","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/ppiswedia.org\/masakini\/pengalaman-ikut-program-prakerja-ala-swedia\/","title":{"rendered":"Pengalaman Ikut Program Prakerja ala Swedia"},"content":{"rendered":"\n<div class=\"wp-block-image\"><figure class=\"aligncenter\"><img decoding=\"async\" src=\"https:\/\/lh5.googleusercontent.com\/m7Xp4f9rO8vxQUjtO-_9duxwiXeRm4AmTZkr9RQT_Tw3ZNJtkSyQ4ckGp6vPoVvUPVXbJdVDfanTE-izhuN8QGRQ6gcn9fFqu-aT-2Ywk4DgEAM-kkgnqLdfHpVEmrYfNANZfx7P\" alt=\"\"\/><\/figure><\/div>\n\n\n\n<p class=\"has-text-align-center\">Salah satu peserta <em>Korta V\u00e4gen<\/em> di LTU. (Foto: Atmi Pertiwi)<\/p>\n\n\n\n<p>Ketika topik kartu prakerja (yang kemudian berakibat mundurnya staf khusus presiden) sedang hangat di Indonesia beberapa waktu lalu, saya pikir menarik untuk berbagi tentang pengalaman saya ikut sebuah program yang mirip di Swedia, bernama <em>Korta V\u00e4gen<\/em>. Ini mungkin perlu diketahui oleh warga Indonesia yang berencana kerja di Swedia.<\/p>\n\n\n\n<p><strong>Apa itu <\/strong><strong><em>Korta V\u00e4gen<\/em><\/strong><strong>?<\/strong><\/p>\n\n\n\n<p>Secara harfiah, artinya jalan singkat. Program ini memang bermaksud menjadi cara singkat belajar tentang dunia kerja di Swedia. Korta V\u00e4gen adalah program nasional pelatihan prakerja khusus untuk orang dengan latar belakang pendidikan dari luar Swedia. Program ini dibiayai pemerintah Swedia lewat lembaga ketenagakerjaan mereka (<em>Arbetsf\u00f6rmedlingen<\/em>\/AF) sehingga bersifat gratis dan tersebar di berbagai kota.&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p><em>Korta V\u00e4gen<\/em> bertujuan meningkatkan peluang pencari kerja yang berasal dari luar Swedia untuk mendapatkan pekerjaan yang sesuai dengan kompetensinya. <em>Korta V\u00e4gen<\/em> mencari peserta dengan latar belakang pendidikan bidang teknologi, data, sains, sosial, ilmu perilaku, keuangan, perdagangan, pemasaran, administrasi, pendidikan, hingga ilmu kesehatan dan obat.<\/p>\n\n\n\n<p>Dalam teknis pelaksanaannya, AF bekerjasama dengan universitas atau perusahaan swasta di suatu kota. Di Lule\u00e5, AF menjalankan <em>Korta V\u00e4gen<\/em> bersama Lule\u00e5 Tekniska Universitet (LTU) dan lewat lembaga turunannya, LTU Business AB. Jika tertarik, rekan-rekan dapat menghubungi AF dan menanyakan tentang <em>Korta V\u00e4gen<\/em> di kota tempat tinggalmu di Swedia. Kamu juga bisa mencari tahu lebih dalam tentang Korta V\u00e4gen di masing-masing kota lewat mesin pencari. Nanti akan muncul nama lembaga yang menjalankan program ini di sekitarmu.&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p>Kepada saya, Tina B\u00e4ckstr\u00f6m, pemimpin program Korta V\u00e4gen dari LTU Business AB berbagi informasi dari AF tentang kota-kota tempat penyelenggaraan <em>Korta V\u00e4gen<\/em>. Program ini ada di Malm\u00f6\/Lund dengan kemungkinan juga di Kristianstad, V\u00e4xjo, J\u00f6nk\u00f6ping, Kalmar; G\u00f6teborg dengan kemungkinan juga di Trollh\u00e4ttan, Bor\u00e5s, Sk\u00f6vde; Halmstad; Lindk\u00f6ping dengan kemungkinan juga di Motala dan Norrk\u00f6ping; Eskilstuna dengan kemungkinan di Nyk\u00f6ping; V\u00e4ster\u00e5s; Stockholm\/Solna dengan kemungkinan juga di Visby; Uppsala; Karlstad; \u00d6rebro; Borl\u00e4nge; G\u00e4vle; Sundsvall, \u00d6stersund; Ume\u00e5; Lule\u00e5. Disebut \u201cdengan kemungkinan\u201d karena keaktifanmu diperlukan untuk meminta diadakannya <em>Korta V\u00e4gen<\/em>. Program ini dibuat oleh AF berdasar kebutuhan di suatu kota. Sebagai contoh, di Lule\u00e5 program ini berjalan dua kali setahun Februari (<em>v\u00e5r termin<\/em>) dan Agustus (<em>h\u00f6st termin<\/em>), namun bisa berbeda di kota lain yang lebih besar dan kebutuhannya lebih banyak.<\/p>\n\n\n\n<p><em>Korta V\u00e4gen<\/em> dijalankan oleh seorang pemimpin program, seorang konsultan pengembangan bisnis dan kompetensi, seorang konsultan pendidikan, dan dua orang dosen Bahasa Swedia. Sebagai fasilitas belajar, setiap peserta dapat menggunakan laptop yang ada di kelas Korta V\u00e4gen bahkan meminjam untuk digunakan di rumah jika perlu. Peserta juga mendapat buku tulis, alat tulis, dan buku pelajaran Bahasa Swedia baik fisik maupun akses daringnya.<\/p>\n\n\n\n<p><em>Korta V\u00e4gen<\/em> berlangsung selama maksimal enam bulan. Disebut maksimal karena bisa hanya empat atau lima bulan jika misalnya peserta mendapat pekerjaan atau magang. Setiap bulan, paling lambat tanggal 14, peserta wajib membuat laporan di situs AF tentang kegiatan mereka mencari kerja, dalam hal ini adalah ikut <em>Korta V\u00e4gen<\/em>. Nantinya, peserta akan mendapat kompensasi sesuai jumlah hari aktif di program. Secara akumulatif, besarnya kurang lebih 3800 SEK per bulan. Satu lagi, peserta juga wajib membuat laporan di situs lembaga jaminan sosial Swedia, <em>F\u00f6rs\u00e4kringskassan <\/em>(FSK) paling lambat tanggal 7, sebab FSK adalah penyalur kompensasi.&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p>Hal yang penting dicatat adalah peserta tidak boleh mengambil cuti selama program. Artinya, peserta tidak boleh pergi ke luar kota maupun luar negeri dalam jangka waktu panjang, termasuk tidak mengambil cuti bagi orang tua untuk mengurus anak (<em>f\u00f6r\u00e4ldraledig<\/em>). Libur panjang hanya dua pekan di tengah program dan libur lainnya mengikuti hari libur nasional. Jika melanggar, peserta dapat dikeluarkan dari program dan tidak bisa mendaftar untuk ikut lagi. Lain halnya jika peserta sakit, boleh rehat sejenak dari program. Jika peserta sakit dalam waktu lama, misalnya hingga dua bulan, maka harus mengontak FSK.<\/p>\n\n\n\n<div class=\"wp-block-image\"><figure class=\"aligncenter is-resized\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" src=\"https:\/\/lh3.googleusercontent.com\/Xy1W0gZ7r3enbt5QfugXkXcpI7gAkXBwNELSAaK_ZAShGUivolTC0y6ZzzOIaKKTdAVWxv9Kr2kwp6HjqkUnkUevXOrV_5Kh9mb1ueYWk9jUCyX5xDGBV1kL4guygnlKvYTsgLWd\" alt=\"\" width=\"543\" height=\"407\"\/><\/figure><\/div>\n\n\n\n<p class=\"has-text-align-center\">Surat keputusan dari Arbetsf\u00f6rmedlingen tentang partisipasi di Korta V\u00e4gen. (Foto: Atmi Pertiwi)<\/p>\n\n\n\n<p><strong>Cara berpartisipasi di <\/strong><strong><em>Korta V\u00e4gen<\/em><\/strong><\/p>\n\n\n\n<p>Untuk ikut program ini, ada beberapa persyaratan yang harus diperhatikan:<\/p>\n\n\n\n<ol class=\"wp-block-list\"><li>Calon peserta bukan orang kelahiran Swedia.&nbsp;<\/li><li>Calon peserta harus sudah menempuh pendidikan tinggi minimal dua tahun dari negara asal. Menurut pengalaman saya, peserta <em>Korta V\u00e4gen<\/em> minimal sudah lulus S1.<\/li><li>Calon peserta mendaftarkan diri ke AF secara online melalui situs mereka, arbetsformedlingen.se. Karena Korta V\u00e4gen adalah program pemerintah, maka tahap ini wajib dilakukan. Berdasar pengalaman saya, daftar AF berarti (sebaiknya) seseorang sudah punya niat untuk bekerja sebab AF akan menanyakan kapan si pendaftar siap mulai bekerja. Akan ada juga personel AF (<em>handl\u00e4ggare<\/em>) yang menghubungi pendaftar untuk diskusi tentang rencana kerja si pendaftar (<em>planeringsamtal<\/em>).<\/li><li>Calon peserta selesai dari program SFI D atau dianggap punya kemampuan Bahasa Swedia yang cukup, sebab seluruh program akan dijalankan dalam Bahasa Swedia.&nbsp;<\/li><li>Program diutamakan untuk orang yang baru tiba di Swedia atau menerima izin tinggal dalam 36 bulan terakhir. Tapi, yang saya lihat, poin ini tidak terlalu \u201csaklek\u201d sebab ada peserta yang sudah tinggal di Swedia empat tahun masih diterima ikut program.<\/li><\/ol>\n\n\n\n<p>Apabila sudah memenuhi persyaratan-persyaratan tersebut, calon peserta tinggal mengirim CV dan surat motivasi (<em>personligt brev<\/em>) ke kontak<em> Korta V\u00e4gen<\/em> yang diikuti. Selanjutnya menunggu panggilan untuk wawancara. Calon peserta yang dipilih dari wawancara akan dihubungi lagi oleh personel AF untuk datang ke pekan pemetaan (<em>kartl\u00e4ggningsvecka<\/em>).<\/p>\n\n\n\n<p><em>Kartl\u00e4ggningsvecka<\/em> adalah sesi pemetaan kompetensi dan tujuan calon peserta selama satu pekan. Setiap peserta bercerita tentang latar belakang, pengalaman pendidikan maupun pekerjaan, hingga rencana masa depannya.&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p>Tahap seleksi terakhir ini juga mencakup tes kemampuan Bahasa Swedia dalam membaca, menulis, mendengar, dan berbicara yang bentuknya mengacu <em>Gemensam Europeisk Referensram f\u00f6r Spr\u00e5k<\/em> (GERS). Tes bahasa ini untuk memahami kemampuan calon peserta sehingga dosen Bahasa Swedia tahu materi yang perlu diperkuat bagi peserta.&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p>Pada akhirnya, ini tentang cocok tidaknya seseorang dengan program. Ada peserta yang mundur karena merasa program ini tidak cocok dengan latar belakang dan tujuan pribadinya, jadi bukan dieliminasi langsung oleh pihak <em>Korta V\u00e4gen<\/em>. Berdasar pengalaman saya, dari 10 calon peserta, delapan yang mendapat surat keputusan melanjutkan program dari AF. Selain saya, peserta berasal dari berbagai negara yaitu Banglades, Cina, Irak, Iran, Kuba, dan Suriah.<\/p>\n\n\n\n<p><strong>Belajar apa saja di <\/strong><strong><em>Korta V\u00e4gen<\/em><\/strong><strong>?<\/strong><\/p>\n\n\n\n<p>Hal-hal yang diajarkan di <em>Korta V\u00e4gen<\/em> mencakup:&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<ol class=\"wp-block-list\"><li>Bahasa Swedia&nbsp;<\/li><\/ol>\n\n\n\n<p>Kesamaan materi pelajaran Bahasa Swedia di <em>Korta V\u00e4gen<\/em> dengan SFI adalah penekanan tata bahasa atau gramatikal. Selebihnya, Bahasa Swedia yang diajarkan di <em>Korta V\u00e4gen<\/em> lebih spesifik untuk keperluan kerja. Misalnya, membuat CV dan surat lamaran kerja dalam Bahasa Swedia, juga belajar tentang istilah-istilah khusus di dunia profesi masing-masing dalam Bahasa Swedia. Misalnya, istilah teknik bagi peserta yang pendidikannya di bidang teknik, istilah ekonomi untuk peserta yang profesinya akuntan.<\/p>\n\n\n\n<ol class=\"wp-block-list\" start=\"2\"><li>Identifikasi karakter diri<\/li><\/ol>\n\n\n\n<p>Peserta belajar untuk mengidentifikasi karakter diri yang positif maupun negatif, mengelaborasinya dalam Bahasa Swedia dan belajar mempresentasikannya untuk dunia kerja. Ini berarti belajar menilai diri secara lebih objektif serta menyampaikan kepada orang lain dengan tidak melebih-lebihkan ataupun terlalu rendah hati, melainkan proporsional. Tidak hanya berkaitan dengan urusan melamar pekerjaan, tapi juga lebih umum dalam berhubungan dengan orang lain.&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<div class=\"wp-block-image\"><figure class=\"aligncenter is-resized\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" src=\"https:\/\/lh4.googleusercontent.com\/7ml60YLPxp4JKDMmZUBgT78AkTilZ_IXSWTfN1FBIkF6JMsnS_RPtYPk6YdoodhiqpezIEMgTZxlFwUYL38PGk47MjQ_8Et_2Hz0f8wY1sFGP2zS8DkiD-1uWAfs9BhQwBSr0xnH\" alt=\"\" width=\"529\" height=\"397\"\/><\/figure><\/div>\n\n\n\n<p>Bursa lapangan kerja Lule\u00e5, Februari 2020. (Foto: Atmi Pertiwi)<\/p>\n\n\n\n<ol class=\"wp-block-list\" start=\"3\"><li>Keterampilan mengkomunikasikan diri<\/li><\/ol>\n\n\n\n<p>Salah satu bentuknya adalah <em>self-pitching<\/em> yaitu memperkenalkan sekaligus mempromosikan diri, salah satunya untuk wawancara kerja dalam Bahasa Swedia. Bagian dari latihan ini di antaranya adalah datang ke bursa lapangan kerja (<em>rekryteringsm\u00e4ssa<\/em>) dan pertemuan pagi (<em>frukost m\u00f6tet<\/em>) lalu menjalin kontak dengan orang-orang atau perusahaan yang ada di sana.&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<ol class=\"wp-block-list\" start=\"4\"><li>Lingkungan kerja di Swedia<\/li><\/ol>\n\n\n\n<p>Belajar tentang perjanjian kerja, hak dan kewajiban pekerja, serikat kerja berdasar profesi di Swedia. Contohnya, hak untuk tidak didiskriminasi, mendapat kesetaraan, dan kewajiban membayar pajak.&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p>Selebihnya, materi tentang lingkungan kerja ini bergantung profesi dan kembali ke tujuan peserta. Misalnya ada peserta yang ingin menjadi pekerja lepas, dia akan mendapat materi tentang itu. Ada yang ingin tahu cara memulai usaha sendiri,<em> Korta V\u00e4gen<\/em> juga bersedia menghadirkan materinya.&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p>Melalui pengalaman ini, saya jadi menyimpulkan bahwa salah satu konsep pendidikan di Swedia adalah belajar dua arah. Institusi pendidikan tidak sekadar menjejali peserta didik dengan materi yang menurut mereka penting, melainkan juga bertanya tentang kebutuhan peserta dan mengakomodasi gagasan peserta didik secara proporsional. Peserta pun punya kesempatan untuk \u201cmengajar\u201d atau berbagi pengetahuan dan pengalaman yang berbeda-beda dari berbagai negara.<\/p>\n\n\n\n<ol class=\"wp-block-list\" start=\"5\"><li>Norma masyarakat Swedia (<em>svenska koden<\/em>)<\/li><\/ol>\n\n\n\n<p>Belajar tentang etika dan kebiasaan masyarakat Swedia dalam bersosialisasi, juga kultur dan karakter umum mereka. Ini bekal penting untuk magang atau masuk ke dunia kerja untuk memahami tata perilaku yang umum pada masyarakat Swedia, hal yang mereka terapkan dalam pergaulan tapi tidak mereka katakan. Ternyata, meski egaliter, belahan Eropa sebelah sini punya beberapa tata krama yang mirip dengan <em>ewuh-pakewuh<\/em> orang Jawa.&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<ol class=\"wp-block-list\" start=\"6\"><li>Magang<\/li><\/ol>\n\n\n\n<p>Magang menjadi kesempatan bagi peserta menerapkan teori yang didapat di kelas. Ada dua cara mendapat magang. Pertama, pihak <em>Korta V\u00e4gen <\/em>mencarikan peluang magang untuk peserta. Kedua, mendaftar sendiri ke perusahaan yang diminati. Di masa pandemi, bagian ini jadi sulit dipenuhi. Dari delapan peserta, empat yang mendapat kesempatan magang. Sebab, tidak semua perusahaan maupun instansi mau membuka diri untuk menerima orang baru.&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p>Saya sendiri beruntung bisa magang sesuai latar belakang profesi saya dulu sebagai jurnalis, meski sangat singkat, di sebuah perusahaan di Lule\u00e5. Saya mendapat tawaran itu dari jurnalis Swedia yang saya temui di bursa lapangan kerja. Jika ingin mengetahui pengalaman magang di Swedia bisa dibaca di artikel berikut:<\/p>\n\n\n\n<figure class=\"wp-block-embed-wordpress wp-block-embed is-type-wp-embed is-provider-ppi-swedia\"><div class=\"wp-block-embed__wrapper\">\n<blockquote class=\"wp-embedded-content\" data-secret=\"GdHTFHeo5j\"><a href=\"https:\/\/ppiswedia.org\/masakini\/internship-experience-at-electrolux-ab\/\">Internship Experience at Electrolux AB<\/a><\/blockquote><iframe loading=\"lazy\" class=\"wp-embedded-content\" sandbox=\"allow-scripts\" security=\"restricted\" style=\"position: absolute; visibility: hidden;\" title=\"&#8220;Internship Experience at Electrolux AB&#8221; &#8212; PPI Swedia\" src=\"https:\/\/ppiswedia.org\/masakini\/internship-experience-at-electrolux-ab\/embed\/#?secret=0SrBZ6HEey#?secret=GdHTFHeo5j\" data-secret=\"GdHTFHeo5j\" width=\"600\" height=\"338\" frameborder=\"0\" marginwidth=\"0\" marginheight=\"0\" scrolling=\"no\"><\/iframe>\n<\/div><\/figure>\n\n\n\n<div class=\"wp-block-image\"><figure class=\"aligncenter is-resized\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" src=\"https:\/\/lh5.googleusercontent.com\/a-T_wM-_cZjt9jjD8jIsab7gkbqxC1hw3DOP1hCxfuBfulvzvtLydUu5VsTAaBs9PiSXC3n1a8iaw9-SkGGdjaCNbxeiYwZwLnauGQW_BfoxdTAdOmv36HqAwSzr-G8or8JiqkZN\" alt=\"\" width=\"547\" height=\"410\"\/><\/figure><\/div>\n\n\n\n<p class=\"has-text-align-center\">Bagian dari magang profesi saya, merasakan jadi jurnalis lokal Lule\u00e5. (Foto: Atmi Pertiwi)<\/p>\n\n\n\n<p><strong><em>Korta V\u00e4gen<\/em><\/strong><strong> saat pandemi<\/strong><\/p>\n\n\n\n<p><em>Korta V\u00e4gen<\/em> normalnya digelar di ruang kelas dengan tatap muka Senin sampai Jumat. Namun, di masa pandemi, sejak akhir Maret lalu, kelas digelar secara jarak jauh di Zoom, mengikuti bentuk kegiatan belajar universitas. Semua materi dan tugas pun diunggah ke Canvas. Saat ini, wawancara peserta baru juga dilakukan lewat Zoom.<\/p>\n\n\n\n<figure class=\"wp-block-embed-wordpress wp-block-embed is-type-wp-embed is-provider-ppi-swedia\"><div class=\"wp-block-embed__wrapper\">\n<blockquote class=\"wp-embedded-content\" data-secret=\"wdH959KTtL\"><a href=\"https:\/\/ppiswedia.org\/masakini\/no-lockdown-my-living-experience-in-stockholm-during-covid-19-pandemic\/\">No lockdown? My living experience in Stockholm during COVID-19 pandemic<\/a><\/blockquote><iframe loading=\"lazy\" class=\"wp-embedded-content\" sandbox=\"allow-scripts\" security=\"restricted\" style=\"position: absolute; visibility: hidden;\" title=\"&#8220;No lockdown? My living experience in Stockholm during COVID-19 pandemic&#8221; &#8212; PPI Swedia\" src=\"https:\/\/ppiswedia.org\/masakini\/no-lockdown-my-living-experience-in-stockholm-during-covid-19-pandemic\/embed\/#?secret=U7ZpNtwOIs#?secret=wdH959KTtL\" data-secret=\"wdH959KTtL\" width=\"600\" height=\"338\" frameborder=\"0\" marginwidth=\"0\" marginheight=\"0\" scrolling=\"no\"><\/iframe>\n<\/div><\/figure>\n\n\n\n<p>Meski kelas berpindah jadi virtual, tetap ada beberapa kali sesi pertemuan peserta di alam terbuka maupun di kelas. Misalnya dengan barbeque bersama dan piknik. Dengan catatan, semua yang hadir dalam kondisi benar-benar sehat dan bebas gejala COVID-19 seringan apapun dan tetap jaga jarak. Memang orang Swedia sulit dipisahkan dari alam. Ketika waktu <em>fika <\/em>tiba, peserta juga seringkali diminta membawa minuman dan cemilan ke balkon atau area luar rumah sambil tetap terkoneksi dengan Zoom, untuk memastikan semua menghirup udara segar.&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p><strong>Setelah Korta V\u00e4gen, lalu apa?<\/strong><\/p>\n\n\n\n<p>Di akhir program Korta V\u00e4gen, peserta membuat laporan tertulis dan presentasi tentang bidang keilmuan masing-masing beserta relevansinya dengan dunia kerja di Swedia. Peserta juga menjalani tes Bahasa Swedia dalam patokan GERS dan akan mendapat hasil tes yang bisa digunakan ketika melamar kerja.&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p>Setelah program Korta V\u00e4gen selesai, ada peserta yang mendapat pekerjaan ataupun magang. Namun, jika tidak mendapat keduanya, peserta dapat menggunakan ilmu yang sudah dipelajari dan jaringan yang didapat sebagai bekal untuk terus proaktif mencari peluang. Setidaknya, itu yang saya lihat di antara peserta. Perlu diingat juga, peserta masih terdaftar di AF sehingga masih bisa juga berkonsultasi dengan AF.&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p>Sekian, semoga bermanfaat!<\/p>\n\n\n\n<div class=\"wp-block-image\"><figure class=\"aligncenter is-resized\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" src=\"https:\/\/lh5.googleusercontent.com\/r_t8Go5iRyHhmAUrak09odptWJqdw6K50GzgxJaVPRdT04SUqomda7kWnVb3xoKxbwJAMawVATXWgOcaZAfOzKTNyMfpau5G_FZa9lsU14YwqCDPn1ykl3LtkpfdhT4cFZJlqXid\" alt=\"\" width=\"566\" height=\"425\"\/><\/figure><\/div>\n\n\n\n<p class=\"has-text-align-center\">Korta V\u00e4gen kali ini ditutup dengan piknik ke Gammelstad, kawasan kota tua di Lule\u00e5. (Foto: M. Sayeed)<\/p>\n\n\n\n<p>Atmi Pertiwi<\/p>\n\n\n\n<blockquote class=\"wp-block-quote is-layout-flow wp-block-quote-is-layout-flow\"><p>Atmi Pertiwi &nbsp;<br>Korta V\u00e4gen VT 2020<br>Lule\u00e5 Tekniska Universitet<\/p><\/blockquote>\n\n\n\n<p>Editor: Darmawan Prasetya<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Salah satu peserta Korta V\u00e4gen di LTU. (Foto: Atmi Pertiwi) Ketika topik kartu prakerja (yang kemudian berakibat mundurnya staf khusus presiden) sedang hangat di Indonesia beberapa waktu lalu, saya pikir&#8230;<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":7469,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_exactmetrics_skip_tracking":false,"_exactmetrics_sitenote_active":false,"_exactmetrics_sitenote_note":"","_exactmetrics_sitenote_category":0,"footnotes":""},"categories":[4],"tags":[271,289,288],"class_list":["post-7467","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-kuliah","tag-magang","tag-pengalaman","tag-prakerja"],"views":814,"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/ppiswedia.org\/masakini\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/7467"}],"collection":[{"href":"https:\/\/ppiswedia.org\/masakini\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/ppiswedia.org\/masakini\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/ppiswedia.org\/masakini\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/ppiswedia.org\/masakini\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=7467"}],"version-history":[{"count":2,"href":"https:\/\/ppiswedia.org\/masakini\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/7467\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":7476,"href":"https:\/\/ppiswedia.org\/masakini\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/7467\/revisions\/7476"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/ppiswedia.org\/masakini\/wp-json\/wp\/v2\/media\/7469"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/ppiswedia.org\/masakini\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=7467"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/ppiswedia.org\/masakini\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=7467"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/ppiswedia.org\/masakini\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=7467"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}