{"id":7680,"date":"2021-10-17T10:28:29","date_gmt":"2021-10-17T08:28:29","guid":{"rendered":"https:\/\/ppiswedia.com\/masakini\/?p=7680"},"modified":"2021-10-17T10:28:36","modified_gmt":"2021-10-17T08:28:36","slug":"survival-guide-dos-and-donts-living-in-swedens-student-corridor","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/ppiswedia.org\/masakini\/survival-guide-dos-and-donts-living-in-swedens-student-corridor\/","title":{"rendered":"Survival Guide: Do\u2019s and Don\u2019ts Living in Sweden\u2019s Student Corridor"},"content":{"rendered":"\n<p><em>\u201cHmmm\u2026 Bisa nggak ya saya hidup di student corridor yang kitchen-nya sharing sama orang-orang dari negara lain?\u201d<\/em><\/p>\n\n\n\n<p>Pikiran di atas membayangi saya saat membuka e-mail dari KTH Accommodation berisikan kontrak akomodasi saya yang merupakan tipe <em>single room in a corridor<\/em>. Sebagai mahasiswa KTH Royal Institute of Technology, saya mendapatkan akomodasi dari kampus yang terletak di Lappk\u00e4rrsberget (Lappis). Untuk tipe kamar di koridor seperti saya, saya mendapatkan kamar dengan kamar mandi dalam. Akan tetapi untuk ruang makan dan dapur digunakan bersama-sama dengan 10-12 mahasiswa lainnya yang berada pada satu lantai yang sama.<\/p>\n\n\n\n<p>Sebelumnya saya membahas lebih jauh, teman-teman dapat membaca postingan mengenai \u2018Lappis\u2019 dan \u2018Hidup di Koridor\u2019 terlebih dahulu yang telah dituliskan oleh Kak Annusyirvan Ahmad Fatoni dan Kak Yasmin Nabila di bawah ini:<\/p>\n\n\n\n<figure class=\"wp-block-embed is-type-wp-embed is-provider-ppi-swedia wp-block-embed-ppi-swedia\"><div class=\"wp-block-embed__wrapper\">\n<blockquote class=\"wp-embedded-content\" data-secret=\"sFKrlFyFJt\"><a href=\"https:\/\/ppiswedia.org\/masakini\/laporan-dari-lappis-komplek-tempat-tinggal-mahasiswa-termasyhur-di-stockholm\/\">Laporan dari Lappis, komplek tempat tinggal mahasiswa termasyhur di Stockholm<\/a><\/blockquote><iframe loading=\"lazy\" class=\"wp-embedded-content\" sandbox=\"allow-scripts\" security=\"restricted\" style=\"position: absolute; visibility: hidden;\" title=\"&#8220;Laporan dari Lappis, komplek tempat tinggal mahasiswa termasyhur di Stockholm&#8221; &#8212; PPI Swedia\" src=\"https:\/\/ppiswedia.org\/masakini\/laporan-dari-lappis-komplek-tempat-tinggal-mahasiswa-termasyhur-di-stockholm\/embed\/#?secret=wsBDY0qWWu#?secret=sFKrlFyFJt\" data-secret=\"sFKrlFyFJt\" width=\"600\" height=\"338\" frameborder=\"0\" marginwidth=\"0\" marginheight=\"0\" scrolling=\"no\"><\/iframe>\n<\/div><\/figure>\n\n\n\n<p><a href=\"https:\/\/ppiswedia.org\/masakini\/hidup-di-koridor\/\">https:\/\/ppiswedia.org\/masakini\/hidup-di-koridor\/<\/a><\/p>\n\n\n\n<figure class=\"wp-block-image\"><img decoding=\"async\" src=\"https:\/\/lh4.googleusercontent.com\/6oXrFv9GDK0LDOMcrOW6rMNJXCxRel2hK5Dw34g1M2w4ZQUW4LqISD7grNkZVBSIEnPIatMzPfewgAZ3Q5QTCKiQfnfYEG5atj1Pbmg-S_MvVmtYeR9RwESb5mXCjA=s0\" alt=\"\"\/><figcaption><em>Gambar 1 Koridor Lappis<\/em><\/figcaption><\/figure>\n\n\n\n<p>Sebagai orang yang belum pernah merantau sebelumnya, hidup serta berbagi area seperti dapur bersama dengan <em>complete stranger<\/em> rasanya sedikit menegangkan bagi saya. Oleh karena itu, berikut do\u2019s dan don\u2019ts yang dapat dilakukan untuk dapat <em>survive <\/em>dan bahagia hidup di koridor selama berkuliah di Swedia:<\/p>\n\n\n\n<p><strong>DO\u2019s<\/strong><\/p>\n\n\n\n<ul class=\"wp-block-list\"><li><strong>Periksa Fasilitas dan Peralatan yang Diberikan oleh Student Corridor<\/strong><\/li><\/ul>\n\n\n\n<p>Sebagai mahasiswa KTH, saya mendapatkan akomodasi yang <em>fully-furnished <\/em>(Single bed (90 x 200 cm), meja, kursi, lemari baju) serta diberikan <em>bed kit <\/em>(duvet, bantal, handuk, sprei, sarung bantal, dan cover duvet), sehingga saya hanya perlu menambahkan beberapa peralatan tambahan di kamar seperti karpet atau sofa. Namun, ada juga <em>student corridor <\/em>yang tidak diberikan <em>furniture, <\/em>terutama jika menyewa <em>student corridor<\/em> menggunakan SSSB. Sebaiknya dapat menghubungi <em>tenant <\/em>sebelumnya dan membeli barang-barang <em>furniture <\/em>yang dia miliki. Jangan sampai hari pertama sampai di Swedia, teman-teman tidur di lantai karena kamarnya tidak ada kasurnya\u2026 Selain itu, jangan lupa membawa <em>router<\/em> dari Indonesia jika akomodasi hanya memberikan layanan internet tanpa <em>router<\/em>-nya.<\/p>\n\n\n\n<ul class=\"wp-block-list\"><li><strong>Beli Barang Secondhand di Marketplace Student Corridor<\/strong><\/li><\/ul>\n\n\n\n<p>Di bulan-bulan pertama tiba di Swedia, pasti banyak sekali kebutuhan barang yang ingin dibeli, entah itu lampu belajar, peralatan dapur, bahkan sepeda. Meskipun bisa membeli barang-barang baru di toko seperti Clas Ohlson, Rusta, dan IKEA, saya merekomendasikan teman-teman untuk coba mencari barang-barang tersebut di <em>marketplace student corridor<\/em>. Contohnya untuk di Lappis, teman-teman dapat bergabung di grup Facebook \u2018Lappis Market\u2019 dan \u2018Lappis Only Market\u2019. Pada grup tersebut, akan banyak member yang menjual barang-barang yang masih layak pakai dengan harga yang lebih miring. Bahkan terkadang ada yang memberikannya secara gratis lho!<\/p>\n\n\n\n<figure class=\"wp-block-image\"><img decoding=\"async\" src=\"https:\/\/lh5.googleusercontent.com\/E55GZC1ZzWh1xXNIh7TpH_R0rQU2ThUXWHwPVb2mtEQAH3jM5r9qy5ng6jZdYkdqfReKql9CNt6Bl9IyLvgBGma2z6C-wRV4tfR9NvkIyiCIYIEKXSbF16Ph_tCYqPB_lKg3NN4=s0\" alt=\"\"\/><figcaption><em>Gambar 2 Marketplace Student Corridor di Lappis<\/em><\/figcaption><\/figure>\n\n\n\n<ul class=\"wp-block-list\"><li><strong>Sosialisasi dengan Teman-teman di Lantai Student Corridor<\/strong><\/li><\/ul>\n\n\n\n<p>Di <em>student corridor<\/em>, berkenalan dengan teman-teman yang berada di satu lantai sangatlah penting karena mereka merupakan orang-orang yang berada di posisi paling dekat dengan kita. Di lantai saya sendiri diisi oleh 8 mahasiswa yang berasal dari berbagai macam negara, ada yang berasal dari Spanyol, Swedia, Syria, China, Afghanistan, India, dan Belgia. Bermacam-macam sekali bukan? Selain mendapat teman baru, jika saya memiliki masalah seperti tertinggal kunci atau butuh meminjam alat-alat tertentu, saya bisa dengan mudah bertanya di grup lantai <em>student corridor<\/em> saya dan mereka pasti akan membantu. Biasanya, saya dan teman-teman koridor melakukan \u2018<em>corridor fika\u2019 <\/em>di mana kami bertemu dan bersosialisasi, bisa sambil masak-masak bersama atau sekedar makan bersama.&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<figure class=\"wp-block-image\"><img decoding=\"async\" src=\"https:\/\/lh5.googleusercontent.com\/xEj1VpJ1Xkw3x8cq3IgVibL9Mqs5K4_BhpKwKEe_qqK1prkdvaFBEPSoSEaXtqVtpYAGU7IWb_Ni348en8Lv-wtrClsfD4O1h_T_i9KR533PaJexLgdBuS4N88M_lmJAyff1ATI=s0\" alt=\"\"\/><figcaption><em>Gambar 3 Teman-teman Koridor<\/em><\/figcaption><\/figure>\n\n\n\n<ul class=\"wp-block-list\"><li><strong>Cari Tahu Peraturan Student Corridor dan Ikuti dengan Baik<\/strong><\/li><\/ul>\n\n\n\n<p>Setiap wilayah, setiap gedung, bahkan setiap lantai di <em>student corridor <\/em>memiliki peraturannya masing-masing. Contohnya untuk di koridor saya, setiap mahasiswa yang menggunakan dapur harus bertugas untuk membersihkan dapur dan membuang sampah setiap minggu-nya. Karena di lantai saya terdapat 7 mahasiswa yang menggunakan dapur, maka setiap 7 minggu sekali saya harus membersihkan dapur dan membuang sampah dapur ke tempat pembuangan sampah. Selain itu, jika ada mahasiswa yang ingin mengadakan <em>party <\/em>di lantai kami, mahasiswa tersebut perlu meminta izin di grup terlebih dahulu agar tidak ada yang merasa terganggu. Jika ada teman koridor yang tidak mengikuti aturan seperti melakukan <em>party <\/em>yang terlalu berisik dan mengganggu, teman-teman bisa loh melaporkan ke <em>house caretakers office<\/em> seperti SSSB Office.<\/p>\n\n\n\n<figure class=\"wp-block-image\"><img decoding=\"async\" src=\"https:\/\/lh5.googleusercontent.com\/BuxbHem01QyzzZOm8ljEvVzc_6L9uBkoLT31CUZqmLH8IPM8K4dQYVAfk82Yxh8TYnaXlthA17bZV7n63SfzVMpT_nSq1U2Jm7eE6KH-7Gq-5QvTnyviX8E0fix0Rg=s0\" alt=\"\"\/><figcaption><em>Gambar 4 Peraturan Koridor<\/em><\/figcaption><\/figure>\n\n\n\n<p><strong>Don\u2019ts<\/strong><\/p>\n\n\n\n<ul class=\"wp-block-list\"><li><strong>Jangan Membeli Barang Terlalu Banyak<\/strong><\/li><\/ul>\n\n\n\n<p>Meskipun kamar di <em>student corridor<\/em> di Swedia lebih besar dari kebanyakan kos-kosan di Jakarta, saya menyarankan agar teman-teman tetap memperhitungkan ruang dan jangan kalap membeli banyak barang-barang untuk di kamar. Saran saya, sebisa mungkin minimalisasi untuk membeli barang yang akan membuat teman-teman kesulitan jika pindah akomodasi atau pulang ke Indonesia nanti. Untuk peralatan memasak, di <em>student corridor<\/em> biasanya <em>tenant <\/em>sebelumnya banyak meninggalkan peralatan memasak yang dapat digunakan. Jadi teman-teman pun tidak perlu membeli peralatan memasak yang terlalu banyak dan bermacam-macam.<\/p>\n\n\n\n<ul class=\"wp-block-list\"><li><strong>Jangan Lupa untuk Selalu Membersihkan Fasilitas Bersama<\/strong><\/li><\/ul>\n\n\n\n<p>Tinggal di <em>student corridor<\/em> berarti harus bersama-sama bertanggung jawab dengan area komunal bersama seperti area makan dan area dapur. Meskipun sudah terdapat jadwal piket untuk membersihkan dapur dan membuang sampah, setiap mahasiswa harus bertugas untuk memastikan area komunal bersama selalu bersih dan rapi setelah digunakan. Jika ada yang meninggalkan barang\/sampah sembarangan atau lupa tidak membersihkan dapur setelah memasak, biasanya teman-teman koridor saya saling mengingatkan di grup. Tentunya teman-teman nggak mau kan dicap jorok oleh teman koridor karena suka lupa membersihkan dapur setelah masak?<\/p>\n\n\n\n<figure class=\"wp-block-image\"><img decoding=\"async\" src=\"https:\/\/lh6.googleusercontent.com\/eL5J0HyjFHNbyG7F8a-mrXVVt2YBMt8F4nV2PRnmetdI7B0mqcsdwVz1Nb6_oQwGmydDm_jIio__ze8hMg0_UZhz1aiYPoET2-PEHPXFpaJ7ES6jiocwvomUVhjTpA=s0\" alt=\"\"\/><figcaption><em>Gambar 5 Jadwal Pembersihan Kitchen<\/em><\/figcaption><\/figure>\n\n\n\n<ul class=\"wp-block-list\"><li><strong>Jangan Sungkan untuk Melakukan Fault Report<\/strong><\/li><\/ul>\n\n\n\n<p>Saat saya pertama kali sampai di kamar, <em>fire alarm <\/em>di kamar saya selalu berbunyi tiap 5 menit sekali. Wah, pusing sekali rasanya saat itu, baru sampai di Swedia, setiap 5 menit sekali ada bunyi-bunyi nyaring yang cukup mengganggu. Hari itu juga saya segera melaporkan ke KTH Accommodation untuk dapat ditindaklanjuti (<a href=\"https:\/\/intra.kth.se\/en\/campus\/lokalservice\/servicenummer-9200\/felanmalan-studentbostader-1.769235\">https:\/\/intra.kth.se\/en\/campus\/lokalservice\/servicenummer-9200\/felanmalan-studentbostader-1.769235<\/a>). Setelah menunggu beberapa hari, akhirnya petugas pun datang dan mengganti <em>fire alarm <\/em>di kamar saya. Saat itu, sekalian saja saya meminta tolong petugas untuk mengecek kamar saya, shower saya yang sedikit bocor pun langsung diganti saat itu juga. Oleh karena itu, teman-teman jangan sungkan-sungkan untuk membuat <em>fault report <\/em>ya! Untuk teman-teman yang berada di <em>student corridor<\/em> selain di bawah naungan KTH Accommodation, bisa cek di <em>house caretakers office <\/em>masing-masing ya bagaimana cara melaporkan <em>fault report<\/em> jika terdapat kendala-kendala di kamar ataupun area komunal.<\/p>\n\n\n\n<ul class=\"wp-block-list\"><li><strong>Jangan Lupa untuk Have Fun!<\/strong><\/li><\/ul>\n\n\n\n<p>Sudah sampai di Swedia, sudah punya akomodasi di <em>student corridor<\/em>, sudah siap untuk berkuliah juga, jangan lupa untuk selalu bahagia ya! Ingat selalu konsep yang dimiliki orang Swedia yaitu \u2018lagom\u2019 atau \u2018<em>not too much, not too little, just the right balance\u2019<\/em>. Nikmati selalu perjalanan perkuliahan di Swedia sambil tinggal di <em>student corridor. <\/em>Segala enak dan tidak enaknya akan menjadi cerita lucu yang bisa dibagi dengan teman-teman di Indonesia nanti.<br>Nah, sekian sharing do\u2019s and don\u2019ts untuk hidup di <em>student corridor. <\/em>Pengalaman hidup bersama dengan bule-bule dari negara lain itu suatu pengalaman unik tersendiri loh! Jangan ragu untuk mencobanya ya. Good luck!<\/p>\n\n\n\n<blockquote class=\"wp-block-quote is-layout-flow wp-block-quote-is-layout-flow\"><p><strong>Dini Bonafitria<br>MSc Entrepreneurship and Innovation Management<br>KTH Royal Institute of Technology<\/strong><\/p><\/blockquote>\n\n\n\n<figure class=\"wp-block-image size-full\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" width=\"1892\" height=\"392\" src=\"https:\/\/ppiswedia.org\/masakini\/wp-content\/uploads\/2021\/10\/Screenshot-2021-09-27-at-14.26.00-1.png\" alt=\"\" class=\"wp-image-7682\" srcset=\"https:\/\/ppiswedia.org\/masakini\/wp-content\/uploads\/2021\/10\/Screenshot-2021-09-27-at-14.26.00-1.png 1892w, https:\/\/ppiswedia.org\/masakini\/wp-content\/uploads\/2021\/10\/Screenshot-2021-09-27-at-14.26.00-1-768x159.png 768w, https:\/\/ppiswedia.org\/masakini\/wp-content\/uploads\/2021\/10\/Screenshot-2021-09-27-at-14.26.00-1-1536x318.png 1536w, https:\/\/ppiswedia.org\/masakini\/wp-content\/uploads\/2021\/10\/Screenshot-2021-09-27-at-14.26.00-1-300x62.png 300w, https:\/\/ppiswedia.org\/masakini\/wp-content\/uploads\/2021\/10\/Screenshot-2021-09-27-at-14.26.00-1-850x176.png 850w\" sizes=\"(max-width: 1892px) 100vw, 1892px\" \/><\/figure>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>\u201cHmmm\u2026 Bisa nggak ya saya hidup di student corridor yang kitchen-nya sharing sama orang-orang dari negara lain?\u201d Pikiran di atas membayangi saya saat membuka e-mail dari KTH Accommodation berisikan kontrak&#8230;<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":7681,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_exactmetrics_skip_tracking":false,"_exactmetrics_sitenote_active":false,"_exactmetrics_sitenote_note":"","_exactmetrics_sitenote_category":0,"footnotes":""},"categories":[141,3,4,7,10,11],"tags":[70,71,78,118,120,125],"class_list":["post-7680","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-blog","category-kegiatan","category-kuliah","category-mahasiswa","category-stockholm","category-tentang-swedia","tag-kuliah","tag-kuliah-di-swedia","tag-mahasiswa","tag-stockholm","tag-study-in-sweden","tag-swedia"],"views":484,"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/ppiswedia.org\/masakini\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/7680"}],"collection":[{"href":"https:\/\/ppiswedia.org\/masakini\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/ppiswedia.org\/masakini\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/ppiswedia.org\/masakini\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/ppiswedia.org\/masakini\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=7680"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/ppiswedia.org\/masakini\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/7680\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":7683,"href":"https:\/\/ppiswedia.org\/masakini\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/7680\/revisions\/7683"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/ppiswedia.org\/masakini\/wp-json\/wp\/v2\/media\/7681"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/ppiswedia.org\/masakini\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=7680"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/ppiswedia.org\/masakini\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=7680"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/ppiswedia.org\/masakini\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=7680"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}